19 Aug 2016

Empat Belas Negara Ramaikan International Conference SCDM 2016

BANDUNG, TEL-U – Sedikitnya 51 dari 110 peneliti yang datang dari 14 negara yang berpartisipasi dalam International Conference Soft Computing and Data Mining 2016 (SCDM-2016) yang berlangsung selama dari Rabu – Kamis (18 – 19/8) di Hotel Grand Preanger Bandung.

Konferensi ini diselenggarakan untuk yang kedua kali setelah tahun lalu digelar di Malaysia. Kali ini, Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Tel-U berkerjasama dengan Faculty of Computer Science & Information Technology of Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Soft Computing & Data Mining Research Center of UTHM dan AMCS Research Center Indonesia.

Steering Committee Chair SCDM 2016, Prof. Dr. Nazri Mohd Nawi, menjelaskan SCDM didedikasikan untuk menjawab tantangan di dunia metodologi soft computing untuk data mining, yang menghadirkan para peneliti yang tertarik akan hal tersebut.

“Tujuannya untuk mempertemukan dan menghadirkan para peneliti dan praktisi baik dari pihak akademisi maupun industri untuk sama-sama mengembangkan soft computing dan data mining serta menjalin kolaborasi baru pada bidang ini,” ucapnya.

Rektor Telkom University Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng.,Ph.D., menjadi salah satu pembicara pada konferensi ini menjelaskan tentang soft computing in digital energy. Energi digital didefinisikan sebagai solusi untuk memodernisasi dan mengoptimakan bagaimana energi tersebut diperoleh, diproses, dan dikonsumsi. “Energi digital ini digadang-gadang sebagai sousi utama untuk menjawab permasalahan keterbatasan energi di era digital saat in,i” ucapnya.

Rektor juga menjelaskan bagaimana sistem kerja aliran energi khusnya listrik yang ada di lingkungan kita, mulai dari prosesnya hingga perkembangan teknologi hingga sekarang. “Kita tidak pernah tahu bagaimana sistem kerja aliran istrik di rumah kita, namun jika kita melihat ke belakang ada proses yang panjang, mulai dari penemuan hingga prosesnya. Sumber-sumbernya pun beragam dan berkembang, dari teknologi paling sederhana hingga era nuklir hari ini” katanya.

Konferensi juga menghadirkan pembicara dari Australia Prof Dr Jemal H Abawajy dan Dr Aida Mustapha dari Malaysia. Sedangkan hari ke-2 diisi dengan parallel session dan pengumuman best papers (purel/aw).

Previous Article Next Article

Leave a Reply