04 Apr 2018

Dosen FIK Refleksikan Diri Melalui Komik

BANDUNG, Telkom University –  Patra Aditia Dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University memamerkan hasil karyanya dalam ajang Gudang Garam Indonesia Art Award (IAA) 2018 yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat pada Senin (2/4).

IAA yang diselenggarakan Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) sejak 1994 sebelumnya dikenal dengan Philip Morris Art Awards, saat ini menjadi Gudang Garam Indonesia Art Award 2018. IAA 2018 mengangkat judul tentang Dunia Komik dengan sub-judul “Bahasa Budaya Cerita Gambar” dalam kegiatan ini ada sekitar 100-150 karya dipamerkan.

Melalui persiapan selama 2 bulan mulai dari mencari ide hingga eksekusi, Patra Aditia berhasil meraih juara ketiga dengan karya berjudul “Story Of A Boy, A Mother, And A Mountain”, Patra menceritakan komik yang dibuatnya diadaptasi dari cerita rakyat Sangkuriang.

“Dalam komik ini saya mengangkat isu identitas saya sebagai orang Sunda, dimana saya sebagai orang Sunda yang bingung berbicara bahasa Sunda, gemar makan Burger, hobby baca komik Manga dan suka dengan film-film Eropa, kalau ada di kota suka dibilang kaya orang lembur (kampung) tapi pada saat dilembur terasa seperti kota banget. ” Ucapnya.

Dalam komik ini juga Patra mengatakan bahwa karakter yang dibuat memiliki wajah yang hitam, dimana biasanya wajah adalah sebuah identitas yang jelas. “Tapi saya bikin wajahnya hitam karena saya sendiri bingung akan identitas saya sebagai orang Sunda, jadi karya ini bisa dibilang sebagai refleksi dan pencarian saya sebagai orang Sunda.” Tambahnya

Sebagai seniman komik Patra berharap agar komik-komik di Indonesia bisa di apresiasi sebagaimana semestinya. “Banyak seniman-seniman komik di Indonesia ini yang hebat-hebat saya berharap agar komik Indonesia smakin progresif dan juga kolaboratif.” Tutupnya.

(PR/Adrian)