Jadi Juara 1 Tema Lingkungan Innovillage 2026: Kisah Tim Doa Mamah dan Inovasi SEANERGY yang Menggerakan Petani Rumput Laut Sidoarjo

Bandung, 20 Mei 2026 — Tiga mahasiswi Telkom University Surabaya (TUS) yang tergabung dalam tim Doa Mamah berhasil meraih Juara Terbaik 1 Tema Lingkungan dalam ajang Innovillage 2026 pada Rabu (20/05) di Gd. Damar, Telkom University. Kemenangan ini diraih berkat inovasi yang dikembangkan oleh tim Doa Mamah yang bernama SEANERGY.

Kemenangan ini disambut dengan perasaan campur aduk yang dirasakan oleh ketiga anggota saat diumumkan menjadi juara.

“Pastinya campur aduk antara kaget, terharu, dan seneng banget. Kami sama sekali tidak menyangka bisa sampai di titik ini dan meraih Juara 1 pada Tema Lingkungan,” ujar Tim.

Mengingat ketatnya persaingan dan beragam inovasi yang diciptakan oleh tim lain, kemenangan ini menjadi validasi berharga untuk tim Doa Mamah atas kerja keras sekaligus motivasi besar untuk terus mengembangkan alat yang bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Berawal Dari Keresahan Saat Survei Lapangan

Berangkat dari keresahan tim saat berkunjung ke Dusun Tanjung Sari, Sidoarjo. Disana, mereka menemukan permasalahan nyata setelah melihat proses pengeringan rumput laut yang sangat bergantung pada cuaca. Saat musim hujan rumput laut yang tidak kering sempurna menghasilkan warna putih pucat yang tidak layak untuk dijual, padahal standar pasar menuntut kualitas yang konsisten. Oleh karena itu, tim berinisiatif membuat alat pengering alternatif yang lebih efesien dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi dari panel surya yang didukung dengan teknologi IoT. Tim Doa Mamah berharap dengan adanya inovasi tersebut para petani tetap bisa produktif tanpa bergantung pada cuaca.

Dusun Tanjung Sari di Sidoarjo menjadi fokus tim untuk mengembangkan inovasinya dikarenakan dampak yang dihasilkan bisa sangat nyata. Menurutnya, rumput laut Sidoarjo yang sudah berhasil mengekspor rumput laut ke pasar di Australia sebanyak 15 ton. Yang artinya, tim melihat potensi rumput lokal ini sudah diakui secara internasional. Namun, jika proses pengeringan rumput laut tidak segera dibenahi maka peluang besar itu bisa saja sirna. 

Teknologi yang Menjawab Kebutuhan Nyata

Yang membedakannya dengan solusi lainnya yang serupa, SEANERGY memanfaatkan panel surya dan aki sebagai sumber daya serta memanfaatkan sensor suhu, kelembapan, dan cahaya untuk memantau kondisi di dalam ruang pengering. Data dari sensor tersebut kemudian diolah oleh ESP32 untuk mengendalikan pemanas dan exhaust fan secara otomatis agar proses pengeringan berjalan lebih efisien. Seluruh data operasional dapat dipantau secara real time melalui dashboard berbasis website. Hasilnya, penerapan sistem tersebut terbukti mampu mempercepat pengeringan rumput laut hingga sekitar 40-50% dibandingkan metode pengeringan tradisional. Selain itu keunggulan lainnya adalah biaya investasi yang relatif terjangkau, menjadikannya solusi realistis bagi investor yaitu para petani mitra, khususnya Samudra Hijau Satu, Pernghasil rumput laut Gracilaria Sp.

Tantangan Doa Mamah Dalam Mengembangkan SEANERGY

Mengembangkan inovasi SEANERGY bukanlah perjalanan yang mudah, setiap langkah dan tindakan yang akan dilakukan harus diukur dan disesuaikan secara tepat. Secara teknis, ketidaksesuaian jadwal dengan pihak jasa perancangan alat memaksa tim untuk menyusun ulang timeline yang telah direncanakan, kondisi cuaca ekstrem yang tak menentu turut menghambat proses pembangunan dan pengujian alat di lapangan.

Namun tantangan yang dirasakan paling berat justru datang dari internal tim, yakni menjaga konsistensi dan kekompakan tim di tengah padatnya aktivitas akademik yang bersamaan dengan timeline Innovillage yang cukup ketat. Sehingga tim harus mampu membagi waktu antara perkuliahan, proses perancangan alat, survei lapangan, hingga penyusunan berbagai laporan. Mengatur semua itu bukanlah hal yang mudah, tetapi berkat komunikasi yang terjalin dengan baik, pembagian tugas yang jelas, dan saling memberi dukungan satu sama lain akhirnya tim berhasil melewati semua tantangan tersebut sehingga dapat menyelesaikan program yang menjadi kunci kesuksesan Doa Mamah.

Para Inisiator Dibalik Kesuksesan Doa Mamah

Tim ini terdiri dari tiga anggota yang dipimpin oleh Sabrina Zahrotul Nisa yang berperan sebagai pemimpin dan juga budget manager bertugas mengatur jalannya proyek inovasi dan bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran, Maghfira Adinia Raissa bertanggung jawab sebagai penyusun dan mengontrol timeline proyek agar berjalan sesuai dengan jadwal, melakukan dan menguji kualitas dari hasil riset, serta menjalin komunikasi dengan para petani rumput laut sebagai mitra pengguna, Sementara Nafa Naysilla Hilda Amru bertanggungjawab untuk menganalisis dampak, perancang instalasi panel surya, serta dokumentasi seluruh proses pengembangan SEANERGY.

Adapun asal usul nama “Doa Mamah” awalnya berasal dari candaan anggota tim yang saat itu kebingungan menentukan nama tim yang unik dan mudah diingat. Namun dibalik itu, terdapat makna filosofi yang mendalam bagi ketiga anggota. Mereka percaya bahwa restu doa dari seorang Ibu (Mamah) adalah kunci utama dibalik kelancaran dan keberhasilan di setiap langkah yang tim jalani. Oleh karena itu tim percaya nama “Doa Mamah” menjadi sebuah bentuk penghormatan sekaligus kunci keberuntungan tim selama berjuang hingga menjadi juara dalam program Innovillage 2026.

Peran Besar Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Selama mengikuti seluruh rangkaian program Innovillage 2026, tim Doa Mamah tidak hanya menghadapi tantangan terberat dalam hal teknis saja, tetapi juga usaha dalam menjaga kekompakan ditengah padatnya jadwal akademik yang bersamaan dengan jadwal Innovillage yang ketat menjadi ujian tersendiri. Namun semua itu berhasil dihadapi tim dengan menjaga komunikasi yang konsisten serta membagi tugas secara jelas dan adil menjadi kunci untuk bertahan sampai akhir.

Disamping itu juga Doa Mamah juga memperoleh pelajaran yang paling berharga. Mereka berpendapat bahwa inovasi yang baik tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi saja, tetapi juga inovasi yang harus berlandaskan dari kebutuhan yang dapat dirasakan dan dinikmati secara nyata dari masyarakat. Sebagai bagian dari mahasiswa agen perubahan, tim sadar akan pentingnya untuk dapat mendengarkan aspirasi mitra, kerja sama tim, mampu beradaptasi terhadap berbagai kendala, serta pantang menyerah saat menemui kesulitan, menjadi kunci agen perubahan mampu menghadirkan solusi berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Sebagai penutup, tim Doa Mamah menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa yang ingin berkontribusi melalui inovasi.

“Jangan takut untuk memulai dari masalah sederhana yang ada di sekitar kita,” ujar tim Doa Mamah. Mereka mendorong para mahasiswa untuk berani terjun langsung ke lapangan, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan tidak ragu mencoba berbagai ide meski prosesnya penuh rintangan.

Tim ini juga menegaskan bahwa kegagalan bukanlah hal yang perlu ditakuti. “Kegagalan bukanlah sebuah kesalahan, kesalahan yang sebenarnya adalah ketika kita berhenti mencoba,” lanjut mereka.

Bagi Doa Mamah, inovasi terbaik bukan diukur dari seberapa rumit prototipenya, melainkan dari seberapa nyata dan berkelanjutan dampak yang mampu diberikan kepada masyarakat.

Penulis: Maharani Wulansari | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Narasumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link