09 Dec 2014

Patriot Anti-Korupsi Berawal dari Kampus

BANDUNG, TEL – U – Sebanyak 575 peserta ikut serta dalam kompetisi Propaganda Anti-Korupsi yang bertema “Patriot Anti-Korupsi Berawal dari Kampus” yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP) Telkom University, dan didukung oleh Pemuda Anti Korupsi (Pemantik). Puncak Penganugerahan Anti korupsi 2014 diselenggarakan di Aula Fakultas Ilmu Terapan (FIT), Sabtu (6/12).

Pada kompetisi ini diperlombakan sebanyak delapan kategori lomba yaitu menulis essai, menulis puisi, komik strip, naskah drama, fotografi, poster, film pendek, dan cipta Jingle.

Menurut Ketua Panitia, Dr. Majidah, acara ini merupakan mimpi besar dari Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP) Telkom University dalam menyambut hari anti-korupsi sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember. Menurutnya belajar tidak harus selalu konvensional melainkan bisa melalui event seperti ini.

“Hal seperti ini sangat berguna bagi mahasiswa, karena dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda dan membangun karakter mahasiswa,” ujarnya. Beliau juga berpesan kepada generasi muda agar memelihara apa yang sudah baik selama ini dan terus dilakukan di kemudian hari.

Sementara itu Wakil Rektor 1 Telkom University, Dr. Heroe Wijanto, berpesan kepada hadirin bahwa selepas dari kampus Telkom University jadilah kontributor yang baik untuk bangsa dan negara ini. “Jadilah pelopor kejujuran dalam berbagai hal,” ujarnya.

Acara dimulai dengan seminar dan talkshow bersama Prof. Dr. Haryono Umar, M.Sc, selaku mantan wakil ketua KPK yang saat ini menjabat sebagai Irjen Kemdikbud PTIK. Menurutnya korupsi itu tidak dilakukan sendiri, melainkan bersama-sama dengan berbagai pihak. “Unsur korupsi itu sendiri selalu menguntungkan diri sendiri, orang lain ataupun korporasi, dan selalu melawan hukum,” ujarnya

Hadir juga Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc. sebagai pembicara. Menurutnya masyarakat anti korupsi harus berawal dari kampus yang berintegritas, kampus yang berintegritas harusnya melahirkan generasi-generasi yang baik untuk kemajuan bangsa. “Yang paling penting adalah pendidikan karakter mulai dari sendiri dan lakukanlah reformasi,” ujarnya

Acara juga diwarnai oleh pertunjukan drama yang mengangkat tema anti-korupsi yang berjudul “Generasi Muda Cermin Karakter Bangsa”. Drama tersebut dibuat berdasarkan hasil karya pemenang dalam kategori lomba naskah. Hadir juga Runner Up Stand Up Comedy Nasional, Dzawin yang turut serta menghibur para hadirin. (purel/sarah)

Previous Article Next Article

Leave a Reply