13 Nov 2018

Bandung Creative Movement 2018: Bagaimana Pegiat Kreatif, Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Saat ini kita hidup di era revolusi industri 4.0, hal tersebut menimbulkan disrupsi secara menyeluruh di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Menanggapi fenomena tersebut, Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University, menggelar konferensi internasional bertajuk 5th Bandung Creative Movement (BCM) 2018 dengan tema Challenge and Opportunities in Art, Design, Technology, Society, and Environment.

Event yang berlangsung pada Senin, (12/11) di El Royale Hotel, Kota Bandung tersebut diresmikan oleh Wakil Rektor 3 Bidang Admisi, Kerjasama Internasional, dan Karir, Dr. Dida Diah Damajanti, ST.,M.Eng.Sc. Pada sambutannya, beliau berharap konferensi internasional ini membuka wawasan agar Desain dan Seni bisa di integrasikan ke dalam penelitian, komunitas, khususnya sektor industri, “Saat ini sudah terkumpul 150 abstrak yang di submit para peserta untuk di presentasikan pada Parallel Session.” ungkap Dida.

Bisa dikatakan, BCM 2018 menjembatani sektor seni, budaya, dan kreatifitas dengan revolusi industri 4.0. Sehingga kita yang berkecimpung didalamnya dapat menemukan kemungkinan-kemungkinan baru melalui kreatifitas dan inovasi sebagai kata kuncinya. Konferensi internasional ini membuka kesempatan bagi para akademik dan peneliti untuk memahami bidang industri kreatif seperti apa untuk menjawab tantangan di industri 4.0.

Ketua Konferensi yang juga menjabat sebagai Dekan FIK, Dr. Didit Widiatmoko,Drs.,MSn., menyambut segala tantangan dan kesempatan yang ada pada era industri 4.0. Menurutnya, para pegiat industri kreatif termasuk didalamnya seni, budaya, dan kreatifitas harus mampu mengikuti percepatan teknologi saat ini. Salah satunya melalui inovasi berkelanjutan.

Sehingga tepat rasanya jika BCM 2018 ini mengundang para pembicara yang memang fokus pada topik tersebut, seperti: Senior Vice President of Media and Digital Business Department PT. Telkom Indonesia, Joddy Hernady; Human-Computer Interaction, Entertainment Computing and Applied Computer Vision Researcher Saxion University, Dr. Alenjandro Moreno; Interactivity, Design, and Humanity Researcher Faculty Art and Design, Universiti Teknologi Mara Malaysia, Prof. Dr. Norfadilah K; Designer, Maker and Associate Professor at Fudan University Shanghai Institut of Visual Art, Prof. Sheng Hung Lee; Culture and Heritage Observer Director of IFI Bandung, Melanie Martini; dan Anthropologist from EHESS Frances, Sarah Anais Andrieu.