Renstra

KATA PENGANTAR


Dengan bersyukur kepada Allah SWT, kami sampaikan Rencana StrategisTelkom University tahun 2014-2018. Rencana Strategis ini merupakan panduan dalam pencapaian visi Telkom University menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis Teknologi Informasi.

Telkom University bertekad menjadi perguruan tinggi berbasis riset yang dengannya dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan menghasilkan lulusan yang berkualitas yang dapat bersaing baik pada level nasional maupun Internasional. Disamping itu Telkom University dapat menghasilkan karya riset kualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri baik dalam maupun luar negeri.

Semoga rencana yang telah dibuat ini mendapatkan dukungan dari semua pihak sehingga kita dapat bersama-sama mensukseskannya.

Bandung, Desember 2014
Rektor Telkom University

 

Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D.

 

I. PENDAHULUAN

Telkom University merupakan gabungan dari empat perguruan tinggi dibawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yaitu Institut Teknologi Telkom (ITT), Institut Manajemen Telkom (IMT), Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (STISI Telkom) dan Politeknik Telkom (Politel). Penggabungan ini diharapkan mengangkat peran Telkom University dalam meningkatan daya saing bangsa Indonesia dan kesejahteraan dunia.

Guna mewujudkan peta peran Telkom University dalam kontek bangsa dan dunia, Telkom University telah menetapkan Visi jangka panjang dalam kurun 25 tahun kedepan (2038) menjadi sebuah perguruan tinggi entrepreneur global (the global entrepreneurial university) yang dituangkan dalam Rencana Induk Pengembangan (RENIP) Telkom University 2014-2038. Gambar 1 berikut menunjukan Roadmap jangka panjang Telkom University untuk mencapai Visi 2038.

Roadmap jangka panjang Telkom University mencakup 5 (lima) periode Rencana Strategis (Renstra). Rencana Strategis pertama untuk periode perencanaan 2014-2018 dengan Visi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi di tahun 2018. Visi ini didasari oleh sebuah kesadaran bahwa kondisi bangsa Indonesia hari ini masih berpotensi untuk lebih maju setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Salah satu cara yang terbukti efektif untuk meningkatkan daya saing tersebut adalah dengan pendidikan yang berkualitas.

VIsi 2025

Visi Telkom University merupakan sebuah kontribusi dan menjadi bagian dari terwujudnya visi negara Indonesia untuk menjadi negara yang maju pada tahun 2025.

 

Masterplan


Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ketersediaan sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Dengan tersedianya tenaga kerja yang berkualitas, akan mendukung pembangunan perekonomian Indonesia dan meningkatkan kemampuan bangsa dalam bersaing di bidang ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy).

Dalam rangka mewujudkan visi menjadi negara berpendapatan tinggi dan maju pada tahun 2025, pemerintah Indonesia telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN (2015-2019) sebagai tema pembangunan pemerintah untuk lima tahun mendatang. Dalam strategi pelaksanaan RPJMN terdapat tujuh Arah Kebijakan Umum Pembangunan Nasional yaitu :
1. Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.
2. Meningkatnya Pengelolaan dan Nilai Tambah Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan
3. Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan.
4. Peningkatan Kualitas Hidup, Mitigasi Bencana Alam dan Perubahan Iklim.
5. Penyiapan Landasan Pembangunan yang Kokoh.
6. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan.
7.Mengembangkan dan Memeratakan Pembangunan Daerah.

Peningkatan kualitas pendidikan nasional merupakan salah satu usaha untuk mendukung ketercapaian MP3EI dalam menciptakan generasi bangsa yang memiliki kompetensi untuk bersaing dengan bangsa lain. Telkom University sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) memiliki visi yang sama dengan pemerintah yaitu ingin meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai universitas berkelas dunia (World Class University) pada tahun 2018.

Rencana Strategis ini disusun berdasarkan kepentingan untuk lebih memfokuskan program pada pencapaian target lima tahunan yang dirinci dalam target tahunan. Program tahunan institusi dituangkan dalam Rencana Kerja Manajerial dan Anggaran (RKMA) yang ditetapkan setiap akhir tahun untuk menyukseskan target pencapaian tahun berikutnya. Dengan terdapatnya rencana strategis ini diharapkan program-program yang dicanangkan setiap tahun lebih terarah dan dapat menghantarkan Telkom University untuk mencapai visi yang telah ditetapkan.

Milestone to WCU

Rencana Strategis dalam rangka mencapai Visi 2018 untuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasidengan empat tahap yaitu :governance excellence, academic management excellence, academic resources excellence dan academic quality excellence. Renstra ini mengacu pada Wildly Important Goal (WIG) Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) dengan sasaran jangka panjang menjadi perguruan tinggi riset kelas dunia.

Dalam penyusunan renstra 2014-2018 ini dilibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang terdiri dari pimpinan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), pimpinan Telkom University, pimpinan Fakultas, dosen, mahasiswa, dan industri.

Telkom University sebagai perguruan tinggi yang baru menyelesaikan tahap penggabungan akan memfokuskan pada beberapa hal :
• Konsolidasi internal untuk menguatkan tata kelola Telkom University
• Memberdayakan grup riset dalam kelompok keahlian dan research center untuk memberdayakan dosen dan mahasiswa dalam pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat
• Penguatan kerjasama Internasional
• Peningkatan sistem pembelajaran yang salah satunya mendukung sistem pembelajaran jarak jauh bertaraf Internasional

Gambaran Kondisi Pada Tahun 2018

Telkom University dikenal sebagai universitas yang memiliki sistem pengajaran berkualitas tinggi pada bidang teknik, bisnis, sains terapan dan seni, yang dicirikan dengan 50% program studinya terakreditasi A standar BAN-PT dan memiliki akreditasi Internasional JABEE, ABEST21, Top 10 national Scopus indexed atau akreditasi institusi Internasional lain yang setara. Lulusan Telkom University memiliki perilaku yang baik dengan skill tinggi yang dapat bersaing dengan lulusan-lulusan perguruan tinggi lain di dalam maupun di luar negeri untuk memasuki dunia industri. Lulusan memiliki pengalaman pembelajaran yang kaya dengan peluang yang besar untuk berinteraksi dengan para peneliti, akademisi maupun industri. Penelitian dosen Telkom University telah berkembang dengan dukungan dosen yang bergelar doktor dan master maupun dosen yang sedang menempuh pendidikan di program doktoral. Jumlah mahasiswa yang dilibatkan dalam penelitian sebesar 10% dari total mahasiswa Telkom University. Telkom University telah memiliki landasan yang kuat untuk menuju universitas riset kelas dunia. Publikasi hasil-hasil penelitian ditunjukkan dengan dikenalinya sebagian besar hasil penelitian Telkom University di kalangan peneliti dalam negeri dan menjadi bagian dari penelitian dunia. Hasil-hasil pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa Telkom University telah memberikan manfaat bagi lingkungan di daerah Jawa Barat maupun nasional

II. FAKTA-FAKTA LINGKUNGAN

A. STRATEGI PERGURUAN TINGGI NEGERI
Kampus dan Universitas negeri yang telah memiliki nama yang dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia dan industri telah melakukan perubahan strategi dengan menambah jumlah kelas bahkan menambah program studi baru untuk merekrut mahasiswa baru setiap tahunnya. Bagi pasar yang menganggap nama atau merek kampus negeri memiliki nilai ekuitas merek yang lebih tinggi maka mereka akan memilih mendaftar di sana daripada kampus swasta lainnya, termasuk kampus Telkom University.

B. PENURUNAN INDUSTRI TELEKOMUNIKASI
Telkom University berada dibawah Yayasan Pendidikan Telkom yang didirikan oleh PT. Telkom. Citra Telkom sangat melekat pada Telkom University. Pada saat ini kondisi industri telekomunikasi sedang mengalami trend penurunan sehingga memungkinkan berpengaruh terhadap terserapnya lulusan Telkom University di dunia industri dan menurunnya minat calon mahasiswa baru.

C. ASEAN FREE TRADE AGGREEMENT (AFTA) 2015
AEC 2015 dapat dipandang dari dua sudut, peluang sekaligus ancaman. Sebagai peluang, Telkom University dapat menjadi partner yang potensial untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi lain di dunia. Sementara itu, tenaga kerja yang datang dari luar negeri menjadi salah satu ancaman bagi lulusan Telkom University. Menjelang AEC tahun 2015, Telkom University harus mempersiapkan lulusan yang dapat berkompetisi dengan tenaga kerja asing. Antisipasi yang dapat dilakukan adalah melihat tren industri menjelang tahun 2018 dan mempersiapkan kurikulum ke arah tren tersebut. Disamping itu, Telkom University harus dapat membangun kerjasama dengan universitas di luar negeri yang memiliki fokus dan kompetensi yang sama dengan yang dimiliki oleh prodi Telkom University. Sertifikasi internasional dapat diberikan untuk meningkatkan daya saing lulusan di level internasional.

D. KARAKTERISTIK INDUSTRI DALAM NEGERI
Industri di dalam negeri Indonesia adalah industri hilir yang padat karya. Industri semacam ini memerlukan tipe pekerja yang memiliki skill pada bidangnya masing-masing. Kompetensi lulusan Telkom University perlu disesuaikan untuk memenuhi pasar kerja segmen ini.

E. KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA
Kondisi perekonomian Indonesia memiliki pengaruh yang kuat terhadap terhadap kemampuan daya beli masyarakat dan kemampuan masyarakat dalam pendidikan. Terdapat banyak strategi yang dilakukan oleh beberapa kampus untuk mengantisipasi kondisi perekonomian yang negatif, seperti halnya memberlakukan sistem pembayaran cicilan uang pendidikan, membuka kelas-kelas malam sehingga lebih fleksibel bagi para pekerja yang bekerja di siang hari, dan sebagian adalah sistem pendidikan jarak jauh, serta pemberian berbagai sertifikasi baik nasional maupun internasional

III. PERMASALAHAN STRATEGIS


Sumber Daya ManusiaTata Kelola
Sebagai lembaga gabungan dari empat lembaga yang berbeda, tata kelola menjadi hal pertama yang penting untuk dibenahi. Tatakelola ini menjadi target strategis yang harus diwujudkan sejalan dengan pencapaian tujuan strategis institusi. Pembenahan tata kelola perlu dilakukan dengan basis pengelolaan universitas yang baik (Good University Governance, GUG)

Sumber daya manusia adalah faktor terpenting dalam sebuah organisasi pendidikan. Hampir semua proses peningkatan kualitas institusi berujung pada kekuatan sumber daya manusia. Sebut saja penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat adalah hal-hal yang berkaitan langsung dengan SDM.

Keuangan
Keberlanjutan pengelolaan pendidikan tinggi sangat tergantung dari keberlanjutan pendanaan. Keberlanjutan ini memerlukan pengelolaan yang baik. Keuangan merupakan bidang yang sangat krusial bagi lancarnya proses pengelolaan perguruan tinggi. Kinerja yang baik dapat diwujudkan dengan dukungan finansial yang kuat.

Fasilitas
Fasilitas yang diperlukan untuk keberlangsungan proses pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ketersediaan laboratorium riset dan laboratorium pengajaran yang mendukung pencapaian kualitas proses pendidikan yang baik. Disamping itu ketersediaan bahan ajar dengan dukungan perpustakaan dan akses publikasi internasional yang berkualitas seperti jurnal dan majalah ilmaih internasional.

Riset dan Pengabdian Masyarakat
Pengajaran dan pengabdian masyarakat tidak dapat dipisahkan dari proses riset dosen. Pengajaran yang baik berasal dari hasil-hasil penelitian yang telah terpublikasikan. Dengan meningkatnya kualitas penelitian secara otomatis akan meningkatkan kualitas pengajaran. Demikian juga dengan pengabdian masyarakat sebagai bukti nyata darma ketiga dari perguruan tinggi yang dapat memberi manfaat bagi peningkatan tingkat kehidupan masyarakat.

IV. VISI, MISI, VALUE

VISI
Menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi

MISI

a. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berstandar internasional;
b. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni yang diakui secara internasional;
c. Memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni, untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban bangsa;

TUJUAN

a. Tercapainya kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan
b. Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kompetensi, dan daya saing nasional dan internasional.
c. Menciptakan budaya riset, atmosfir akademik lintas budaya, dan jiwa kewirausahaan di kalangan sivitas akademika.
d. Menghasilkan karya penelitian dan produk inovasi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.

NILAI

Professionalism, Recognition of achievement, Integrity, Mutual respect Entrepreneurship (PRIME).

V. ANALISIS SWOT – TOWS

A. ANALISIS KEKUATAN

Telkom University merupakan gabungan dari empat institusi pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yang masing-masingnya telah memiliki banyak keunggulan kompetitif. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Telkom University adalah sebagai berikut.

Merek “Telkom” yang bernilai ekuitas tinggi di Indonesia
PT. Telkom masih merupakan merek yang dikenal baik di kalangan masyarakat Indonesia. Sampai saat ini Telkom menjadi merek yang tidak dapat dilepaskan dari Telkom University. Dengan adanya merek ini menjadi kekuatan bagi Tel-U dalam mencari calon mahasiswa. Masyarakat masih percaya bahwa lulusan dari Tel-U dapat diterima di perusahaan-perushaan telekomunikasi di Indonesia.

Reputasi alumni lulusan Telkom University
Reputasi alumni sudah dikenal dengan baik oleh masyarakat industri terutama yang berkaitan dengan kompetensi bidang infokom. Sebagian besar alumni-alumni Tel-U diterima di perusahaan-perusahaan telkomunikasi. Jaringan alumni mulai memberikan dukungan nyata dalam bentuk rekrutmen-rekrutmen untuk lulusan berikutnya.

Fasilitas fisik yang lengkap
Fasilitas yang dimiliki Telkom University cukup lengkap untuk menunjang kegiatan operasional kampus setiap harinya, mulai dari gedung-gedung perkuliahan, berbagai laboratorium untuk teknik, bahasa dan bisnis serta seni, perpustakaan yang tersebar di tiap fakultas, beberapa kantin, asrama mahasiswa, sarana olahraga, ruang-ruang untuk kegiatan kemahasiswaan, klinik kampus, sarana parkir yang luas, auditorium dan beberapa aula di fakultas.  Keberadaan fasilitas memastikan kegiatan belajar mengajar, penelitian hingga pengabdian masyarakat dapat berlangsung dengan optimal.

Jumlah mahasiswa (student body) yang banyak
Memiliki jumlah mahasiswa atau student body yang besar merupakan aset sumber daya pendukung. Mahasiswa berasal dari dari berbagai kota di seluruh Indonesia, mulai dari barat hingga timur Indonesia. Beberapa mahasiswa asing bergabung sebagai mahasiswa di Program Pascasarjana Fakultas Teknik dan kelas Internasional pada Program Studi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI International Class)serta melalui Program Dharmasiswa di Fakultas Industri Kreatif (FIK) khususnya di Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Kriya Tekstil dan Mode (KTM). Keseluruhan jumlah mahasiswa tersebut tersebar di 27 program studi yang ada di dalam Telkom University. Mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika dapat mendukung proses penelitian dan pengabdian masyarakat Telkom University.

Pendapatan Tuition Fee besar
Pada saat ini Telkom University didukung oleh pendanaan yang berasal dari Tuition Fee mahasiswa. Pendapatan ini bersifat tetap sehingga dapat mendukung keberlanjutan pembiayaan Telkom University. Disamping pendapatan tuition fee terdapat dana non-tuition fee yang berasal dari hibah penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat. Telkom University yang masih baru berdiri di tahun 2013 ini memiliki rencana jangka panjang yang akan memperbesar porsi dana yang berasal dari dana hibah penelitian melalui kerjasama dengan pemerintah lokal atau nasional, pihak swasta,dan perguruan tinggi lain yang berasal dari luar negeri.

Prestasi Mahasiswa berskala nasional dan internasional
Beberapa prestasi nasional dan internasional telah diberikan oleh mahasiswa untuk mengharumkan nama Telkom University di berbagai jenis kegiatan, mulai dari kegiatan yang bersifat keilmuan dan akademik hingga kegiatan ekstrakurikuler dan himpunan mahasiswa. Penghargaan yang diperoleh pada level Internasional diantaranya adalah Imagine Cup, Apicta, Cyber Defence Competition, Global Cyberlympics, dan International ICT Innovative Services Contest 2014 Taiwan .

80% dari total prodi di Tel-U terakreditasi A dan atau B
Pada saat ini, Telkom University memiliki 27 program studi, dengan 23 prodi terakreditasi A dan atau B. Program Studi yang berakreditasi A adalah D3 Teknik Informatika, D3 Teknik Telekomunikasi, S1 Teknik Industri, S1 Teknik Telekomunikasi, S1 Manajemen Bisnis dan Teknik Informatika, dan S2 Manajemen. Program Studi yang berakreditasi B adalah D3 Komputerisasi Akuntasi, D3 Manajemen Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Elektro, dan Telekomuniasi, S1 Akuntasi, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Ilmu Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Desain Interior, S1 Desain Produk, S1 Kriya Tekstil dan Mode, S1 Seni Rupa. S2 Teknik Elektro, dan S2 Teknik Informatika.

Lokasi dan aset tanah yang luas
Telkom University berada di lokasi yang strategis karena berada di kawasan yang akan berkembang (penduduk, ekonomi, dll). Pada saat ini kawasan pendidikan Telkom University telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aset tanah yang dimiliki pun cukup luas dan masih dapat dikembangkan untuk keperluan pendukung lainnya.

Bidang keahlian dosen dan kurikulum yang spesifik di bidang infokom
Bidang Infokom merupakan bidang keunggulan Telkom University yang dikenal oleh masyarakat dan industri jika mengingat Telkom University yang merupakan gabungan dari empat institusi yaitu : Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom. Institut Teknologi Telkom yang dulunya bernama STT Telkom adalah penyedia pekerja untuk perusahaan-perusahaan telekomunikasi bidang perekayasaan, melalui program studi Teknik telekomunikasi, Informatika dan Industri. Institut Manajemen Telkom memiliki program studi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika yang fokus pada bidang ilmu manajemen melayani sektor infokom. Demikian juga dengan sekolah vokasi politeknik Telkom menyediakan lulusan yang siap pakai oleh perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi. Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom adalah penyedia lulusan di bidang industri kreatif terkait dengan karya multimedia digital yang dihasilkan oleh mahasiswanya.Solusi yang relatif komplit dari keseluruhan ilmu perekayasaan, manajemen, seni rupa, desain hingga keahlian lainnya di bidang infokom dianggap dan diakui sebagai kekuatan Telkom University bagi masyarakat, pemerintah dan dunia industri.

 
NO KEKUATAN (Strengths)
1 Merek “Telkom” yang bernilai ekuitas tinggi di Indonesia
2 Reputasi alumni yang baik di mata industry
3 Fasilitas fisik yang lengkap
4 Prestasi mahasiswa berskala nasional dan internasional
5 Jumlah mahasiswa (student body) yang banyak
6 Pendapatan Tuition Fee besar
7 Lokasi dan aset tanah yang luas
9 Bidang keahlian dosen dan kurikulum yang spesifik bidang infokom

B. ANALISIS KELEMAHAN

Perbandingan antara infrastruktur (ruang kelas, perangkat,laboratorium, perpustakaan) dan mahasiswa belum seimbang
Penambahan jumlah mahasiswa juga harus didukung dengan infrastruktur dan faktor lainnya seperti halnya ruang kelas, perangkat, laboratorium, perpustakaan dan jumlah buku di dalamnya. Untuk mendukung proses pendidikan dan pengajaran hingga 2013, setelah penggabungan keempat perguruan tinggi dibawah YPT, dirasakan perlunya peningkatan infrastruktur akademik seperti ruang kelas, perangkat, laboratorium dan perpustakaan.

Kekurangan dosen untuk pengajaran dan penelitian
Pada saat ini, rasio dosen dan mahasiwa di Telkom University adalah 1:32. Rasio tersebut masih cukup tinggi dan belum sesuai dengan standar BAN-PT yaitu 1:23 untuk prodi eksakta dan 1:30 untuk prodi non eksakta. Rasio dosen dan mahasiswa 1:32 dapat diartikan bahwa Telkom University masih kekurangan dosen untuk melakukan pengajaran, proses bimbingan tugas akhir/skripsi, pengujian tugas akhir/skripsi dan proses bimbingan akademik.

Kegiatan pengajaran dan pembelajaran belum terstandarisasi dengan baik
Kegiatan pengajaran dan pembelajaran, khususnya di dalam kelas, masih belum memiliki standar yang baku. Nilai pencapaian mahasiswa pada setiap mata kuliah masih ditemukan belum menggambarkan kemampuan yang dirumuskan dalam tujuan mata kuliah tersebut.Survey mutu dosen pengajar yang dilakukan oleh mahasiswa juga masih berorientasi pada konsumen-produsen sehingga tidak tepat sasaran.

Belum memiliki sistem pengembangan SDM yang terstruktur
Sumber daya yang dimiliki oleh Telkom University meliputi semua civitas academica, dari dosen, tenaga pembantu akademik hingga mahasiswanya. Setiap unsur ini perlu untuk diperhatikan kemajuan dan perkembangannya sehingga masing-masing dapat mencapai kemampuan optimal bahkan maksimal dengan melakukan pemetaan jalur atau sistem pengembangan yang terstruktur dengan baik. Dosen sebaiknya memiliki rapor pengembangan talenta atau keahlian yang sesuai dengan keilmuan dan program studi yang dilayaninya sehingga pencapaian poin dan status tertentu dalam jabatan fungsional maupun jabatan struktural dosen dapat terukur. Hal yang sama dapat dilakukan pada mahasiswa maupun tenaga pembantu akademik.

Sumber pendanaan didominasi oleh Tuition Fee
Sekitar 90% pemasukan Telkom University adalah dari Tuition Fee, yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional pendidikan dan pengajaran. Hal ini dapat menyebabkan institusi masih kesulitan dalam mengembangkan/membangun fasilitas baru atau melakukan kegiaatan penelitian pengabdian kepada masyarakat. Pada suatu saat, pendapatan tuition fee tidak dapat lagi dikembangkan ketika biaya pendidikan yang harus dibayar mahasiswa sudah tinggi dengan jumlah kapasitas daya tampung mahasiswa sudah terlampaui.

Kurangnya jumlah hasil penelitian, inovasi dan komersialisasi
Salah satu sumber pendapatan non-tuition fee ( NTF) dapat diperoleh jika sebuah institusi berhasil mengkomersilkan hasil inovasi yang dimilikinya. Tetapi saat ini jumlah penelitian dan inovasi yang dihasilkan oleh Telkom University masih minimal. Ini ditunjukkan dengan angka serapan dana penelitian yang hanya mencapai rata-rata 40% dari dana penelitian, dan terutama penelitian yang dapat menghasilkan inovasi yang dapat dikomersilkan masih jarang ditemukan. Hasil-hasil penelitian masih berskala lab dan belum dapat dikomersialisasikan.

Rasio dosen lulusan S3 masih rendah
Ilmu pengetahuan dan tingkat keahlian di dalam sebuah institusi pendidikan akan mempengaruhi jumlah dan kualitas penelitian yang dihasilkannya serta kualitas keluaran atau lulusannya. Saat ini Telkom University didominasi oleh dosen lulusan S2 dari berbagai kampus di dalam dan luar negeri. Pengembangan kemampuan dosen, salah satunya adalah dengan mendorong dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S3 atau doktoral sehingga dosen akan lebih optimal dan fokus untuk mengembangkan dan menghasilkan keilmuannya sesuai dengan program studi yang dilayaninya. Tersedia banyak beasiswa untuk melanjutkan S3, baik yang berasal dari YPT maupun dari Dikti, dan sumber lainnya. Divisi SDM dapat mengatur dan memberikan informasi yang kontinu kepada dosen untuk mengambil kesempatan yang ada baik di dalam maupun di luar negeri.

Rasio dosen dengan JFA Lektor Kepala dan Guru Besar masih rendah
Dosen tetap merupakan aset institusi dalam memenuhi TriDharma Perguruan Tinggi. Saat ini skema pengembangan diri yang diadopsi oleh institusi adalah peringkat Jabatan Fungsional Akademik (JFA). Namun secara internal institusi belum memiliki program yang terstruktur untuk mengarahkan setiap dosen mencapai jenjang JFA tertinggi, yaitu Guru Besar. Saat ini di tahun 2013, Telkom University baru hanya memiliki 1 Guru Besar dan 24 Lektor Kepala (sekitar 4.5% dari total jumlah dosen). Target yang ingin dicapai adalah menambah guru besar dan jumlah lektor kepala mencapai 10% dari total jumlah dosen. Dosen dengan JFA Lektor Kepala dan Guru Besar adalah bagian dari sumber daya manusia di Telkom University yang diharapkan menjadi lokomotif dalam pengembangan universitas dalam hal penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat.

Kualitas dan perawatan sarana prasarana kurang bagus
Proses pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Telkom University memiliki berbagai macam fasilitas untuk mendukung kegiatan tersebut. Sebagai institusi yang fokus dalam bidang infokom, fasilitas tersebut sarat dengan perangkat teknologi yang memiliki daur yang pendek. Artinya Telkom University perlu memutakhirkan fasilitas tersebut dalam periode 2-3 tahun. Saat ini Telkom University masih belum memiliki program dalam merawat dan memperbaharui fasilitas dan infrastruktur yang dimilikinya.

Belum memiliki struktur organisasi yang teruji
Telkom University secara resmi dibentuk pada tahun 2013 dengan menggabungkan 4 institusi yang masing-masing telah memiliki struktur organisasi dan budaya organisasi yang berbeda. Peleburan keempat institusi ini membentuk struktur dan budaya organisasi yang baru, yang masih belum teruji keefektifannya dalam menyusun strategi institusi hingga melaksanakan program-program yang sudah direncanakan.

Kemampuan bahasa Inggris yang baik di antara dosen dan mahasiwa yang belum merata
Globalisasi memaksa setiap institusi pendidikan, termasuk Telkom University untuk melakukan internasionalisasi. Menjalin relasi atau berkompetisi dengan negara lain memerlukan kemampuan berkomunikasi dengan baik, dalam hal ini kemampuan dalam menggunakan bahasa inggris dengan baik. Kemampuan bahasa Inggris yang baik di antara dosen dan mahasiswa di Telkom University masih belum merata.

Mahasiswa baru sangat beragam (potensi, IQ, attitude, motivasi)
Proses seleksi mahasiswa baru idealnya bertujuan untuk memperoleh masukan mahasiswa baru dengan kualitas yang terbaik. Dalam hal ini perguruan tinggi swasta harus berkompetisi dengan perguruan tinggi negeri. Fakta di masyarakat menunjukkan bahwa prioritas utama bagi calon mahasiswa adalah masuk ke perguruan tinggi negeri. Dampak dari hal tersebut adalah perguruan tinggi swasta memiliki komposisi mahasiswa baru yang sangat beragam, baik dalam hal potensi, IQ, attitude serta motivasi. Dalam tata kelola pengajaran, keberagamaan mahasiswa didik menjadi kendala tersendiri bagi pengajar karena harus memiliki sistem yang cukup fleksibel dalam menangani semua kondisi tersebut.

Belum memiliki sistem tata kelola yang baik (tata pamong, tata nilai, tata laksana program)
Menjalankan organisasi dengan ukuran yang besar memerlukan tata kelola yang baik. Telkom University sebagai institusi baru masih belum memiliki sistem tata kelola yang baik, termasuk tata pamong, tata nilai, dan tata laksana program.

 

NO KELEMAHAN (Weaknesses)
1 Perbandingan antara infrastruktur (ruang kelas, perangkat,lab, perpus) dan mahasiswa belum seimbang
2 Kekurangan dosen untuk pengajaran dan penelitian
3 Kegiatan pengajaran dan pembelajaran belum terstandarisasi dengan baik
4 Belum memiliki sistem pengembangan SDM yang terstruktur
5 Sumber pendanaan didominasi oleh Tuition Fee
6 Kurangnya jumlah hasil penelitian, inovasi dan komersialisasi
7 Rasio dosen lulusan S3 masih rendah
8 Rasio dosen dengan JFA Lektor Kepala dan Guru Besar masih rendah
9 Kualitas dan perawatan sarana prasarana kurang bagus
10 Belum memiliki struktur organisasi yang teruji
11 Kemampuan bahasa Inggris yang baik di antara dosen dan mahasiswa yang belum merata
12 Mahasiswa baru sangat beragam (potensi, IQ, attitutde, motivasi)
13 Belum memiliki sistem tatakelola yang baik (tata pamong, tata nilai, tata laksana program)

C. ANALISIS PELUANG

Kekuatan dan kelemahan merupakan faktor-faktor internal yang dimiliki oleh Telkom Unviersity yang dapat digunakan untuk bahan pengembangan pada empat tahun berikutnya. Disamping itu, terdapat faktor-faktor eksternal yang dapat menjadi peluang untuk pengembangan Telkom University. Beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Telkom Unviersity adalah sebagai berikut:

Peraturan Presiden mengenai KKNI
Peraturan Presiden No 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) membahas peran pemerintah dalam peningkatan mutu sumber daya manusia nasional berbasis KKNI yang dilakukan dengan merefleksikan antara capaian pembelajaran (learning outcomes) yang diperoleh seseorang melalui jalur pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja dan pembelajaran mandiri sehingga terbentuk sistem penilaian kesetaraan dan pengakuan kualifikasi antara sumberdaya manusia Indonesia dan negara asing di tahun 2016 menyambut masa komunitas ekonomi ASEAN

Strategi Nasional (MP3EI)
Strategi nasional (MP3EI) juga turut mendukung dan dijadikan acuan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Telkom University. Salah satu komponen dalam MP3EI adalah peningkatan daya saing masyarakat Indonesia. Terdapat banyak program dari pemerintah untuk mengimplementasikan komponen ini. Telkom University memiliki peluang yang luas untuk berperan serta dalam peningkatan daya saing bangsa melalui program peningkatan sumber daya manusia yang dikelola di Telkom University.

Kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri
Kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri yang telah dijalin sebelumnya oleh fakultas-fakultas yang dimiliki saat ini semakin banyak dan berasal dari berbagai negara. Telkom University memberikan perhatian khusus untuk hal ini dengan memiliki unit khusus di bawah Wakil Rektor 3 yang menangani hubungan dan kerjasama internasional. Saat ini telah memiliki kerjasama dengan RMIT dan TU Berlin.

Peluang penyerapan tenaga kerja cukup tinggi
Kondisi penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi merupakan peluang yang harus direspon dengan baik dengan memastikan lulusan Telkom University memenuhi persyaratan yang dituntut oleh pihak industri sebagai employer. Program magang atau internship adalah salah satu peluang untuk memahami kebutuhan industri untuk lulusan yang akan mereka cari dan gunakan, baik yang bersifat softskills maupun hardskills dari calon lulusan.

Beasiswa sekolah untuk mahasiswa S1, S2, S3 dan untuk melanjutkan sekolah
Beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bahkan hingga level doktor banyak diberikan oleh Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemenristekdikti, maupun pemeritah dan institusi dari negara lain. Informasinya pun tersedia dan dengan mudah didapatkan melalui website Kemenristekdikti, dan melalui badan-badan khusus dan kedutaan negara yang ditunjuk oleh negara-negara asing untuk melakukan penyebaran informasi beasiswa di Indonesia. Kesempatan ini harus digunakan sebaik mungkin untuk mengembangkan pendidikan dan kompetensi dosen sehingga kontribusi mereka ke mahasiswa akan semakin banyak dan bervariasi.

Dana hibah untuk penelitian dan publikasi tersedia banyak
Ketersediaan dana hibah untuk penelitian dan publikasi tersedia banyak saat ini, terutama yang disediakan oleh pihak pemerintah Republik Indonesia. Dana hibah penelitian dari pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Tinggi di Kemenristekdikti tersedia bagi dosen bahkan mulai dari mereka yang belum memiliki jabatan fungsional namun telah memiliki NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional). Dana penelitian yang diberikan bersifat individual maupun berkelompok dibuktikan dengan Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi &Bisnis yang telah mendapatkan dana hibah tersebut, baik individual maupun kelompok.

Kerjasama internship mahasiswa dengan Telkom Group
Kerjasama dengan pihak industri telekomunikasi telah dilakukan, khususnya dengan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk atau dikenal dengan nama Telkom. Telkom telah menggunakan dana CSR nya untuk mendirikan Yayasan Pendidikan Telkom sebagai yayasan pendiri Telkom University. Saat ini terdapat kemudahan yang sangat baik untuk mahasiswa Telkom University untuk melakukan magang (internship) di setiap lini bisnis Telkom yang sesuai dengan program studi dan konsentrasi keilmuan mereka.

Kerangka Strategic Telkom CoE (Center of Excellance)
Telkom University merupakan bagian dari kerangka bisnis dari PT Telkom, Tbk sebagai salah satu dari Center of Excellence mereka. Kondisi ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk memiliki kerjasama yang lebih banyak dan beragam yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik itu melalui dukungan dana dan/atau penelitian/riset. Sinergi ini dapat memberikan perspektif yang baik untuk melihat masa depan dari dunia pendidikan dan perusahaan.

Angka partisiapasi kasar pendidikan tinggi masih rendah
Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah angka yang menunjukan jumlah keikutsertaan masyarakat pada satu jenjang pendidikan. APK untuk pendidikan tinggi di Inonesia masih rendah yaitu sekitar 17%. Hal ini merupakan peluang yang harus diambil oleh Telkom University dalam penyediaan jasa edukasi yang dapat melayani masyarakat dengan berbagai jenis program studi yang disediakan, bahkan jenjang pendidikan yang dituju dan sertifikasi yang bertaraf nasional.

NO KESEMPATAN (Opportunities)
1 Renstra Kemendiknas mengenai KKNI
2 Dukungan dan kepercayaan industri untuk lulusan berkualitas dan kampus ternama
3 Strategi nasional (MP3EI) sebagai acuan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia
4 Kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri
5 Beasiswa sekolah untuk mahasiswa S1, S2, S3 dan untuk dosen melanjutkan sekolah
6 Dana hibah untuk penelitian dan publikasi tersedia banyak
7 Kerangka Strategic Telkom CoE
8 Peluang penyerapan tenaga kerja cukup tinggi
9 Regulasi pemerintah tentang pembatasan outsourcing bidang IT
10 Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi masih rendah
11 Kerjasama internship mahasiswa dengan Telkom Group
12 Kerjasama yang baik dengan pemerintah regional dan nasional

D. ANALISIS ANCAMAN

Disamping peluang, kondisi eksternal juga dapat mempengaruhi dan menjadi ancaman terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Telkom University. Beberapa kondisi yang dapat menjadi ancaman bagi Telkom University adalah sebagai berikut :


Perubahan kebijakan dan UU edukasi oleh pemerintah
Perubahan peraturan atau Undang-Undang yang berkaitan dengan pendidikan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia tidak dapat dielakkan dan harus dilakukan. Perubahan sistem KKNI, standarisasi jabatan fungsional dosen dan lain sebagainya bukanlah masalah jika dalam sistem pengajaran dan pembelajaran sudah mengikuti standar-standar yang ditetapkan oleh Pemerintah karena perubahan yang terjadi tidaklah terlalu besar.

Tren penurunan industri telekomunikasi
Telkom University menjadikan telekomunikasi sebagai kompetensi utamanya. Dua dekade terakhir, telekomunikasi masih menjadi tren. Saat ini tren industri telekomunikasi semakin menurun dan berubah ke arah internet on things. Kondisi yang dimaksud adalah teknologi telekomunikasi semakin tidak lepas dan mengandalkan internet untuk pengembangan topik-topik pengajaran, pembelajaran dan penelitian. Learning outcome dari lulusan mahasiswa Telkom University diarahkan untuk dapat memanfaatkan hal tersebut sehingga lebih tepat guna dan teraplikasi.

Program pendidikan jarak jauh universitas sejenis yang ternama
Program pendidikan jarak jauh yang sekarang sedang menjadi tren dan pengembangan yang semakin banyak di bidang edukasi di Indonesia juga turut memberikan kesempatan sekaligus ancaman. Beberapa kampus lain, baik negeri maupun swasta yang memiliki keunggulan kompetitif di bidang infokom sebagai sumber yang memampukan program pendidikan jarak jauh dapat dilakukan dengan baik, efektif dan efisien, seperti misalnya Universitas Bina Nusantara (Binus), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan beberapa kampus lainnya.

Kerjasamapembukaan kampus baru oleh kampus lain di Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri
Kompetisi juga melebar hingga menjalin kerjasama dengan berbagai universitas dalam dan luar negeri. Beberapa bentuk kerja samanya berupa pendidikan double degree, seperti yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada untuk lulusan Magister Manajemen yang bekerjasama dengan universitas luar negeri yang memberikan gelar Magister Administrasi Bisnis untuk program tersebut. Telkom University melalui Wakil Rektor 3 bidang Kerjasama Internasional sedang berupaya untuk melakukan dan membuat kerjasama dengan kampus-kampus lain di luar negeri. Cara pandang masyarakat Indonesia yang masih menganggap tinggi lulusan luar negeri adalah cara untuk memenangkan kompetisi baik untuk perekrutan mahasiswa baru maupun untuk perekrutan lulusan oleh dunia industri.

Kemunculankampus-kampus baru dengan kompetensi tinggi dan fokus serta dukungan finansial yang kuat
Untuk skala yang lebih luas yaitu skala nasional, banyak terdapat kemunculan universitas baru yang semakin fokus dalam penyajian kurikulum dan nama program studinya, dan tentunya didukung oleh tenaga pengajar berkualitas terbaik berstandar Doktor dan lulusan dari kampus-kampus di luar negeri. Distinction yang dilakukan ini membuat mereka tidak berada dalam persaingan yang terjadi saat ini. Hal tersebut dapat digunakan untuk memikirkan ulang fokus atau distinction serta perubahan ekonomi dan teknologi dengan mewajibkan tiap program studi didalam Telkom University untuk mempersiapkan lulusannya yang dapat diserap industri di masa ini dan mendatang.

Universitasnegeri membuka lebih banyak jumlah rekrutmen mahasiswa baru untuk prodi-prodinya
Untuk mendukung dana operasionalnya, beberapa perguruan tinggi negeri juga memberlakukan strategi finansial dengan menambah jumlah mahasiswa yang diterima pada program studi yang telah tersedia dan bahkan membuka program studi baru dengan jenjang pendidikan yang baru dan belum tersedia sebagai wahana untuk menambah mahasiswa. Merek perguruan tinggi negeri yang dianggap “lebih baik” masih menjadi preferensi calon mahasiswa baru untuk melanjutkan studi.

Kerjasama pembukaan kampus baru oleh kampus lain di Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri
Beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta melakukan kerjasama untuk membuka program studi baru atau melakukan kebijakan “double-degree” untuk program studi yang telah ada dengan pihak universitas dari luar negeri. Universitas luar negeri melihat pasar Indonesia sebagai pasar potensial mahasiswa dengan memperluas penambahan mahasiswa melalui kerjasama dengan kampus-kampus nasional yang secara merek, kualitas dan ekuitas mereknya sudah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia.

Lalu lintas bebas tenaga kerja berkeahlian (Free flow of skilled labour) akibat MEA
Menjelang MEA 2015 yang membebaskan tenaga asing untuk bekerja di Indonesia, dan tenaga kerja Indonesia yang akan dengan bebas bekerja di negara-negara ASEAN merupakan hal atau isu kompetisi kompetensi calon tenaga kerja. Lulusan luar negeri dengan standar dan keahlian maupun keilmuannya dianggap memiliki kemampuan lebih baik dari lulusan dalam negeri, baik oleh masyarakat maupun industri sebagai pengguna (employer). Mempersiapkan calon lulusan yang dapat bersaing dengan standar yang juga digunakan oleh kampus-kampus di Negara ASEAN merupakan keuntungan kompetitif yang dapat dipakai oleh kampus nasional di Indonesia.

Penurunan perekonomian nasional
Kondisi perekonomian Indonesia yang 90% masih mengandalkan industri berukuran besar dan perusahaan-perusahaan multinasional masih sangat dipengaruhi oleh perubahan ekonomi global. Resesi ekonomi global turut serta mempengaruhi Indonesia, terutama yang berakibat pada penurunan perekonomian nasional. Biaya edukasi untuk pendidikan tinggi yang relatif tinggi dan senantiasa naik setiap tahunnya juga turut berpengaruh terhadap penurunan tersebut. Dengan adanya penurunan ini, peminat atau calon mahasiswa baru pun menjadi berkurang. Universitas swasta relatif lebih mahal dalam angka tuition fee sehigga tidak preferable dibanding kampus negeri.

                                                                               

NO ANCAMAN
1 Perubahan kebijakan dan UU edukasi oleh pemerintah
2 Tren penurunan industri telekomunikasi
3 Kondisi persaingan dari kampus negeri, swasta dan luar negeri yang kompetitif
4 Kemunculan kampus-kampus baru dengan kompetensi tinggi dan fokus serta dukungan finansial yang kuat
5 Universitas negeri membuka lebih banyak jumlah rekrutmen mahasiswa baru untuk prodi-prodinya
6 Kerjasama pembukaan kampus baru antara kampus lain di Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri
7 Masuknya tenaga kerja asing akibat Komunitas Ekonomi ASEAN
8 Program Pendidikan Jarak Jauh universitas sejenis yang ternama
9 Penurunan perekonomian nasional


E. KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG DAN ANCAMAN

Berikut ini secara kesulurahan posisi Telkom University dilihat dari keemapat sudut pandang.

                                                                                                                                       

KEKUATAN KELEMAHAN
  Merek “Telkom” yang bernilai ekuitas tinggi di Indonesia   Perbandingan antara infrastruktur dan mahasiswa belum seimbang
  Reputasi alumni yang baik di mata industry   Kekurangan jumlah dosen untuk pengajaran dan penelitian
  Fasilitas fisik yang lengkap   Kegiatan pengajaran dan pembelajaran belum terstandarisasi dengan baik
  Prestasi mahasiswa berskala nasional dan internasional   Belum memiliki sistem pengembangan SDM yang terstruktur
  Jumlah mahasiswa (student body) yang banyak   Sumber pendanaan didominasi oleh Tuition Fee
  Lokasi dan aset tanah yang luas    Kurangnya jumlah hasil penelitian dan inovasi
  Jumlah mahasiswa (student body) yang banyak   Rasio dosen lulusan S3 masih rendah
  80% dari total prodi di Tel-U terakreditasi A atau B   Rasio dosen dengan JFA Lektor Kepala dan Guru Besar masih rendah
  Kurikulum yang spesifik bidang infokom   Kualitas dan perawatan sarana prasarana kurang bagus
  Bidang keahlian dosen spesifik infokom   Belum memiliki struktur organisasi yang teruji
    Kemampuan bahasa Inggris yang baik di antara dosen dan mahasiswa yang belum merata 
  Mahasiswa baru sangat beragam (potensi, IQ, attitude,  motivasi)
  Belum memiliki sistem tatakelola yang baik (tata pamong, tata nilai, tata laksana program)
PELUANG ANCAMAN
Renstra Kemendiknas mengenai KKNI Perubahan kebijakan dan UU edukasi oleh pemerintah
Dukungan dan kepercayaan industri untuk lulusan berkualitas dan kampus ternama Tren penurunan industri telekomunikasi
         

Strategi nasional (MP3EI) sebagai acuan peningkatan   kualitas pendidikan Indonesia

Kondisi persaingan dari kampus negeri, swasta dan luar negeri yang kompetitif
Kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi luar negeri Kemunculan kampus-kampus baru dengan kompetensi tinggi dan fokus serta dukungan finansial yang kuat
Beasiswa sekolah untuk mahasiswa S1, S2, S3 dan untuk dosen melanjutkan sekolah Universitas negeri membuka lebih banyak jumlah rekrutmen mahasiswa baru untuk prodi-prodinya
Dana hibah untuk penelitian dan publikasi tersedia banyak Kerjasama pembukaan kampus baru antara lokal Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri
Kerangka Strategic Telkom CoE Masuknya tenaga kerja asing akibat Komunitas Ekonomi
VI SASARAN STRATEGIS

Sasaran strategis adalah target terukur yang menjadi indikator acuan pencapaian rencana strategis. Sasaran strategis disusun berdasarkan Visi, Misi, TuJuan Telkom University dan tantangan dari lingkungan saat ini dan masa depan serta atas dasar pertimbangan kondisi sumber daya dan infrastruktur Telkom University. Berikut ini alternatif tiga sasaran strategis yang dapat dicapai selama periode tahun 2014-2018 (menggunakan tool matriks TOWS)
A. Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy)
      a.    Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian
      b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen dan mahasiswa
      c. Internasionalisasi sistem pendidikan jarak jauh
      d. Mengembangkan sistem pembelajaran, kurikulum dan aturan akademik yang berkualitas
      e. Mengembangkan prodi baru dan program-program pendidikan non-degree
B. Strategi Perbaikan Kualitas (Quality Improvement Strategy)
      a. Mendorong peningkatan kegiatan penelitian multi disiplin
      b. Menyediakan sertifikasi bagi industri kecil menengah
      c. Mengembangkan Sumber Daya Manusia secara terstruktur (kurikulum SDM)

C. Strategi Governansi (Governance Strategy)
      a. Mengembangkan dan melakukan diversifikasi sumber pendanaan
      b. Menjalin kerjasama untuk meningkatkan benefit lembaga
      c. Menyediakan peluang kerjasama industri dalam hal penyediaan tenaga kerja
      d. Menyediakan sumber-sumber pendanaan untuk beasiswa
      e. Mengembangkan sistem pemasaran dan sistem komunikasi eksternal hingga ke level Asia.
      f. Menyediakan kesempatan fasilitas bersama dengan industri dan perguruan tinggi luar negeri
      g. Reformasi struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) menjadi lebih agile

Keseluruhan strategi dan program kerja tersebut di atas akan dituangkan dalam tool peta strategis untuk membantu menggambarkan keterkaitan dan pendukung untuk terlaksananya objektif dan tujuan perencanaan strategis Telkom University dengan penekanan strategis pada Transformation(T), Quality (Q) dan Networking (N).

Transformation (T) adalah langkah penyelesaian terhadap seluruh proses transformasi sebagai konsekuensi dari penggabungan empat institusi menjadi Telkom University. Transformasi yang dimaksud mencakup transformasi organisasi, budaya, kepemimpinan dan sumber daya.

Quality (Q) adalah proses peningkatan kinerja yang meliputi tata kelola, manajemen, sumber daya, dan akademik.

Networking (N) adalah upaya peningkatan jejaring kerjasama mencakup mitra dalam negeri dan luar negeri untuk mengangkat reputasi Telkom University pada level dunia.

===========

VII. PETA STRATEGIS

Peta strategis adalah sebuah kerangka yang digunakan untuk mendokumentasikan tujuan-tujuan strategi utama yang akan dicapai oleh Telkom University dan manajemennya. Selain itu, digunakan juga untuk mengkomunikasikan konteks dan mengilustrasikan dasar-dasar bagi pemangku keputusan manajerial untuk melakukan subset yang tersedia ukurannya dalam pengimplementasian strategi. Adapun yang menjadi value proposition yang dominan ingin dicapai dan diimplementasikan adalah menjadi “Knowledge Enterprise as Brand”. Nilai ini menyatakan bahwa Telkom University adalah pusat dan penghasil ilmu pengetahuan dari civitas akademikanya yang hasil karya penelitian dan inovasinya dapat diimplementasikan, dan dikomersialisasikan. A. STRATEGI PERTUMBUHAN (Growth Strategy) Alternatif strategi yang diterjemahkan ke dalam peta strategis dengan menggunakan 4 perspektif yaitu: perspektif keuangan dan perspektif konsumen mengenai apa saja yang ingin dicapai, perspektif proses internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dijadikan sebagai rencana yang harus dilakukan untuk mencapai poin-poin pada perspektif finansial dan konsumen. Strategi pertumbuhan tersebut meliputi sasaran-sasaran berikut. a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen dan mahasiswa c. Internasionalisasi sistem pendidikan jarak jauh d. Mengembangkan sistem pembelajaran, kurikulum dan aturan akademik yang berkualitas e. Mengembangkan prodi baru dan program-program pendidikan non-degree • A.1 Perspektif Keuangan Dari perspektif finansial, strategi pertumbuhan menuntut pertumbuhan dari segi pembelajaran yang dilakukan dari semua program studi yang dimiliki oleh Telkom University. Hingga akhir tahun 2013, Telkom University memiliki 4 fakultas (Fakultas Teknik) dan 27 program studi yang beragam serta jenjang pendidikan dari D3, S1, dan S2. Pertumbuhan pembelajaran selain dari yang telah dilakukan dengan penggabungan 4 fakultas yang ada sekarang, juga didukung oleh penambahan jumlah program studi (prodi) yang baru dan penambahan kehadiran secara nasional melalui pembukaan kampus-kampus nasional Telkom University diluar Kampus di Kota Bandung. Penambahan prodi baru. Penambahan program studi baru dapat berarti penambahan mahasiswa baru (student body) dengan kebutuhan dan keterkaitan dengan prodi yang ditawarkan yang juga berarti peningkatan tuition fee. KKNI yang dikeluarkan oleh pemerintah memberikan arahan dan panduan yang komplit untuk pembeda jenjang pendidikan dari D1, D2, D3, D4, S1, S2, S3 dan non gelar. Masih terbuka banyak pilihan bagi pembukaan berdasarkan kebutuhan/peminatan tertentu maupun jenjang pendidikan yang masih tersedia dari versi gelar dan non gelar (sertifikasi). Program Studi baru yang direncanakan akan dibuka mencakup : • D4 Teknik Mekatronika (2015) • D4 Sistem Multimedia (2015) • D4 Keuangan Perbankan (2015) • D4 MICE /Meeting, Incentive, Conference & Exhibition (2016) • S1 Manajemen Desain (2015) • S1 Media Digital Kreatif (2015) • S1 Advertising (2016) • S1 Manajemen Teknik (2016) • S1 Teknologi Informasi (2015) Penambahan kampus-kampus nasional Telkom University. Untuk pembukaan kampus-kampus nasional memungkinkan untuk dilakukan karena dikaitkan dengan aset tetap (gedung dan tanah) dan peminat masyarakat dengan merek “Telkom” yang sudah dikenal baik oleh mereka. Kampus Nasional Telkom University yang akan tersebar di kota-kota besar Indonesia dapat dijadikan tempat layanan untuk konsumen yang tidak memilih untuk keluar dari kotanya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi • A.2 Perspektif Konsumen Diversifikasi prodi baru yang berasal dari sinergi kekuatan yang dimiliki. Penambahan prodi baru akan relatif lebih mudah dilakukan jika berasal dari sinergi yang dibangun dari kekuatan yang dimiliki saat ini, misalnya membangun prodi baru yang berasal dari prodi yang sudah ada tetapi dengan subjek keilmuan yang dianggap dapat menjadi prodi dengan Learning Outcome yang berbeda dengan induknya. Prodi baru juga dapat berasal dari kombinasi yang mengintegrasikan prodi-prodi yang dimiliki saat ini, seperti Prodi Engineering Management, yang mengintegrasikan antara kekuatan di prodi bisnis dan prodi teknik tertentu yang memiliki pangsa pasar di masyarakat dan industri (employer) yang membutuhkannya sekarang dan di masa depan. Pengembangan pasar pembelajaran. Pengembangan pasar pembelajaran pada Telkom University dapat dilakukan salah satunya dengan cara menambah jumlah prodi baru dan kampus-kampus nasional di kota-kota besar di Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan mengakuisisi kampus-kampus yang dimiliki oleh YPT yang berada di kota-kota selain Bandung, dengan fokus keilmuan yang dibutuhkan oleh daerah tersebut maupun industri lokal yang terdapat disana. • A.3 Perspektif Internal Perspektif proses internal mendukung dan memastikan program kegiatan dan tujuan yang disebutkan pada perspektif konsumen dapat berlangsung dengan baik. Beberapa program yang mendukung diversifikasi prodi baru dan pengembangan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara meningkatkan rasio penerimaan mahasiswa baru, terutama seleksi penerimaan calon mahasiswa dari sekolah-sekolah menengah terbaik di kota-kota besar Indonesia dan persaingan dalam mendapatkan mahasiswa internasional. Rekrutmen calon mahasiswa terbaik. Rekrutmen calon mahasiswa terbaik diselenggarakan di sekolah menengah atas yang juga berkualitas terbaik. Fungsi perekrutan mahasiswa terbaik dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih aktif dan lebih berinisiatif dalam proses maupun hasil kreatifitas yang dimunculkannya. Perekrutan mahasiswa dari sekolah menengah terbaik dapat dijadikan komunikasi pemasaran yang baik terhadap masyarakat yang mengindikasikan kualitas Telkom University yang baik. Kompetisi mahasiswa internasional. Memiliki beberapa kelas internasional adalah salah satu wacana memasuki standar kampus berskala internasional, dan saat ini banyak kampus negeri maupun swasta yang membuka kelas-kelas internasional. Banyak ekspatriat yang memiliki dan melakukan bisnis di Indonesia yang membawa keluarganya. Mereka adalah target pasar yang dapat direkrut untuk menjadi mahasiswa di kelas internasional yang dimiliki oleh Telkom University. Peningkatan rasio seleksi penerimaan mahasiswa. Seleksi penerimaan mahasiswa menunjukkan hasil ujian penerimaan mahasiswa baru untuk soal-soal standar yang sama dipakai untuk SNMPTN. Selain itu juga dilakukan uji intelektualitas (IQ) dan kemampuan calon mahasiswa untuk bertahan di pendidikan tinggi. Selain itu, uji minat dapat membantu mahasiswa dalam kisaran yang ditetapkan yang diharapkan dapat berkontribusi untuk mengisi prodi-prodi baru yang akan dibuka dan mengembangkan pasar pembelajaran. • A.4 Perpektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Bagaimana cara menarik calon mahasiswa terbaik, mahasiswa internasional dan kisaran seleksi yang diinginkan adalah dengan memberikan program-program kerja dan penawaran yang memastikan mereka mendapatkan benefit maksimal/optimal dari segi keilmuan, penelitian maupun pengalaman. Promosi untuk internasionalisasi berupa program-program kerja/kegiatan yang mendukung hal-hal tersebut di atas dapat terjadi melalui: - Global internship – magang global - Bilingual teaching & learning – pengajaran dan pembelajaran bilingual, yaitu dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa, baik tulisan maupun percakapan. - Sandwich program - Dharma siswa - Student exchange – pertukaran mahasiswa, sekarang sudah dilakukan dan akan dikembangkan ke lebih banyak universitas di dunia dari jumlah yang ada sekarang. - Dual degree – program dua gelar antara Tekom University dengan universitas lain. - Joint program – program bersama antara Tel-U dengan universitas lain. - Lecture exchange – pertukaran dosen sesuai keilmuannya di universitas dalam dan luar negeri untuk menambah pemahaman dan pengetahuan barunya. B. STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS (Quality Improvement Strategy) Strategi perbaikan kualitas meliputi sasaran berikut ini: a. Mendorong peningkatan kegiatan penelitian multi disiplin b. Menyediakan sertifikasi bagi industri kecil menengah c. Mengembangkan Sumber Daya Manusia secara terstruktur (kurikulum SDM) • B.1 Perspektif Keuangan Untuk melakukan peningkatan kualitas terdapat dua strategi yang dilakukan dari sisi keuangan, yaitu diversifikasi sumber pendapatan serta peningkatan pendapatan dengan memaksimalkan sumber daya manusia. Sumber pendapatan utama Telkom University saat ini masih didominasi oleh Tuition Fee. Pertumbuhan pendapatan signifikan akan dicapai dengan meningkatkan jumlah pendapatan dari sektor ini. Tetapi struktur pendapatan yang didominasi oleh tuition fee akan menjadi kendala bagi instutusi pendidikan jika institusi tersebut ingin melakukan investasi atau pengembangan aset fisik, seperti laboratorium atau fasilitas ruangan kelas. Sebagai institusi pendidikan, sumber potensial untuk melakukan diversifikasi pendapatan adalah dengan melakukan komersialisasi sumber daya manusia, yaitu tenaga pengajar (atau tenaga ahli) yang dimilikinya. Komersialisasi ini dapat terjadi dengan baik jika kompetensi dan ekspertis dari tenaga ahli tersebut teruji di pasar serta diakui oleh industri.Untuk itu tenaga pengajar perlu meningkatkan kualitas keilmuan serta ‘brand’ yang dimilikinya dengan terlibat langsung ke dalam industri di sekitarnya. • B.2 Perspektif Konsumen Pada perspektif pelanggan, ada tiga strategi utama untuk mendukung strategi finansial yang telah dinyatakan pada bagian sebelumnya, yaitu membuka layanan konsultasi, mengembangkan kompetensi yang berorientasi industri serta menyediakan pendidikan non-formal. Salah satu cara bagi tenaga ahli agar dapat memiliki akses kepada industri adalah dengan menyediakan layanan konsultansi. Layanan ini dapat digunakan bagi tenaga ahli sebagai cara untuk mengakses data atau mengaplikasikan secara nyata solusi yang diperoleh dari hasil penelitian. Dukungan dari institusi dalam bentuk kesempatan atau legalitas diharapkan dapat mendorong setiap tenaga pengajar menyediakan layanan konsultansi sesuai dengan bidangnya.