30 Nov 2018

Telkom University Adakan Workshop Blockchain

Bandung, Telkom University – Perkembangan teknologi sudah tidak bisa dipungkiri lagi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya transaksi elektronik yang muncul,  salah satunya adalah teknology blockchainBlockchain adalah salah satu teknologi yang menjadi sorotan pada 2018. Teknologi ini bahkan diklaim mampu membuat proses bisnis jauh lebih efisien. Sederhananya, blockchain merupakan aplikasi online yang dapat diakses siapa pun melaui internet. Kini, blockchain merambah industri aplikasi informasi di Indonesia.

Mengacu dari isu tersebut Telkom University melalui Telkom University Blockchain Research Community menggelar workshop blockchain dengan tema “Form Concept to Opportunities” yang diadakan di Fakultas Ilmu Terapan (FIT) Kamis (29/11).

Dekan FIT Dr. Teguh Widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa akademisi harus bisa memahami tentang teknologi blockchain dan cryptocurrency.

“Kita sebagai akademisi harus bisa terbuka dan mampu memanfaatkan serta mengembangkan teknologi terbaru seperti blockchain ini.” Terangnya.

Acara ini terbagi dalam dua sesi, menghadirkan Executive Director Indonesia Blockchain Society, Mochamad James Falahuddin sebagai pembicara pada sesi pertama. Pada sesi ini, dijabarkan sejarah dan implementasi blockchain pertama kali di dunia, yaitu pada bitcoin, yang berusaha menghilangkan perantara dalam transaksi keuangan. “Hal ini yang menyebabkan banyaknya salah persepsi antara blockchain sebagai teknologi dan bitcoin sebagai produk dari blockchain” ujarnya. Pada sesi ini juga dijelaskan struktur, cara kerja blockchain secara umum dan sifat-sifat blockchain, diantaranya peer-to-peer, consensus, cryptographically secure, dan immutable, yang merupakan keunggulan teknologi ini. Diakhir materi dijelaskan peluang riset blockchain di Indonesia bagi dosen dan mahasiswa Telkom University.

Sesi kedua dibawakan oleh Farid Fadhil Habibi, yang merupakan CEO dari PT. Svara Inovasi Indonesia. Dalam sesi ini diperkenalkan berbagai platform blockchain yang ada, dengan karakteristiknya masing-masing. Salah satu implementasi yang dipaparkan adalah penggunaan blockchain dalam bidang industri musik digital. Dengan blockchain, musisi dapat langsung memasarkan karyanya tanpa melalui banyak perantara, seperti yang terjadi selama ini. Selain menghemat biaya, teknologi ini juga memungkinkan manajemen copyright, dan pembayaran royalti secara otomatis melalui smart contract. Dengan penggunaan blockchain, piracy yang selama ini marak dalam industri digital, terutama musik, diharapkan dapat ditekan sekecil mungkin.

Sebagai inisiasi, pada kesempatan ini juga dideklarasikan Telkom University Blockchain Research Community, komunitas peneliti dan pemerhati blockchain yang terdiri dari lintas bidang ilmu yang ada di Universitas Telkom, khususnya di Fakultas Ilmu Terapan. Komunitas ini terdiri dari dosen, staff, dan mahasiswa yang mendalami blockchain, baik dalam penelitian maupun proyek akhir. Perkenalan singkat ini dibawakan oleh Anak Agung Gde Agung, selaku ketua panitia acara, juga sebagai Ketua Kelompok Keahlian Sistem Informasi Akuntansi. Selain memperkenalkan komunitas, Agung kembali mengajak seluruh civitas untuk ikut ambil bagian dalam mengembangkan teknologi ini, agar tidak hanya menjadi konsumen ketika negara-negara lain mulai memasarkan blockchain.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang membahas lebih jauh peluang riset teknologi blockchain bagi dosen dan mahasiswa, serta insight perkembangan teknologi blockchain di industri. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penandatanganan MOU antara Indonesia Blockchain Society dan Universitas Telkom yang membahas kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang blockchain.

Previous Article Next Article