Fakultas Rekayasa Industri Hadirkan Menteri Ketenagakerjaan RI dalam Studium Generale Penguatan Produktivitas Nasional

Bandung, 8 Mei 2026 – Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Telkom University (Tel-U) sukses menggelar agenda Studium Generale yang menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., sebagai pembicara utama di Auditorium Gedung Damar. Agenda akademik ini dihadiri oleh Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto; Direktur HCM Telkom Indonesia, Willy Saelan, M.A.; serta Ketua Yayasan Pendidikan Telkom, Dodi Irawan. Antusiasme mahasiswa FRI terlihat sangat tinggi dalam menyimak pemaparan strategis mengenai masa depan industri ini, di mana jumlah peserta yang hadir terpantau melampaui kapasitas ruang yang tersedia.

Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto menekankan pentingnya peran strategis keilmuan teknik industri di era modern. 

“Rekayasa Industri adalah ilmu tentang optimalisasi yang mengubah sistem kompleks menjadi sederhana dan gesit. Di era disrupsi saat ini, keunggulan bangsa tidak lagi diukur dari kekayaan sumber daya alam, melainkan dari kecerdasan sistem yang mampu mengintegrasikan teknologi, proses, manusia, dan data secara harmonis,” jelasnya. 

Beliau juga berpesan agar mahasiswa FRI tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, namun menjadi perancang sistem yang berani menciptakan solusi. 

“Kemajuan Indonesia tidak akan terjadi secara otomatis. Ia harus dirancang, direkayasa, dan diwujudkan oleh kalian, generasi yang berpikir sistemik dan bertindak solutif,” tegas Prof. Suyanto di hadapan para mahasiswa. 

Senada dengan hal tersebut, Direktur HCM PT Telkom Indonesia, Willy Saelan, M.A., dalam sambutannya juga memberikan apresiasi atas kehadiran narasumber ahli di lingkungan kampus. 

“Ini merupakan privilege bagi adik-adik semua untuk mendengarkan langsung dari ahli mengenai rekayasa industri. Dalam konteks ini, saya rasa mahasiswa bisa belajar lebih jauh dan cepat untuk menjadi yang terdepan,” ungkapnya sebelum sesi utama dimulai.

Memasuki sesi inti, Prof. Yassierli, Ph.D. memaparkan materi bertajuk “Peran Sistem Rekayasa Industri dalam Peningkatan Produktivitas Nasional”. Beliau memetakan tiga penggerak global yang akan memengaruhi kesiapan bangsa, yaitu disrupsi AI dan digitalisasi, transisi hijau serta keberlanjutan, hingga pergeseran demografi. Ketiga faktor ini diprediksi berdampak besar pada empat sektor strategis: ekonomi digital, teknologi AI, ekonomi hijau, dan ekonomi yang berpusat pada manusia. Beliau menggarisbawahi bahwa meski terdapat 92 juta pekerjaan yang berisiko tergantikan, muncul potensi 170 juta pekerjaan baru pada tahun 2030. Oleh karena itu, Prof. Yassierli menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada produktivitas yang dikelola melalui kerangka intervensi 4P, yaitu People, Process, Product, dan Policy. Agenda ini diharapkan mampu membekali mahasiswa FRI dengan metodologi pemecahan persoalan nyata bagi peningkatan produktivitas nasional di masa depan.

Penulis: Gayuh Nugraha | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Gayuh Nugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link