07 Apr 2014

Menuju Kelas Dunia, Institusi Pendidikan Telkom Harus Tambah Solid

BANDUNG, TEL-U – Ketua Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Telkom – Yayasan Sandhykara PutraTelkom (YPT – YSPT) Budi S. Purba ST M Eng mengajak seluruh komponen yang berada di bawah naungan YPT – YPST untuk memantapkan sinergi dan soliditas.

“Kedua hal ini merupakan pondasi dari segala aksi transformasi yang terjadi dalam satu organisasi. dengan kekompakan dan keguyuban, maka segala terpaan dan gangguan yang menghampiri organisasi takkan banyak berarti. Inilah alasan mengapa dalam prinsip ‘great spirit’ kata ‘solid’ menjadi kata pertama yang disebut,” ujar Budi.

Penegasan ini diungkapkan Budi saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Grup YPT –YPST Triwulan II Tahun 2014 yang digelar di Aula Fakultas Ilmu Terapan, Kamis-Jumat (3-4 April 2014). Hadir pada acara itu Ketua YPT – YSPT Johni Girsang, M. Sc., Rektor Telkom University Prof. Ir. Mohamad Ashari, M. Eng., P.hD beserta pimpinan rektorat lainnya, para pimpinan dekanat Telkom University, para direktur anak perusahaan YPT-YSPT, Direktur Lemdikti YPT – YSPT, serta para Kepala Sekolah SMP, SMA, dan SMK di bawah YPT-YSPT.

Menurut Budi, YPT – YSPT merupakan organisasi besar dengan jumlah lembaga pendidikan yang mencapai 60 unit dan tersebar dari Medan hingga Jayapura. Selain itu tidak kurang dari 13 anak perusahaan dan lembaga pelatihan juga berada di bawah yayasan ini.

“Karena itu kita harus melakukan tindakan luar biasa demi menjaga sinergi dan soliditas organisasi. dimulai dengan mempercayai visi dan misi yayasan yang sudah termaktub dalam Rencana Induk Pengembangan 2011-2022,” ujar Vice President Wholesale & International PT.Telkom Indonesia itu.

Budi menambahkan, karena keyakinan terhadap soliditas inilah maka Rapim Triwulan II ini bertema “Dengan Semangat Transformasi Kita Bangun Sinergi dan Soliditas”.

Menurut Budi, tahun 2011-2014 merupakan tahun transformasi bagi YPT-YSPT, yang ditandai dengan banyak sekali perubahan signifikan. Beberapa di antaranya adalah peleburan YPT – YSPT, peresmian Telkom University, serta kelahiran Telkom Schools.

“Tiga tahun dari sekarang, kita juga sudah menetapkan cita-cita tinggi yaitu meraih gelar ‘World Class University’, lagi-lagi demi mengakomodasi berbagai perubahan fundamental di dunia pendidikan dan profesional. Termasuk menjalankan amanat pemerintah tentang perguruan tinggi di Indonesia yang didorong untuk melakukan peningkatan kualitas hingga sejajar dengan barisan perguruan tinggi di Asia, bahkan dunia,” katanya.

Budi sadar, di luar sana, mungkin banyak yang meragukan keberhasilan Telkom University dalam mewujudkan cita-cita itu. Ada yang berpendapat, bagaimana mungkin sebuah lembaga pendidikan tinggi yang masih merangkak bisa menjadi sebuah universitas tingkat dunia dalam waktu singkat. Namun Budi menegaskan, ini bukan hal yang tidak mungkin dicapai.

“Lihatlah bagaimana PT Telkom Indonesia melakukan tranformasi dan sukses menjadi ‘World Class Company” dengan nilai kapitalisasi saham telkom pada 2015 mencapai US 30 miliar dollar. Kondisi ini tentu tidak dicapai dengan cara biasa, melainkan melalui usaha yang luar biasa,” katanya. (KomPro/raf)