Melalui Game dan Ilustrasi, Tim Abdimas Telkom University Digitalisasi Budaya Barong Sekeloa

BANDUNG, 19 Agustus 2026 – Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University menginisiasi Program Inovasi Seni Nusantara 2026 bertajuk “Digitalisasi Warisan Budaya Barong Sekeloa melalui Pengembangan Buku Cerita Ilustrasi dan Video Game Edukasi Berbasis Desain Interaksi dan Gamifikasi”. Sebagai langkah awal, digelar Workshop Menggambar dan Ilustrasi Digital pada Minggu (2/8) di Lapangan RW 01, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keberlanjutan kesenian Barong Sekeloa sebagai identitas budaya lokal agar tidak redup di kalangan generasi muda. Mengusung pendekatan seni dan teknologi kontemporer, workshop luring yang terbagi dalam dua sesi ini melatih warga—khususnya anak-anak dan remaja—dalam menguasai keterampilan menggambar digital. Pelatihan dipandu langsung oleh dosen Telkom University yang memiliki kepakaran di bidang ilustrasi digital, desain interaksi, dan gamifikasi.

Pelaksanaan kegiatan ini bekerja sama dengan Komunitas Raksa Panghegar Lebakgede sebagai mitra lokal yang menjaga kelestarian sejarah Barong Sekeloa, serta didukung penuh oleh pengurus kewilayahan RW 01 dan Kelurahan Lebak Gede. Melalui metode pendampingan praktik langsung, peserta diajak memvisualisasikan karakter Barong Sekeloa yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam media buku cerita interaktif dan video game edukasi.

Kehadiran program ini disambut hangat oleh komunitas setempat. Perwakilan Komunitas Raksa Panghegar Lebakgede menuturkan kebermanfaatan pendekatan baru ini bagi regenerasi budaya di wilayahnya.

“Selama ini cerita Barong Sekeloa hanya diturunkan secara lisan, jadi ketika anak-anak diajak menggambar dan mengenal karakter Barong melalui ilustrasi, rasanya budaya kami jadi lebih ‘hidup’ dan dekat dengan generasi sekarang. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut,” ujarnya.

Antusiasme tinggi dari para peserta yang bertahan hingga sesi akhir juga menjadi modal penting bagi keberlanjutan riset dan produksi media digital tersebut. Perwakilan Tim Pengmas Telkom University menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga setempat.

“Antusiasme warga, khususnya anak-anak dan remaja, di luar ekspektasi kami. Banyak peserta yang datang lebih awal dan tetap bertahan hingga sesi kedua selesai. Ini menunjukkan bahwa materi ilustrasi digital yang kami rancang cukup relevan dan menarik bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi modal awal yang baik untuk tahap produksi buku cerita dan game edukasi selanjutnya,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat kewilayahan ini, Telkom University berkomitmen untuk terus mendorong modernisasi pelestarian warisan budaya Nusantara agar tetap relevan, bermakna, dan berdaya saing di era digital.

Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link