22 Nov 2019

Tantangan KPK di Era Industri 4.0

BANDUNG, Telkom University – Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat dimana segala nya serba digital, dijaman yang serba canggih ini bahkan korupsi pun bisa bersifat digital, oleh karena itu kemampuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus diupgrade sesuai perkembangan jaman agar mampu mendeteksi dan memecahkan kasus korupsi yang smakin rumit transaksinya.

“Digital Economy era cashless society seperti saat ini, dimna modus operandi transaksi keuangan pelaku korupsi semakin canggih dan rumit, kita akan coba batasi transaksi dengan sistem cashless guna mencegah tindak pidana korupsi.” Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK Cahya Hardianto Harefa, pada acara Sarasehan Pustaka Bertajuk Tantangan Pemberantasan Korupsi di Era 4.0.

Cahya menambahkan bahwa strategi pemberantasan korupsi itu dibagi menjadi 3 cara yaitu penindakan, perbaikan system dan edukasi yang baik.

“Kita akan lakukan tindakan, hal ini bertujuan untuk efek jera kepada pelaku, dan disaat yang bersamaan kita melakukan perbaikan sistem hal tersebut guna menutup celah korupsi sehingga tidak melebar, dan yang ketiga adalah edukasi agar kedepan masyarakat itu tau dan tidak akan melakukan korupsi lagi.” Ucapnya.

Dalam kegiatan ini Cahya juga mengajak mahasiswa dan dosen Telkom University untuk bisa melakukan penulisan jurnal ilmiah yang berkaitan tentang pemberantasan korupsi dan pencegahan korupsi.

“Hari ini kita juga akan meresmikan KPK Corner yang ada di Open Library Telkom University, darisitu kami harapkan bisa dimanfaatkan untuk membantu kami melalui jurnal ilmiah dalam pemberantasan korupsi, dan dengan kata lain Telkom University telah berkontribusi dalam pemberantasan korupsi.” Ucapnya.

Pada kegiatan sarasehan yang digelar Open Library Telkom University selain Sekjen KPK yang menjadi pembicara ada juga pembicara lain diantaranya adalah Paku Utama (Wikrama Utama), Ismail Fahmi, Ph.D (Drone Emprit), dan Dr Andry Alamsyah (Dosen Telkom University).

(NAI)