Telkom University Terapkan Biodigester Biogas untuk Dukung Kemandirian Energi Peternak di Boyolali

Boyolali, 10 Oktober 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Telkom University (Tel-U) menerapkan inovasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pembangunan dan instalasi Biodigester Biogas di Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (10/10). Program ini bertujuan mendorong kemandirian energi masyarakat sekaligus mengatasi persoalan limbah peternakan sapi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, M.T, dengan fokus pada pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Desa Musuk sendiri merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai peternak sapi, dengan jumlah peternak mencapai sekitar 500 orang.

“Limbah kotoran ternak yang dihasilkan setiap hari sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber energi. Melalui teknologi biodigester biogas, limbah tersebut dapat diubah menjadi gas metana yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga,” ujar Prof. Jangkung.

Selama ini, limbah peternakan di wilayah tersebut kerap menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti bau tidak sedap, pencemaran air tanah, hingga peningkatan emisi gas rumah kaca. Kehadiran biodigester biogas diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dengan mengonversi limbah menjadi energi bersih yang dapat digunakan sebagai bahan bakar memasak, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG.

Dalam program ini, tim Tel-U membangun empat titik biodigester di lokasi yang telah disepakati bersama Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Selain instalasi teknologi, kegiatan ini juga disertai dengan pelatihan dan pendampingan kepada peternak serta kelompok masyarakat peduli lingkungan, mulai dari cara pengoperasian, perawatan digester, hingga pemanfaatan biogas secara aman dan efisien.

Tak hanya menghasilkan energi, biodigester biogas juga memproduksi pupuk organik cair dan padat yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian dan pakan ternak. Hal ini memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternak serta mendukung praktik pertanian dan peternakan yang lebih ramah lingkungan.

“Program ini dirancang sebagai solusi terpadu. Masyarakat tidak hanya mendapatkan energi bersih yang terjangkau, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari pupuk organik dan peluang usaha baru terkait perawatan biodigester,” tambahnya.

Melalui program pengabdian masyarakat ini, Telkom University menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di pedesaan, khususnya pada aspek energi bersih, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, penerapan biodigester biogas di Desa Musuk dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah peternakan secara produktif dan berkelanjutan.

Penulis: Abdullah Adnan | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link