04 Dec 2014

ICW: Anak Muda Jangan Terlalu Asyik Main Gadget

BANDUNG, TEL – U — Anggota Badan Penggerak Indenosia Corruption Watch (ICW), Sely Martini, meminta anak muda, terutama mahasiswa, untuk tidak terlalu asyik main gadget sehingga kurang perduli pada masalah di masyarakat, termasuk korupsi. “Ayo simpan gadgetmu, dan lihatlah sekeliling. Kita bisa mencegah korupsi jika kita lebih perduli,” ujar Sely.

Imbauan ini disampaikan Sely dalam studium generale (kuliah umum) anti-korupsi yang diselenggarakan oleh The Centre for Media Gender and Democracy (CMGD). Dengan dukungan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) dalam rangkaian kegiatan Bung Hatta 2014, kuliah ini digelar di Aula lantai 4 Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) Telkom University, Senin (1/12).

Menurut Sely, tidak jarang kejahatan terjadi karena masyarakat kurang memberi perhatian lebih pada lingkungan di sekitarnya. “Pernah terjadi perampokan di bus dan pelaku sudah tiga kali mengacungkan senjatanya, tapi penumpang terlalu asyik dengan gadget masing-masing hingga baru sadar terjadi perampokan, tapi sudah terlambat,” katanya.

Sely menegaskan, koruptur semakin lama semakin mudah melakukan korupsi dan ada regenarasi didalamnya. “Korupsi merupakan akar dari segala permasalahan, banyak permasalahan yang dihasilkan olehnya,“ ujarnya. Sely juga mengajak mahasiswa untuk menghasilkan generasi-generasi penerus yang peka untuk mencegah dan melawan korupsi.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dedi A. Rahim mengatakan untuk melawan korupsi yang harus dilakukan pertama kali adalah mengetahui dan memahami apa itu korupsi. “Kemudian, menetapkan diri untuk tidak melakukan korupsi,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Dedi, warga harus mengajak orang-orang disekitar berperan aktif mencegah terjadinya korupsi. “Benih-benih korupsi muncul dari hal-hal kecil yang sering kita lakukan, seperti mencontek, ingkar janji, tidak displin waktu, dan lain-lain,” ujarnya.

Kuliah umum ini merupakan rangkaian dari kerjasama BHACA dengan 11 Universitas di 11 Kota di Indonesia, berkaitan dengan peringatan 11 Tahun Hari Anti-Korupsi Internasional. Acara juga diwarnai tampilan musikal yang dibawakan oleh Sindikat Musik Penghuni Bumi (SIMFONI). Musik-musik yang dibawakan pun mengangkat tema-tema perlawanan akan korupsi. Sehingga hadirin yang dapat lebih mengerti akan materi yang disampaikan oleh BHACA. (purel/EAD)

Previous Article Next Article

Leave a Reply