17 Sep 2014

UNESCO Jalin Kerjasama dengan Tel-U dan ITB Kembangkan Konektivitas Jaringan Pendidikan Sains

BANDUNG, TEL – U – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Persatuan Bangsa-bangsa, UNESCO menjalin kerjasama dengan Telkom University dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerjasama difokuskan pada keterkaitan konektivitas jaringan pendidikan sains terutama ICT. “Kerjasama ini diharapkan dapat mendorong kerjasama selanjutnya di antara perguruan tinggi di kawasan Asia Pasifik,” ujar Deputy Director of Senior Program Spesialist for Water and Environmental Sciences UNESCO Office Jakarta, Prof. Shahbaz Khan.

Pernyataan Khan disampaikan dalam konferensi pers di sela-sela Workshop ‘CONNECT-Asia dan “Green Network of International Hydrological Programme (IHP), Man and the Bioshere (MAB) and World Natural Heritage site” yang digelar di Hotel Savoy Homann Bandung, Sabtu (13/9).

Menurut Khan, pihaknya mencoba menghubungkan universitas yang ada di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, berkaitan dengan isu-isu penting terkait dengan pemanasan global, perubahan iklim, serta dampaknya seperti banjir yang melanda kota-kota. “Apa yang perlu ditekankan di sini adalah kemajuan teknologi yang bisa meningkatkan ketersampaian informasi tersebut dan menghubungkan golongan masyarakat yang selama ini kurang diberi kesempatan,” katanya.

Khan menambahkan, tahun ini merupakan tahun yang sangat penting bagi negara-negara ASEAN karena tahun depan (2015) kita akan masuk ke ASEAN Economic Community. “UNESCO juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan ASEAN untuk membantu mempercepat pendidikan di bidang sains dan meningkatkan lagi pendidikan sains dan fokus kepada Bandung karena kota ini kental dengan pendidikan dan sains,” katanya.

Khusus tempat penyelenggaraan yang digelar di Kota Bandung, Khan mengatakan banyak alasan mengapa Bandung dipilih. “Bandung merupakan kota yang sangat penting bagi UNESCO. Misalnya Bandung punya nilai intangible seperti angklung. Bandung juga sebagai kota pendidikan karena punya banyak universitas bagus, dan yang ketiga karena upaya Bandung saat ini yang ingin menuju Smart City,” katanya.

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Telkom University, Krishna, mengatakan dalam workshop ini hadir para ahli dari berbagai negara seperti Australia, Kambodia, dan Filipina. (purel/raf)

Previous Article Next Article

Leave a Reply