20 Aug 2013

Dana S.Kusumo,  “Riset Ph.D di UNSW ”

BANDUNG-telkomuniversity.ac.id. Letaknya di kota terbesar Australia, Sydney,  menyebabkan University of New South Wales (UNSW) dekat dengan pusat bisnis utama. Alhasil kegiatan akademik, ekonomi, sosial dan budaya menyumbang daya hidup kosmopolitan dan atmosfir pendidikan yang dinamis. Sekitar 52 ribu mahasiswa UNSW, diantaranya terdapat 11 ribu mahasiswa internasional dari 120 negara. Dan Dana Sulistyo Kusumo, ST.,MT memiliki cerita tersendiri tentang risetnya di UNSW.

“Di UNSW saya mengambil program Ph.D di School of Computer Science Engineering,”kata Dana, begitu ia akrab disapa. Ia pun menjalani hari-harinya dengan berbagai kegiatan riset di kampus UNSW.

“Saat kita memutuskan untuk mengambil program Doctor of Philosophy (Ph.D), maka orientasinya sudah ke riset. Mengikuti workshop riset dan aktif mengikuti grup riset,” kata dosen Fakultas Teknik Telkom University yang pernah mengenyam pendidikan di STT Telkom dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Dalam penelitian PhD-nya, Dana mengangkat tema Understanding Risks in Off- the shelf Based Custom Software Projects. Melalui ide ini, Dana ingin melakukan analisa perbedaan persepsi atas risiko yang terjadi antara developer dan kostumernya di proyek yang berbasis software component.
“Pada sebuah proyek pasti terdapat risiko. Namun setiap stakeholder proyek memiliki persepsi berbeda-beda terhadap risiko tersebut sehingga dan biasanya perbedaan ini tidak dikelola dengan baik,” kata lelaki kelahiran Wonosobo, 11 Februari 1978 ini.

Kasus umum ini juga terjadi pada proyek pengembangan software berbasis komponen Off-the-shelf (OTS). Dalam penelitiannya, Dana membandingkan persepsi setiap stakeholder terkait tingkat control dan dampak risiko dalam proyek perangkat lunak berbasis komponen OTS. Riset menunjukan bahwa kedua stakeholder secara umum setuju bahwa developer dapat mengendalikan risiko, namun terdapat perbedaan persepsi atas pihak yang paling berpotensi terkena dampak risiko.

“Riset ini bertujuan bagaimana memahami risiko tersebut. Kemudian bagaimana menganalisis perbedaan risiko diantara kedua stakeholder utama” kata peneliti yang pernah meraih Best Paper pada Konferensi Nasional Sistem Informasi( KNSI ) di tahun 2007 itu.

Riset menjadi pengalaman menarik selama studi di universitas yang berlokasi di Kensington, Sydney itu. Dalam mengerjakan risetnya ia dibimbing oleh Dr. Liming Zhu, Dr.Mark Staples dan Prof. Ross Jeffery. Dalam kegiatan risetnya, Dana sempat mendapat penghargaan NICTA Research Project Award (NRPA) pada National ICT Australia (NICTA).

Bagi Dana, tujuan utama dalam mengerjakan riset Ph.D adalah bagaimana agar riset itu memberikan kontribusi pada ilmu pengetahuan dan memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap keilmuan tersebut. Ilmu pengetahuan seolah tiada habisnya. Selalu ada celah untuk diteliti lebih dalam lagi. Rencana kedepan, Dana pun berencana untuk terus mengembangkan risetnya.– RISCA