30 Nov 2018

ASEAN IVO Forum 2018, Penanggulangan Bencana Alam

JAKARTA, Telkom University –  Negara-negara ASEAN salah satunya Indonesia sebagai negara yang terletak didalam “Ring of Fire”  atau dengan kata lain rentan akan bencana alam mengharuskan masyarakat Indonesia harus selalu waspada terhadap bencara alam yang akan dihadapi.

Mengingat hal tersebut ICT Virtual Organization of ASEAN Institutes dan NICT Jepang (ASEAN IVO) menggelar acara ASEAN IVO Forum 2018 yang berlangsung pada 27 November 2018 di Grand Ballroom Sari Pasific, Jakarta.

ASEAN IVO merupakan kerjasama untuk pengembangan riset antara NICT Jepang dengan lembaga-lembaga riset dari 10 Negara di ASEAN. Pada penyelenggaran ASEAN IVO Forum 2018 ini Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Telkom University (Tel-U) dibawah Research Center for ICT Business and Public Policy sebagai tuan rumah acara tersebut di Indonesia.

ASEAN IVO sendiri merupakan aliansi global institut dan universitas di kawasan ASEAN dan Jepang yang fokus pada penelitian dan pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Misi ASEAN IVO adalah untuk mencari dan mengidentifikasi bidang penelitian TIK strategis di kawasan ASEAN dan mendukung proyek-proyek kolaboratif di dalamnya, mempromosikan aliansi internasional antara universitas dan lembaga penelitian di kawasan ASEAN dan Jepang. Proyek kolaboratif bertujuan untuk mengatasi tantangan umum seperti keterbatasan komunikasi di daerah pedesaan dan situasi bencana, hambatan bahasa, keamanan jaringan, energi, infrastruktur, pertanian, dan lain-lain.

Menurut Vice President NICT Jepang Dr. Fumihiko Tomita acara ini penting adanya guna peningkatan dan pemanfaatan TIK untuk mencegah disaster mitigation.

“Melalui forum ini juga kita meningkatkan perhatian kita terhadap bencana alam yang ada di sekitar kita, karena baik Indonesia dan Jepang, negara-negara di ASEAN pun memilki masalah bencana alam yang sama, oleh karena itu kolaborasi dalam forum ini sangat penting bagaimana kita memanfatkan TIK untuk penanggulangan bencana alam.” Ucapnya.

Rektor Telkom University Prof. Adiwijaya dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Telkom University siap untuk membantu pengembangan TIK dalam pemanfaatan disaster mitigation and environment protections, karena Telkom University sebagai kampus yang fokus dalam bidang TIK.

“Sesuai dengan amanat dari President Republik Indonesia Joko Widodo kami (Tel-U) sedang dalam proses rehabilitasi citarum harum, saat ini kami mencoba mengusulkan sistem pemantauan berbasis IOT (Internet of Things) menggunakan jaringan sensor. Kami berharap bahwa jika sistem telah berjalan di masa depan, kami dapat memantau dan mengontrol sungai dan kualitas air dengan mudah dan lebih murah.” Ucapnya.

Prof. Adiwijaya juga berharap dari forum ini banyak peneliti-peneliti dari ASEAN yang siap untuk membantu Telkom University dalam rehabilitasi Citarum Harum.

“Besar harapan saya dari peneliti yang hadir dalam forum ini bisa ambil bagian untuk melakukan penelitian atau proyek dalam rehabilitasi Sungai Citarum ini, karena hal ini akan sangat membantu kita dalam melestarikan lingkungan dan dunia, karena sebaik-baiknya perkembangan ilmu pengetahuan adalah yang bermanfaat bagi keberlangsungan hidup manusia.” Tutupnya.

Previous Article Next Article