10 Apr 2017

Pemprov Jawa Barat Apresiasi Telkom University Hadirkan Prodi Digital PR

Bandung, Telkom University – Prodi Digital Public Relations Fakultas Komunikasi Bisnis (FKB) Ilmu Komunikasi Telkom Universit mulai diperkenalkan ke publik.

Martha Tri Lestari, Ketua Program Studi Digital Public  Relations Telkom University menyampaikan dalam opening statemen tersebut pada Coffee Morning Volume 2 yang diselenggarkan Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) BPC Bandung bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat di Menara Gedung Sate, Sabtu (8/4/2017).

“Hal paling krusial dalam upaya inovatif kami, adalah dengan mengarus zaman, ikut serta dalam pembangunan sumber daya yang relevan dengan kemajuan teknologi informasi, hari ini pun berlaku bagi inovator public rekations, ketersalingan dengan teknologi dan itulah salah satu pemantik kami menghadirkan prodi ini” katanya.

Acara tersebut juga dihadiri Kaprodi Ikom Telkom University Rah Utami Nugrahani serta Dosen Ikom Telkom University Muhammad Sufyan Abdurahman, yang selain menjadi ketua panitia, juga Sekretaris Perhumas BPC Bandung.

Dalam acara tersebut dibahas soal humas pemerintahan saat ini, terutama di Jawa Barat, yang dinilai sudah berbeda dari masa-masa sebelumnya. Mereka dituntut mengikuti pola humas korporasi, yang tidak kaku, adaptif, dan tetap mengusung keterbukaan informasi.

Demikian dikatakan Ketua Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat) BPC Bandung N. Nurlaela Arief dalam Coffee Morning Volume 2 bertema “The Current Trend in Government Public Relations” di Menara Gedung Sate, akhir pekan lalu.

“Humas pemerintahan sudah berbeda dari masa sebelumnya. Kalau dulu, humas pemerintah itu terkesan kaku. Tapi, sekarang itu tidak lagi. Saat ini, Humas Pemprov Jabar kami nilai sudah menyesuaikan strateginya dengan perkembangan zaman,” katanya, seraya diangguki narasumber lainnya yakni Sony S. Adisudarma (Karo Humas dan Protokol Pemprov Jabar) dan Ade Sukalsah (Kabag Humas Pemprov Jabar).

Menurut Lala, humas pemerintahan juga lebih peka tuntutan zaman soal keterbukaan informasi, sehingga tingkat kepercayaan hingga sengketa informasi bisa ditangani dengan baik.

Coffee morning tersebut merupakan kolaborasi program kerja antara BPC Perhumas Bandung dan Perhumas Muda Bandung sebagai salah satu cara dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi praktisi dan akademisi humas di Bandung Raya.

Acara dihadiri pula oleh sejumlah Humas BUMN, swasta, akademisi ilmu komunikasi berbagai kampus, hingga Guru Besar Humas Prof. Soleh Soemirat.

Ade Sukalsah melanjutkan, pihaknya memiliki berbagai strategi terobosan dalam menjalankan aktivitas humas.

“Media konvensional sangat penting, tapi media sosial juga tak kalah penting. Kami memenfaatkan media sosial karena sekarang ini banyak orang, khususnya masyarakat Jawa Barat, yang menggunakan media sosial. Apalagi Jawa Barat adalah provinsi dengan penduduk terbanyak se-Indonesia,” ujar Ade.

Karena itu, terdapat sedikinya 30 isu penting yang harus ditangani Humas Pemprov Jabar dalam kesehariannya. Ini pun termasuk fungsi fasilitasi dengan 27 humas kota dan kabupaten.

Hal ini membuat organisasi Humas Jabar, mulai awal tahun ini, diperkuat dengan dua kepala bagian, enam subbagian, serta 70 staff di tengah tren perampingan sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya.

“Kuncinya adalah dukungan dan visi pimpinan. Kami memperoleh penguatan anggaran dan organisasi mulai awal tahun ini ketika organisasi lainnya dirampingkan. Jadi, support Gubernur Jabar sangat besar untuk humas Jabar,” sambungnya.

Ini membuat alokasi kerjasama dengan media massa meningkat, baik media daring, cetak, maupun radio. Bahkan, khusus radio, kerjasama tercakup hingga 120 kota seluruh Indonesia dalam wadah asosiasi profesi. Sejumlah aktivitas relasi media juga intens dilakukan ketika situasi normal, tidak sekedar saat ada krisis komunikasi.

Situasi-situasi ini dinilai membuat Humas Pemprov Jabar bisa peroleh empat penghargaan dalam PR Indonesia Award 2016 di Bali, beberapa pekan lalu. Sebelumnya juga meraih penghargaan dari Bakohumas dan Kominfo Jabar Award.

N. Nurlaela mengatakan, dalam acara ini juga terdapat prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah dari Pengurus Perhumas Muda Bandung periode 2017-2019. Setelah dilantik, Perhumas Muda Bandung diharapkan menjadi sebuah organisasi yang ikut serta dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi calon praktisi humas. Pengurus dan Perhumas Muda Bandung terdiri dari kumpulan mahasiswa se-Jawa Barat. Untuk kepengurusan 2017-2019, Rianto dari Universitas Padjadjaran dipercaya sebagai Ketua Perhumas Muda Bandung. (**)

Previous Article Next Article

Leave a Reply