02 Aug 2016

Puluhan Mahasiswa dan Dosen dari Empat Negara Ikuti Program ESL

BANDUNG, TEL-U – Puluhan Mahasiswa dan Dosen dari Empat Negara Berkumpul di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali Ciwidey, Kabupaten Bandung. Mereka akan melakukan pengabdian masyarakat kepada warga setempat sekaligus riset dan membuat alat-alat yang dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitasnya.

Menurut Angga Rusdinar PhD,para mahasiswa itu datang dari tiga negara di Asia dan satu negara di Afrika. Selain Telkom University (Tel-U), Politeknik Negeri Surabaya (PENS), dan Politeknik Negeri Bali yang ada di Indonesia, mereka berasal dari satu perguruan tinggi di Malaysia yakni University Teknologi Malaysia, satu dari Maroko, dan 12 perguruan tinggi di Korea Selatan.

“Kami bergabung dalam program bernama Engineering Service Learning (ESL) yang digagas oleh Pusan National University Korea Selatan enam tahun lalu, tapi Tel-U baru bergabung dalam program ini tiga tahun terakhir, dan sekarang menjadi tuan rumah,” ujarnya usai pembukaan acara ini di Ciwidey, Selasa (2/8).

Diikuti 99 peserta yang terdiri dari 63 mahasiswa dan 36 dosen pembimbing, kata Angga, program ini merupakan gabungan dari Tridarma Perguruan Tinggi yaitu Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Berlangsung dari 2 hingga 13 Agustus 2016, program ini dikerjakan di dua tempat yakni di Ciwidey dan di kampus Tel-U di kawasan Bandung Technoplex, Terusan Buah Batu.

“Mahasiswa akan dibagi menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing akan turun ke rumah warga dan melakukan riset untuk mengetahui permasalahan apa yang tengah dihadapi oleh masyarakat di desa ini. Setelah itu mereka akan membuat disain serta membuat alat yang dapat mengatasi persoalan itu, lalu memberikannya kepada warga desa,” katanya.

Angga menambahkan, mahasiswa Tel-U yang telah mengikuti program ini sangat merasakan manfaat terutama bagi pengembangan riset mereka di masa depan. Beberapa mahasiswa bimbingannya, kata dia, mendapatkan ide penelitian dari program ESL ini untuk tugas akhir sebelum menjadi sarjana. “Bahkan ada dua orang yang kemudian melanjutkan studi master ke Korea,” katanya.

Hal senada diakui Bagus Widyatara, dosen pembimbing dari Politeknik Negeri Bali dan Mahyuddin Arsat, dosen dari University Teknologi Malaysia. “Dari program ESL 2014 lalu yang diselenggarakan di Bali, beberapa mahasiswa terinspirasi untuk terus mengembangkan teknologi tepat guna yang bisa membantu para pematung di sana,” katanya.

Dari puluhan mahasiswa ini, ada 12 mahasiswa Tel U dari Fakultas Teknik Elektro dan satu orang dari Fakultas Rekayasa Industri. Mereka terpilih dari program Engineering Service Community (pengabdian masy mahasiswa internasional versi Tel U) tahun lalu.

“Program ini bisa meningkatkan hubungan yang erat di antara peserta dari budaya yang berbeda. Kami berharap pada tahun mendatang akan lebih banyak mahasiswa dan perguruan tinggi yang bergabung dalam program ini,” ujar Prof Seo, dari Pusan National University. (purel/raf)

Previous Article Next Article

Leave a Reply