18 Jul 2017

HIPMI Jawa Barat & Fakultas Komunikasi Bisnis Adakan FGD City Branding

Bandung, Telkom University – Untuk membantu meningkatkan city branding di Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung dan sekitarnya Telkom University mengadakan Forum Group Discussion bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Dinas Pariwisata Budaya Jawa Barat dan tamu dari PUM Expert yakni Mrs. Angelique Lombarts Ph.D pada Selasa, (18/7) di Gedung Manterawu, Telkom University.

Tujuan diadakannya diskusi ini adalah tidak lain untuk meningkatkan City Branding Kota Bandung, dengan memaksimalkan beberapa aspek baik dari segi pariwisata alam di Jawa Barat, wisata Kuliner, dan hal lain yang mampu mencuatkan nama Jawa Barat lebih di kenal khususnya di mancanegara. Perwakilan dari PUM Expert yaitu Mrs. Angelique memaparkan materi mengenai aspek-aspek yang perlu dipenuhi dalam memaksimalkan city branding, seperti menerapkan metode AIDA, Kepuasan pelanggan, Memberikan pengalaman terbaik selama berwisata, dan membangun Word of Mouth.

“Beberapa aspek standar seperti diatas perlu di penuhi, hal tersebut agar wisatawan asing dengan sendirinya menyebarkan hal-hal positif selama berada disini (WoM). Tentunya dengan pembangunan insfrastruktur yang saling mendukung.” ungkap Angelique.

“Branding Indonesia itu sangat penting, begitu juga meningkatkan brand bagi Jawa Barat. Pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan negara. Kira-kira butuh sekitar 10 milyar, agar dia (Bandung) bisa dikenal di Asia. Branding merupakan kegiatan yang tidak pernah berhenti. Jika provinsi lain memiliki kesamaan wisata, kita perlu mencari unique selling point di sini (Jawa Barat).” ungkap Kepala Dinas Bidang Pemasaran Disparbud, Iwan Darmawan, SH., M.I.P.

Menurutnya, membuat sebuah perencanaan Branding terbilang mudah, namun bagaimana brand kita bisa dikenal masyarakat luaslah yang membutuhkan kerja keras ekstra. Beliau menegaskan bahwa HIPMI disini adalah mengisi kekosongan yang ada.

Hal yang menjadi kendala bagi Kabupaten Kota untuk saat ini adalah aksesnya. (nama pejabat) mengatakan Kota Bandung memiliki 10 direct flight dari dalam negeri, sedangkan mancanegara hanya memiliki 2 direct flight saja. Meningkatkan akses tentu perlu biaya yang tidak sedikit, namun itu merupakan cara untuk meningkatkan kunjungan pariwisata asing ke Jawa Barat.

Telkom University turut andil dalam meningkatkan City Branding ini, bukan karena kebetulan berada pada wilayah Kopertis 4 namun terdapat mata kuliah yang memang cocok dengan rencana pemerintah yaitu City Branding, tepatnya pada program studi Ilmu Komunikasi. Hal tersebut di jelaskan oleh Dekan FKB, Dr. Jafar Sembiring, pada saat konferensi pers berlangsung.

“Kontribusi Telkom University dalam hal ini adalah menerapkan teori yang kita pelajari di Kampus, di kita ada mata kuliah  City Branding. Kita sering mengadakan pagelaran di CFD Dago, Asia Afrika, itu merupakan praktek dari teori yang di dapat kampus.” ungkap Jafar.

Telkom University juga cukup sering mengirimkan tim-tim khusus ke daerah-daerah yang kurang berkembang, untuk membantu masyarakat mempelajari bagaimana berkomunikasi yang baik, dan mengemas produk lokal agar mampu bersaing dan menarik minat beli turis asing.

Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bandung, Andri Juwandi, menyampaikan bahwa tidak jarang para pegawai Front Office di Jawa Barat kurang baik dalam berbahasa asing. SDM yang kompeten juga lebih memilih bekerja di luar negeri karena dianggap lebih bonafit. Hal-hal seperti yang mengakibatkan para pengusaha lokal kesulitan mencari SDM yang kompeten.

“Salah satunya program HIPMI ini adalah untuk mengisi gap, seperti wisata belanja misalnya. Jadi mereka membantu pemerintah untuk meningkatkan varian kuliner khususnya UMKM.” tutup Andri.

Permasalahan seperti diataslah yang menggerakan HIPMI untuk mempertemukan pihak terkait dalam membangun City Branding Bandung menjadi lebih baik, baik dari segi SDM, Wisata, maupun Insfrastrukturnya.

Previous Article Next Article

Leave a Reply