01 Jun 2020

1.000 Partisipan Telkom University Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila

BANDUNG, Telkom University – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2020, Telkom University turut serta mengikuti kegiatan upacara yang dilakukan secara virtual melalui Zoom yang di relay dari akun Youtube Channel Sekretariat Presiden. Kegiatan upacara pun diikuti oleh 1.000 orang pegawai dari mulai Pimpinan, Struktural, Dosen sampai dengan Tenaga Penunjang Akademik.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila pada tahun ini sedikit berbeda karena dilakukan secara virtual ditengah pandemic Covid-19. Sedangkan tema yang diangkat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun ini adalah Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju.

Rektor Telkom University, Prof. Dr. Adiwijaya dalam kesempatannya menyampaikan tentang kurikulum mata kuliah Pancasila yang telah dikelola selayaknya pendidikan karakter telah dirumuskan capaian pemberlajarannya tidak hanya diukur dari knowledge saja, lebih jauh dari itu tentang bagaimana sikap dan implementasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang mampu menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

“Kita memerlukan seluas-luasnya sudut pandang untuk menghadapi masa depan di tengah revolusi digital yang berlangsung dengan cepat dan masif, kolaborasi menjadi suatu keniscayaan. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan diberikan kemampuan untuk berkontribusi positif dalam mewujudkan Indonesia maju.“ Pungkasnya.

Sedangkan dalam pidato kenegaraannya, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo menyampaikan tentang makna dari peringatan Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan ditengah pendemi Covid-19 yang menguji daya juang, pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, ketenangan sebagai bangsa dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

“Dalam menghadapi ujian tersebut kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk meggerakan kita semua, menggerakan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi” Ucapnya.