Growify Tech Telkom University Hadirkan Inovasi Smart Mocaf System untuk Dukung Ketahanan Pangan 

Bandung, 29 Mei 2026 – Tim Growify Tech dari Telkom University berhasil meraih penghargaan Runner Up pada tema Kerawanan Pangan dalam ajang Innovillage. Melalui inovasi bertajuk Smart Mocaf System, tim ini menghadirkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu kelompok pengolah mocaf dalam memantau dan mengendalikan proses fermentasi singkong secara otomatis.

Smart Mocaf System dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang kerap terjadi dalam proses produksi mocaf, terutama pada tahap fermentasi. Selama ini, proses fermentasi masih banyak dilakukan dengan mengandalkan perkiraan waktu dan pengamatan visual. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan over-fermentasi yang dapat menurunkan kualitas bahan baku serta mengurangi hasil produksi.

Tim Growify Tech melihat bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi singkong terbesar di Indonesia. Namun, harga jual singkong di tingkat petani masih relatif rendah. Melalui pengolahan singkong menjadi tepung mocaf, nilai tambah komoditas tersebut dapat meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Berdasarkan observasi dan wawancara langsung dengan kelompok pengolah mocaf di Desa Purwodadi, tim menemukan bahwa proses fermentasi masih dilakukan secara manual selama kurang lebih 3×24 jam dan membutuhkan pengecekan berkala. Dari permasalahan tersebut, Growify Tech kemudian mengembangkan sistem yang mampu memantau pH dan suhu secara real-time, serta menguras air fermentasi secara otomatis ketika target pH telah tercapai.

Inovasi ini ditujukan bagi kelompok pengolah mocaf skala kecil hingga menengah yang masih menggunakan metode konvensional. Melalui penerapan Smart Mocaf System, tim berharap dapat membantu masyarakat mengurangi risiko over-fermentasi, meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi kebutuhan pengecekan manual, serta mendorong peningkatan literasi teknologi di sektor pertanian dan pengolahan pangan.

Dalam proses pengembangannya, tim Growify Tech menghadapi tantangan untuk memastikan sistem dapat bekerja secara stabil di kondisi lapangan. Selain itu, tim juga perlu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pengguna yang memiliki tingkat literasi teknologi beragam. Peran dosen pembimbing turut menjadi bagian penting dalam proses validasi, penyempurnaan sistem, hingga strategi implementasi agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut tim, keberhasilan Growify Tech meraih Runner Up pada tema Kerawanan Pangan tidak terlepas dari pendekatan solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Tim tidak hanya menawarkan konsep teknologi, tetapi juga melakukan validasi masalah, pengujian lapangan, sosialisasi, serta pengukuran dampak dari implementasi program.

Ke depannya, Growify Tech berencana mengembangkan Smart Mocaf System dengan fitur tambahan seperti pengendalian suhu otomatis, peningkatan kapasitas alat untuk skala produksi yang lebih besar, serta memperluas implementasi ke kelompok pengolah mocaf lainnya. Tim juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, sentra mocaf, maupun pihak industri agar inovasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Jangan takut untuk memulai dari masalah yang ada di sekitar kita. Inovasi yang baik tidak selalu harus rumit, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Melalui Innovillage, kami belajar bahwa teknologi akan memiliki nilai yang lebih besar ketika digunakan untuk menyelesaikan permasalahan sosial,” ujar tim Growify Tech.

Keberhasilan Growify Tech menjadi Runner Up Innovillage 2025 pada tema Kerawanan Pangan menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa dapat hadir dari permasalahan nyata di masyarakat. Melalui Smart Mocaf System, tim tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal, efisiensi produksi, dan literasi teknologi bagi pelaku pengolahan pangan. Ke depannya, inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Penulis: Najwa Nurul Aulia | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link