Dorong Efisiensi Usaha Tani, FRI Telkom University Perkenalkan Biocomposting di Desa Ciptasari

Sumedang, 21 Juni 2026 – Dalam upaya mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional para petani, tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Telkom University melaksanakan program pengolahan limbah pertanian di Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Program yang mengusung tema “Pengolahan Limbah Pertanian Melalui Implementasi Biocomposting untuk Meningkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan Usaha Tani” ini menggandeng langsung Kelompok Tani Desa Ciptasari. Inisiatif ini hadir sebagai solusi atas tantangan penumpukan limbah organik sisa hasil panen yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

Program ini juga melibatkan peran aktif mahasiswa, yaitu Raden Muhammad Fadhlan Kautsar, Muhamad Faiz Shakil Hakeem, dan Athifah Ansarullah. Keterlibatan mahasiswa di lapangan memberikan ruang bagi mereka untuk mengaplikasikan keilmuan Teknik Industri secara langsung, khususnya dalam hal pengelolaan fasilitas, efisiensi rantai pasok pertanian, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di sektor ekonomi sirkular.

Penerapan sistem biocomposting dipilih bukan tanpa alasan. Metode ini dinilai paling kontekstual dan berkelanjutan sebagai jawaban atas persoalan penumpukan limbah organik yang dihadapi Kelompok Tani Desa Ciptasari. Lebih dari sekadar mengurangi volume sampah pertanian, sistem ini membuka peluang bagi para petani untuk memproduksi pupuk kompos secara mandiri, sebuah langkah yang secara langsung memangkas ketergantungan mereka terhadap pupuk kimia komersial yang harganya kerap tidak menentu.

Dengan berkurangnya ketergantungan tersebut, struktur biaya operasional usaha tani dapat ditekan secara signifikan, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan margin keuntungan dan ketahanan ekonomi kelompok tani secara keseluruhan.

Program ini dilaksanakan melalui pendekatan yang sistematis dan terukur. Tahap pertama diawali dengan survei lapangan bersama ketua kelompok tani, guna memetakan secara mendalam berbagai hambatan dalam sistem pertanian yang ada, mulai dari persoalan teknis produksi, kerentanan dalam proses budidaya, hingga potensi pemberdayaan tanaman yang belum tergali secara optimal.

Pada tahap kedua, tim merumuskan solusi berbasis kebutuhan aktual, mencakup pemilihan medium kompos yang sesuai, penentuan jenis biocomposter yang paling efektif, serta penyusunan modul operasional yang dapat dipahami dan diterapkan langsung oleh petani tanpa bergantung pada tenaga ahli dari luar.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tim Abdimas melakukan serah terima biocomposter, modul penggunaan biocomposter, serta edukasi mengenai penggunaan, perawatan, dan pemberdayaan biocomposter kepada pihak Kelompok Tani Desa Ciptasari.

Lebih dari itu, Kelompok Tani Desa Ciptasari diharapkan mampu bertransformasi menjadi komunitas pertanian yang lebih adaptif, berdaya saing, dan memiliki kepekaan ekologis yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Sebuah transformasi kecil di desa yang sejatinya merupakan bagian dari perubahan besar menuju industri agrikultur yang berkelanjutan.

Penulis: Raden Muhammad Fadhlan Kautsar | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Raden Muhammad Fadhlan Kautsar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link