Bandung, 26 September 2025 — Kurangnya ruang terbuka hijau dan wilayah padat penduduk menyebabkan permasalahan besar berupa banjir yang sering menerjang perumahan penduduk di kawasan sungai Cikapundung. Melihat kondisi yang terjadi, tim pengabdian Telkom University (Tel-U) berkolaborasi dengan Perhimpunan Warga Pemerhati Lingkungan DAS Cikapundung dan Komunitas Cika gelar workshop bertema “Workshop Literasi Kebencanaan dan Koordinasi Sensor Banjir ” pada Selasa (26/8) 2025.
Didukung oleh Program Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi dengan berbasis pada internet of things, kecerdasan buatan, dan model digital twin 3d .
Tim pengabdian Tel-U, Prof. Indrarini Dyah Irawati sebagai ketua pengusul, Bayu Efrianto S.Pd dan Dr. Runik Machfiroh sebagai anggota, melaksanakan kegiatan sosialisasi bagi warga. Melalui sosialisasi yang dilakukan, warga daerah kawasan sungai Cikapundung dibekali pemahaman mengenai dasar hidrologi teknologi IoT dan strategi evakuasi darurat dengan pendekatan interaktif.
Rendahnya literasi kebencanaan dan belum adanya sistem peringatan dini berbasis teknologi membuat respon terhadap mitigasi bencana banjir kurang. Prof. Indrarini menegaskan bahwa “Dengan pendekatan interaktif, masyarakat tidak hanya belajar, tetapi juga berperan aktif merancang solusi mitigasi”. ujarnya.
Inovasi ini menghadirkan sistem peringatan dini berupa sensor curah hujan yang nantinya akan memberikan data secara real-time ke dalam dashboard web serta memberikan notifikasi otomatis ke telegram. Selain itu, inovasi ini juga merancang aplikasi berbasis imersif 3D sebagai pembelajaran mitigasi bencana banjir.
Program ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendukung pendidikan berkualitas, menciptakan kota yang lebih berketahanan, dan membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan respon yang positif dari masyarakat sekitar. Mereka mengatakan bahwa mereka sangat antusias dengan inovasi yang diluncurkan, karena sebelumnya masih kurang pemahaman maupun aplikasi teknologi untuk antisipasi bagi warga.
Penulis: Nashwa Fauziyyah | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations