24 Oct 2016

Mahasiswi FKB Jadi Mojang Kameumeut Garut 2016

BANDUNG, TEL-U – Mahasiswi Administrasi Bisnis Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University (Adbis FKB Tel-U) Rahmi Aulia berhasil meraih gelar Mojang Kameumeut dalam ajang Mojang Jajaka (Moka) Garut pada Grand Final yang diselenggarakan di Gedung Pendopo alun-alun Kota Garut, 14 – 15 Oktober 2016 lalu.

Selain memilih duta pariwisata, ajang Moka Garut ini bertujuan untuk memilih putra putri garut yang dapat mengemban tugas dengan baik saat diikutsertakan dalam acara-acara kedinasan, serta mengikuti tahap pencarian mojang jajaka Jawa Barat, duta bahasa, putri pariwisata dan ajang bergengsi lainnya.

Menurut Rahmi, biasanya pada ajang yang digelar setiap tahun ini, peserta wajib ikut karantina selama tiga hari sebelum ikut tahap grand final. Namun pada tahun ini tidak ada karantina. Sebagai gantinya, setiap hari Minggu selama satu bulan, diadakan kegiatan. Mulai dari pelatihan cara duduk, makan, jalan dan lain lain. “Serta ada test persentasi di depan ketua pariwisata dan kebudayaan,” katanya.

Selain itu, selama satu bulan itu, peserta dites mental, fisik dan cara membagi waktu. “Sebelum kegiatan hari Minggu selalu ada tugas mendadak seperti tugas membuat esai, quotes, mengahafalkan pupuh dan semacamnya dan masih banyak lagi,” ucap Rahmi.

Rahmi juga harus menyiapkan diri menghadapi sejumlah pertanyaan yang akan diajukan oleh juri, antara lain seputar pariwisata dan kebudayaan lokal, juga materi mengenai isu-isu yang sedang hits saat ini seperti tax amnesti, program pemerintah, MEA, bencana alam dan lain sebagainya. “Pada proses ini juga terdapat materi pernyataan seperti bagaimana bila saya menjadi duta pariwisata apa yang akan saya lakukan untuk Indonesia, dan beberapa materi mengenai kepribadian,” ucapnya.

Dari ratusan orang yang mengikuti audisi Moka Garut ini, Rahmi berhasil terpilih ke dalam 40 pasang, kemudian diseleksi lagi menjadi 30 pasang hingga pada Grand Final terpilih menjadi Mojang Kameumeut dengan proses penilaian 30 persen vote masyarakat serta 70 persen dari panitia penyelenggara.

Rahmi mengaku ajang ini membuatnya menjadi berani dan percaya diri tampil di depan banyak orang, dan kebanggaannya bisa berada bersama dengan orang-orang cerdas serta perilaku yang bisa memotivasi orang menjadi lebih baik lagi. “Ini menjadi pengalaman yang luar biasa,” katanya. (purel/aw)

Previous Article Next Article

Leave a Reply