Bandung, 14 September 2026 — Telkom University (Tel-U) kembali mencatatkan capaian akademik di tingkat nasional. Salah satu dosen Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) Tel-U, Dr. Asaas Putra, berhasil menyelesaikan studi doktoralnya melalui Sidang Promosi Doktor pada Program Doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Senin (10/8) di Gedung Pascasarjana, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Dalam studi doktoralnya, Dr. Asaas Putra mengangkat disertasi berjudul “Komunikasi Pendampingan Program Keluarga Harapan dalam Menyikapi Prevalensi Stunting di Kabupaten Garut“. Penelitian tersebut berfokus pada peran komunikasi dalam pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH), sebuah program bantuan sosial pemerintah, terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Ketertarikan Putra mendalami isu ini berawal dari kegelisahannya terhadap data prevalensi stunting di lapangan. Kabupaten Garut tercatat memiliki prevalensi stunting yang masih berada di atas rata-rata nasional, jauh dari target yang diharapkan pemerintah.
“Saya melihat di Garut, di Jawa Barat ini khususnya, banyak kejadian-kejadian luar biasa. Seperti ternyata prevalensi stunting itu masih di atas rata-rata Indonesia, dan targetnya juga jauh dari target, pada saat saya memulai penelitian ini. Walaupun kondisinya saat ini sudah semakin membaik,” ungkap Putra.
Penelitian tersebut menghasilkan sejumlah temuan penting terkait tata kelola komunikasi program sosial pemerintah. Dr. Asaas Putra memaparkan empat poin utama yang menjadi rekomendasi dari hasil risetnya.
“Pertama adalah suatu model komunikasi yang terintegrasi. Artinya semua instansi pemerintah itu harus selaras. Regulasinya juga harus jelas. Kemudian sistem aplikasi database di Indonesia ini harus diperbaiki, sehingga pemerintah dan instansi terkait dapat melakukan monitoring lebih cepat dan akurat. Selain itu juga, Indonesia harus mempunyai satu data yang terintegrasi dan bisa diakses oleh berbagai instansi,” jelasnya.
Dr. Asaas Putra turut menyampaikan bahwa pendekatan komunikasi dalam penelitiannya berpotensi diterapkan pada isu kesehatan masyarakat lain di luar stunting, seperti TBC misalnya.
“Permasalahan di lapangan cukup beragam, selain stunting, marak juga penyakit TBC, nanti kita bisa dalami lagi dari pendekatan komunikasinya. Selain peran dari tenaga kesehatan dalam mengkampanyekan hidup sehat, tapi perubahan perilaku masyarakat itu sendiri juga memegang peranan penting,” ujarnya.
Ke depan, Putra berharap penelitian mengenai komunikasi pendampingan program sosial ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya untuk isu stunting, tetapi juga diperluas ke persoalan kesehatan masyarakat lainnya. Ia juga berharap temuan mengenai pentingnya integrasi data lintas instansi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan terkait, sehingga penanganan stunting di Kabupaten Garut maupun daerah lain dengan persoalan serupa dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Pencapaian Putra menjadi bagian dari komitmen Tel-U dalam mendorong sivitas akademika untuk terus mengembangkan kompetensi keilmuan sekaligus menghasilkan riset yang berkontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan sosial di masyarakat. Riset mengenai komunikasi pendampingan program sosial ini turut menegaskan bahwa pendekatan komunikasi memiliki peran penting dalam keberhasilan kebijakan publik, sejalan dengan upaya Tel-U memperluas dampak keilmuannya di tingkat nasional.
Penulis: Ival Fauzi | Editor: Adnan | Foto: Narasumber