10 Mar 2016

Mahasiswa Disain Interior FIK Ikut Pameran di Cologne Jerman

BANDUNG, TEL-U – Mahasiswa Desain Interior Fakultas Industri Kreatif Telkom Unversity (DI FIK Tel-U) tampil dalam ajang internasional. Kali ini, Olympic Chair karya Muhammad Alfatha Kurniadi dipamerkan dalam International Mebel Messe (IMM) di Cologne Jerman pada tanggal 18-24 Januari 2016.

IMM Cologne sendiri merupakan salah satu ajang pameran furniture terbesar di Eropa. Berbagai macam furniture dan desain produk yang inovatif ditampilkan di sini.

Alfatha bisa mengikuti IMM Cologne karena sebelumnya pernah mengikuti Workshop Rotan Design Development yang diselenggarakan oleh Kementrian Perindustrian Indonesia melalui Pusat Inovasi Rotan Nasional (Pirnas) pada bulan September 2015 di Sidoarjo Jawa Timur. Workshop tersebut hanya diikuti oleh 20 peserta dari berbagai universitas dan pengrajin rotan yang mendapatkan undangan dari Pirnas.

Dalam workshop tersebut, Alfatha beserta 19 peserta yang lain diberikan pelatihan dan membuat desain furniture dalam waktu satu minggu. “Dalam workshop, kita diberi kasus paling sederhana yaitu kembali ke bentuk sadar. Karena saya lebih suka sesuatu yang sederhana, maka saya membuat 6 buah lingkaran berbagai ukuran dari rotan kemudian menyatukannya menjadi sebuah kursi,” ujar Alfatha.

Dari banyaknya desain yang dihasilkan dalam workshop tersebut, dipilih lima desain yang kemudian akan dipamerkan di IMM Cologne mewakili Pirnas. Dari kelima desain tersebut, Olympic Chair milik Alfatha menjadi salah satunya.

Kecintaan akan rotan membuat Alfatha bisa meraih berbagai prestasi. Sebelum ikut tampil dalam IMM Cologne ini, Alfatha pernah meraih penghargaan The Best Design of The Bravacasa kategori Furniture pada bulan Juli 2015 silam. Dari penghargaan inilah Alfatha mendapatkan undangan untuk mengikuti Workshop Rotan Design Develompent yang kemudian membawanya mengikuti IMM Cologne.

“Saya merasa familiar dengan rotan karena dari kecil sampai sekarang furniture di rumah sebagian besar dari rotan.” ujar Alfatha. Hanya saja, jelas Alfatha, dirinya baru menemukan bahwa rotan memiliki begitu banyak potensi yang besar setelah duduk di bangku kuliah.

Dia melihat banyak furniture berbahan dasar rotan masih dipandang sebagai furniture yang murahan. Dari sanalah Alfatha, berkaca dari desainer yang lain, punya misi khusus untuk menaikan martabat rotan di Indonesia. “Saya ingin rotan menjadi ciri khas dan passion saya, dan kemudian saya ingin berdampak melalui rotan,” ujarnya. (purel/EAD)

Previous Article Next Article

Leave a Reply