18 Sep 2019

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Asuh PT Unggul 2019

Bandung, Telkom University – Pada awal tahun 2019, Telkom University kembali dipilih untuk menjadi salah satu peserta dalam Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul yang sudah lama dicanangkan oleh Kementrian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kali ini Tel-U diberi amanah untuk membimbing tiga perguruan tinggi, diantaranya Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia, Universitas Bandung Raya, dan SST Wastukancana. 
Setelah berlangsung beberapa pekan, tim Monitoring dan Evaluasi Program Asuh PT Unggul melakukan pertemuan dengan tim Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Telkom University pada Rabu (18/9) untuk melihat seberapa jauh program tersebut berlangsung dan penerapannya di tiga universitas. Dua Reviewer yang hadir pada program monitoring dan evaluasi ini adalah, Desiana Vidayanti, M.T. dan Ir. S. P. Mursid, M.Sc. 
 
Dari tiga perguruan tinggi yang di asuh, ada total 22 prodi yang rencananya akan dilakukan reakreditasi setelah dilakukan binaan oleh Telkom University. Mempersiapkan hal tersebut, tim SPM Tel-U telah menyiapkan Program Komprehensif dan Program Blended Learning agar siap menghadapi tantangan industri 4.0.
Adapun isian dari program komprehensif tersebut adalah Penguatan Satuan Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Pembentukan dan Penguatan Struktur Penjaminan Mutu, Coaching penyusunan dokumen SPMI, Implementasi, simulasi audit mutu internal, serta penyusunan borang untuk akreditasi.
 
Ketua Program Asuh PT Unggul Telkom University, Anisah Firli menilai program komprehensif saja tidak cukup. Beliau memadukan Blended Learning Method yang didalamnya mengulas mengenai sistem pembelajaran berbasis Blended Learning melalui Learning Management System (CeLoe); Penyusunan borang dengan menggunakan metode tatap muka dan ICT (Aplikasi Tel-U On Board); Online Meeting, dan Online Consulting.
 
Firli mengakui dalam impementasinya, terdapat beberapa hambatan seperti kurangnya pemahaman peserta terkait SPMI; organisasi SPMI; anggapan bahwa SPMI merupakan tanggung jawab tim penjaminan mutu. Mengatasi hal tersebut, Anisah dan tim akan fokus pada melaksanakan Audit Mutu Internal (PPEPP) pada masing-masing perguruan tinggi binaan.
 
(Adnan)