25 Apr 2017

Kopertis IV: Telkom University Harus Jadi Kiblat Universitas di Jawa Barat

Bandung, Progresifitas perkembangan Telkom University selama ini mengesankan bagi Koordinator kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis IV) wilayah Jawa Barat dan Banten, Profesor Uman Suherman. Hal tersebut ia utarakan saat Rektor Telkom University Profesor Mochamad Ashari berkunjung dalam rangka hearing regulasi terkait karir akademik dosen.

Turut serta dalam hearing yang diselenggarakan pada Hari Rabu, 19 April 2017, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Heroe Wijanto, Wakil Rektor bidang Sumber Daya Ir. Nelson Rikardo Pasaribu, Manajer bidang Relasi Masyarakat Yani Nuraeni, juga turut mendampingi Direktur Higher Education Telkom Foundation Sumrahadi.

Dalam pertemuan sederhana di ruang kerja Koordinator Kopertis, Rektor menyampaikan perkembangan Telkom University sejauh ini, termasuk raihan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Matematika yang dikukuhkan di hari yang sama dalam helatan hearing. “Pagi ini (Rabu, 19/4), kami baru saja mengukuhkan Profesor Ilmu Matematika, melengkapi Guru Besar di Universitas kami” ungkap Rektor.

Di mata koordinator, Telkom University merupakan universitas dengan peningkatan kualitas tercepat di wilayah kerjanya, untuk itu tanpa ragu Profesor Uman Suherman berharap banyak terkait peningkatan kualitas Universitas lainnya, dan menjadikan Telkom University sebagai kiblat pembangunan Universitas.

“Kalau bisa, Telkom University tidak melupakan Universitas lain di wilayah Kopertis IV, karena sebagai yang paling maju, baik suprastruktur (elit akademik) dan infrastruktur (fasilitas fisik) perlu juga membantu yang lain agar turut serta maju, terutama soal Akreditasi, kampus saudara satu-satunya di sini (yang meraih Akreditasi Institusi dengan nilai Unggul/ A)” terangnya.

Mendengar itu, Rektor bersiap diri dan menyanggupi jika memang kontribusi Telkom University dipandang perlu untuk kemajuan perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten, terutama Universitas Swasta.

Wakil Rektor Bidang Akademik Telkom University Dr. Heroe Wijanto turut mendukung langkah-langkah potensial yang diharapkan oleh Koordinator Kopertis IV. Lebih jauh, Heroe Wijanto menyampaikan beberapa hal yang dianggap perlu arahan dari Koordinator, yakni terkait dengan kejelasan karir akademik bagi Dosen pengampu mata kuliah umum di lingkungan Telkom University.

“Jadi kami ini sedang dilema Prof, beberapa akademisi kami mengalami persoalan administrasi terkait karir akademik karena ketidak-linieran antara program studi dan mata kuliah yang mereka ampu, yaitu mata kuliah Umum, seperti Agama, Bahasa, PKN dan beberapa lainnya” ungkapnya.

Pertanyaan tersebut merujuk pada persoalan Jabatan Fungsional Akademik (JFA) yang telah diajukan oleh Telkom University, tetapi mengalami kendala linieritas. Menanggapi hal itu, Koordinator Kopertis IV menyatakan secara jelas bahwa seharusnya kondisi tersebut tidak menjadi halangan seorang akademisi dalam mencapai haknya.

“Bisa saja, tidak persoalan, kalau memang tidak ada program studinya, buatkan saja semacam kelompok acuan studi, atau fakultas untuk mata kuliah umum, karena memang mata kuliah umum itu penting dan krusial, pengajarnya juga harus profesional dari bidangnya, tidak mungkin Engineering di Telkom University memiliki Dosen agama tapi alumnus dari Engineering juga” jawabnya.

Jawaban tersebut merujuk pada praktik di Universitas bereputasi baik di luar negeri yang memang memiliki fakultas tersendiri, disebut sebagai Fakultas Liberal Art, di Telkom University sendiri telah mempraktikkan hal tersebut dengan mengelompokkan mata kuliah umum di PPDU (Program Perkuliah Dasar dan Umum).[]

Previous Article Next Article

Leave a Reply