29 Sep 2016

Tel-U Membuka Open Library untuk Indonesia

BANDUNG, TEL-U – Telkom University (Tel-U) secara resmi meluncurkan open library dalam acara Telkom University Literacy Event 2016 yang diselenggarakan di Gedung Manterawu, Kamis (29/9).

Kegiatan tahunan open library yang bertujuan untuk meningkatkan gerakan literacy di Indonesia ini didukung dengan kegiatan book donation sejak awal 2016 lalu, dan sampai acara berlangsung sudah terkumpul 13.467 eksemplar buku yang akan didonasikan kepada komunitas baca di Jawa Barat.

Tema acara ini “For The Love Of Knowledge”. Menurut Kepala Unit Sumber Daya Keilmuan dan Perpustakaan Tel-U sekaligus sebagai ketua panitia Telkom University Literacy Event 2016 Nurul Fitria ST, MM, tema tersebut diambil dengan dasar kerelaan berbagi pengetahuan kepada masyarakat guna memberatas kebodohan, dan semua itu dilakukan atas nama cinta. “Dari tema tersebut kita berharap banyak orang tergerak untuk berperan aktif dalam upaya mencerdaskan bangsa dengan cara rela berbagi ilmu pengetahuan,” ucap Nurul.

Pada acara ini juga Tel-U secara resmi meluncurkan open library Telkom University yang konsepnya sudah diangkat sejak 2014. open library ini menawarkan tiga konsep yaitu Tel-U akan open untuk sharing knowledge kepada public, yang kedua Tel-U akan open resource kepada institusi lain untuk bekerjasama, dan yang ketiga tel-u akan open kepada public yang ingin belajar serta sharing bersama.

“Dengan adanya grand launching tel-u open library kami akan membuka akses online 14.627 file book tugas akhir, 15.970 abstract, dan kami akan membuka 7.822 jurnal e-presiding yang dapat dimanfaatkan oleh publik,” ucapnya.

Rektor Tel-U Prof Ir Mochamad Ashari, M Eng, PhD mengatakan komitmen Tel-U khususnya dari perpustakaan untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat, dan membuka akses informasi, property dan kekayaan intelektual tel-u untuk bisa dinikmati oleh anak-anak bangsa dan seluruh dunia. “Hari ini kami ingin berbagi kepada bangsa, anak-anak negeri, dan seluruh masyarakat di dunia melalui Open Library Telkom University,” ujarnya.

Rektor mengatakan bahwa ada 2 syarat untuk keterbukaan informasi, yang pertama adalah harus ada informasinya dan yang kedua ada infrastrukturnya. “Dengan infrastruktur ICT yang dimiliki tel-u, saat ini kita buka kekayaan yang kita miliki untuk bisa diakses oleh seluruh anak negeri dan dunia,” katanya.

Tel-U perlu membuka kekayaan intelektual kepada bangsa, tambah Rektor, alasannya sederhana. “Ini merupakan bentuk komitmen kami kepada bangsa Indonesia.”

Acara Telkom University Literacy Event 2016 ini juga selain peluncuran secara resmi open library, juga ada book fair dan talkshow dengan tema “urgency gerakan literacy untuk negeri” yang menghadirkan pembicara Undang “Jack” Suryaman yaitu tukang parkir yang mendirikan sekolah gratis, lalu ada Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Dedi Junaedi, dan Dewi “Dee” Lestari yang sudah banyak menulis buku best seller antara lain “Supernova”.

Bagi siapapun yang tertarik dalam bidang kreatif dan ingin berkarya, Dee memberi jurus: “Mulailah dari yang kalian suka, dan jangan pikirkan soal haluan dunia sedang ke mana, karena tidak ada yang bisa meramalkan trend apa yang akan terjadi mendatang,” katanya. (purel/aw)

Previous Article Next Article

Leave a Reply