14 Aug 2015

Internalisasi Disiplin Berkendara Roda Dua untuk Meningkatkan Tertib Berlalu Lintas

Peneliti : Dr. Soni Sadono, S.Sos., MT
Promotor : Prof.Dr.H. Dadang Suganda. M. Hum,
Dr. Reiza D. Dienaputra
Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed.,Ph.D

Keprihatinan terhadap keadaan lalu lintas kota Bandung yang semakin padat dari tahun ke tahun khususnya kendaraan roda dua, menjadi perhatian Soni dalam disertasinya. Jika ditinjau dari sisi sosial budaya, masyarakat memiliki motor untuk memenuhi cerminan status sosial. Alasan lainnya adalah sebagai alat transportasi murah dan mudah didapat, serta untuk menghindari kemacetan. Akan tetapi kesadaran tertib lalu lintas masih kurang.

“Bertambahnya jumlah kendaraan tidak disertai dengan tingkat kedisiplinan yang baik dalam mengendarai roda dua,” kata Soni Sadono saat menjalani Sidang Promosi Doktor di kampus Pascasarjana Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (11/8).

Menurut Soni, bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara motor di antaranya menerabas, hipokrit, ketidakjujuran dan membeo. “Karena itu, selain dengan pemberian sangsi tegas, diperlukan internalisasi berkendara roda dua yang dapat diwujudkan dengan membangun sikap disiplin, pengendalian pikiran, pengendalian watak yang dibangun dalam ranah keluarga, sekolah, masyarakat dan penegak hukum,” papar Soni.

Manager Kemahasiswaan dan Asrama Telkom University ini menambahkan, internalisasi disiplin berkendara roda dua dapat diwujudkan dengan membangun pemahaman yang baik tentang sistem peraturan perilaku disiplin berkendaraan roda dua, sehingga pemahaman tersebut menumbuhkan pengertian yang mendalam atau kesadaran, ketaatan akan aturan.

“Model internalisasi disiplin berkendara di Kota Bandung dapat terjadi apabila semua unsur seperti orang tua, sekolah, lembaga pendidikan keterampilan, kepolisian, dinas perhubungan, bekerja sama untuk melakukan pendidikan disiplin yang terintegrasi,” katanya. (purel/risca)

Previous Article Next Article

Leave a Reply