12 May 2014

Australia Siap Dukung Pengembangan Riset Telkom University

BANDUNG, TEL – U – University of South Australia (UniSA), salah satu perguruan tinggi yang terletak di Australia bagian Selatan siap mendukung pengembangan riset di lingkungan kampus Telkom University. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor bidang Deputy Vice Chancellor & International & Advancement UniSA, Nigel Relph, saat berkunjung ke kampus Telkom University Rabu (7/5) lalu.

Kedatangan Relph dengan tujuh orang pimpinan UniSA lainnya disambut jajaran pimpinan Telkom University di Ruang Rapat Rektorat Gedung Learning Centre Lantai 5. Pada pertemuan ini kedua belah pihak bergantian mempresentasikan visi misi dan sejumlah peluang yang dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerjasama. Misalnya pertukaran karyawan dan pelajar, pertukaran informasi untuk tujuan edukasi dan penelitian.

Selain itu, disepakati pula penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bersama, penyelenggaraan penelitian, publikasi dan simposium bersama, serta kegiatan lain yang saling menguntungkan masing-masing pihak yang terkait program pendidikan dan penelitian.

Pro Vice Chancellor and Vice President Prof. Robert Short dan International Development Manager Bret Sutcliffe dari Division of Information Technology, Engineering and the Environment sempat terlihat antusias saat Rektor Telkom University Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D. menjelaskan ihwal beberapa penelitian yang tengah digarap oleh para dosen Tel-U. Antusiasme ini lalu diteruskan dalam bentuk tanya jawab bahkan seusai pertemuan resmi ditutup.

Karena itu, dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari empat jam tersebut dibahas lebih lanjut kerjasama terkait hal pengembangan teknologi. Pihak UniSA sangat tertarik untuk mendorong percepatan penelitian

Hal ini sesuai dengan visi Tel-U dan UniSA yang masing-masing memiliki program untuk menciptakan lulusan yang berkompeten salah satunya dalam hal teknologi. “We express our student to be leaders in their future careers, their professions, industry and their whole community,” ujar Short.

Sementara itu Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi Dr Heroe Wijanto optimis dengan kapasitas laboratorium yang dimiliki Tel-U, mahasiswa lulusan kampus ini mampu bersaing di kancah dunia. “Kami memiliki 110 laboratorium. 21 di antaranya memang diciptakan untuk wadah Research Group di bidang telekomunikasi,” ujar Heroe dalam paparannya.

Selain itu, menurut Heroe, Research Group yang tengah digarap Tel-U adalah terkait dengan Nano Satelite. Maka dari itu, ia berharap kerjasama dengan UniSA nantinya akan membantu pengembangan teknologi Nano Satelite tersebut.

Kunjungan UniSA ke Tel-U tersebut diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di antara kedua belah pihak. “Kita optimis bahwa kerjasama ini akan melahirkan terobosan baru bagi Tel-U untuk melebarkan sayap di tingkat global,” ujar rektor. (KomPro/DH)

Previous Article Next Article

Leave a Reply