05 Agu 2020

Peran Tel-U Untuk Indonesia Maju Berbasis Riset dan Inovasi

BANDUNG, Telkom University – Menyambut HUT Republik Indonesia ke-75, dan Ulang Tahun Telkom University ke-7, Telkom University melalui Direktorat Kerjasama Strategis dan Kantor Urusan Internasional Telkom University menggelar online gathering yang berlangsung secara daring Rabu (5/8).

Acara bertajuk “Indonesia Maju Berbasis Riset dan Inovasi Nasional: Peran Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Industri Nasional”

Turut hadir sebagai keynote speech Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia, Prof. Bambang Soemantri Brodjonegoro, dalam pemaparannya Prof. Bambang mengatakan bahwa saat ini untuk mencapai visi Indonesia di tahun 2045, adalah diperlukannya inovasi-inovasi terbaik yang berasal dari perguruan tinggi di Indonesia yang berkolaborasi dengan pihak industry.

“Untuk mencapai visi Indonesia tersebut, memang sektor manufaktur akan menjadi hal yang utama untuk kemajuan Indonesia, tapi pihak industry manufaktur juga memerlukan inovasi-inovasi terbaru yang berasal dari para akademisi, oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh akademisi khususnya Telkom University agar bisa berkolaborasi dengan pihak industry.” Jelasnya.

Dalam menghasilkan sebuah Inovasi, Prof. Bambang menambahkan bahwa, riset dan inovasi tidak bisa berdiri sendiri, maka dari itu diperlukan kolaborasi yang sangat baik antara akademisi dan praktisi, agar Indonesia bisa menghasilkan inovasi karya anak bangsa.

“Kita tahu Telkom University dibawah naungan PT Telkom sudah sangat baik dalam menjalin kolaborasi dengan pihak industry khsusnya dengan PT Telkom, tapi saya harapkan kolaborasi tersebut tidak hanya dengan PT Telkom tapi bisa dengan seluruh perusahaan telekomunikasi di Indonesia, agar kedepan banyak inovasi-inovasi baru lahir dalam dunia telekomunikasi karya anak bangsa, dan Indonesia bisa menjadi negara berbasis inovasi.” Ucapnya.

Pada pemaparan yang disampaikan oleh MenristekBRIN Prof. Bambang, bahwa saat ini ada 4 pilar yang harus dipahami tentang riset dan inovasi, diantaranya adalah riset yang dibuat harus tepat guna, dimana saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tinggal dipedesaan dan dibawah garis kemiskinan, dan riset tepat guna ini harus menyasar pada sektor pertanian, perikanan dan perkebunan untuk mendongkrak itu semua.

“Kita tahu bahwa sumber daya alam Indonesia sangat kaya, oleh karena itu pilar kedua terkait riset & inovasi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa riset dan inovasi harus memiliki nilai tambah dan komersialisasi, yang mana kita memiliki SDA yang sangat melimpah oleh karena itu, kita tidak ingin mengeksport tambang kita secara mentah, kita ingin Indonesia menjadi pemain utama dalam bidang tambang, karena apabila bahan tambang seperti biji besi kita ekspor secara mentah, kita tidak akan memiliki industry tersebut.” Tegasnya.

Pilar ketiga yang disampaikan oleh Prof. Bambang adalah, harus menggunakan skill yang dimiliki untuk memanfatkan subtitusi import, baik itu alat telkommunikasi, alat Kesehatan dan sebagainya, karena akademisi Indonesia itu mampu untuk membuat alat sendiri tidak perlu import.

“Pilar keempat yang ingin saya sampaikan adalah kita harus memiliki teknologi yang maju, saya yakin Telkom University sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dengan hasil-hasil riset dan inovasi yang baik mampu untuk menciptakan inovasi-inovasi yang up to date.” Jelasnya.

Sejak menghadapi pandemi COVID-19 ini, telah banyak inovasi-inovasi yang dilahirkan dari anak bangsa, Prof. Bambang menjelaskan bahwa ada 61 produk karya anak bangsa yang telah dihasilkan untuk menghadapi COVID-19, salah satunya adalah produk karya Telkom University bersama LIPI yakni robot AUMR (Autonomous UVC Mobile Robot).

“Dari hasil karya anak bangsa tersebut saya yakin bahwa Indonesia bisa memiliki produk inovasi sendiri, yang mana produk tersebut biasanya kita import, tapi dengan adanya inovasi ini merupakan bentuk perubahan mental anak bangsa kalau kita mampu membuatnya.” Ucap Prof. Bambang.

Dalam masa pandemi ini, Prof. Bambang menambahkan bahwa akan ada banyak perubahan dari berbagai sektor, oleh karena itu diperlukan teknologi-teknologi yang tepat untuk mendukung perubahan tersebut diantaranya adalah : Belanja online, hiburan online, pembayaran digital, supply chain4.0, teleworking, 3d printing, telemedicine, rorbot dan drone, tele-education     dan training, yg terkahir adalah teknologi 5G dan ICT.

“Dari 10 teknologi tersebut, saya yakin Telkom University bisa menghasilkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan selama masa pandemic ini, karena trend itu saat ini sedang terjadi, dan saya percaya dengan kapasitas yang dimiliki Tel-U pasti bisa mencapai itu.” Ucapnya.

Pada kesempatan kali ini MenristekBRIN Prof. Bambang Brodjonegoro juga mengucapkan selamat hari jadi Telkom University ke-7 pada 14 Agustus 2020 mendatang, dan terimakasih atas segala inovasi dan riset yang dilahirkan oleh Telkom University untuk kemajuan Indonesia.

“Saya apresiasi seluruh sivitas akademika Telkom University yang banyak menghasilkan riset dan inovasi untuk bangsa Indonesia, dan saya akan terus mendorong Telkom University untuk terus berinovasi dan melakukan kolaborasi dengan para pelaku industry.” Ucapnya.

Pada acara ini juga diisi dengan keynote speech yang akan membagikan ilmu dan pengalamannya dalam bidang inovasi, diantaranya adalah :

– Angga Rusdinar S.T., M.T, Ph.D. (Direktur Penelitian & Pengabdian Masyarakat)

– Dr. Maman Abdurochman S.T., M.T. (Direktur Bandung Techno Park)

– Lia Yuldinawati S.T., M.M. (Direktur Kerjasama Strategis & Kantor Urusan International)

– Dr. Andry AlamsyahS.Si., M.Sc. (Ketua Research Center For Digital Business Ecosystem)

– Dr. Muhammad Ary Murti S.T., M.T. (Ketua Research Center Internet Of Things)

– Satria Mandala Ph.D. (Ketua Research Center Human Centric Engineering)

– Dr. Eng. Khoirul Anwar S.T., M.Eng. (Ketua Research Center Advance Wireless Technology)

– Dr. Doan Perdana S.T., M.T. (Ketua Research Center Advance Creative Network)

– Dr. Dany Amrul Ichdan. (Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Staf Ahli Kerjasama Strategis Telkom University)

– Dr. Ashwin Sasongko. (Dewan Profesi dan Asosiasi Mastel, Staf Ahli Kerjasama Strategis Telkom University)

Rektor Telkom University Prof. Adiwijaya mengatakan, bahwa diselenggarakannya acara ini adalah bentuk komitmen Telkom University untuk terus berkontribusi bagi bangsa dalam menciptakan inovasi-inovasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Terimakasih kepada Bapak MenristekBRIN Prof. Bambang atas waktu yang diberikan kepada kami (Telkom University), semoga melalui acara ini seluruh peneliti yang ada di Telkom University bisa terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan bangsa Indonesia.” Ucapnya. (***)

 

Previous Article Next Article