14 Sep 2020

Literacy Event Tingkatkan Budaya Indonesia

BANDUNG, Telkom University – Tanggal 8 september adalah hari yang dicanangkan oleh UNESCO sebagai ‘International Literacy Day’. Hari penting bagi pergerakan literasi ini dirayakan dengan cara yang beragam di berbagai belahan dunia. Literasi erat cakupannya dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung, sehingga literasi memiliki peran krusial dalam kehidupan masyarakat yang terlibat dalam interaksi sosial sehari-hari.

Selain merayakan hari literasi dunia, tepat pada 14 September 2020 kali ini juga merupakan hari Kunjung Perpustakaan yang telah dilaksanakan sejak tahun 1995. Merujuk kepada kedua hari besar tersebut, Open Library Telkom University kembali menggelar acara The 7th Telkom University Literacy Event 2020, sebagai rangkaian acara HUT Telkom University ke-7.

Acara yang rutin diselenggarakan Perpustakaan Telkom University sejak 7 tahun kebelakang, pada tahun ini Literacy Event Telkom University mengusung tema “Empowering Society Through Literacy” yang akan diselenggaraka mulai tanggal 14 hingga 18 September 2020.

Rektor Telkom University, Prof. Adiwijaya menyampaikan bahwa, berdasarkan tema yang diangkat tersebut, Telkom University ingin terus memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat melalui rangkaian kegiatan yang ada.

“Dari seluruh rangkaian kegiatan kali ini, akan ada banyak pemahaman yang diberikan, mulai dari meningkatkan semangat literasi kepada anak, meningkatkan kreatifitas, hingga pembuatan karya ilmiah. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai perguruan tinggi, untuk mendukung pengembangan literasi yang ada di Indonesia, dan ingin membudayakan kegiatan literasi dalam masyarakat,.” Jelasnya.

Dalam pembukaan Literacy Event 2020 kali ini, turut hadir sebagai pebicara Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, dimana Atalia menjelaskan bahwa dalam kegiatan literasi tidak hanya didukung oleh sumber yang informatif dan edukatif saja tapi juga harus rekreatif, yang mana ini merupakan hal yang dapat menumbuhkan ketertarikan seseorang terhadap kegiatan literasi.

“Bagaimana kita bisa mengajak seseorang untuk mau berlama-lama membaca dan memahami sesuai kalau orang tersebut tidak senang menjalaninya, oleh karena itu salah satu sumber yang dapat mendukung seseorang tertarik dalam literasi adalah informasi yang rekreatif.” Jelasnya.

Lebih lanjut Atalia menjelaskan, dalam kemajuan informasi seperti saat ini, sangat banyak beredar berita-berita hoax yang dapat menimbulkan banyak keresahan dalam masyrakat.

“Seperti kondisi saat ini, banyak berita hoax beredar disekitar kita, khususnya berita seputar covid-19, oleh karena itu kita harus biasakan bagaimana membaca dan memahami sesuatu tidak setengah-setengah, dan harus dipastikan sumber yang ada sehingga kita terhindar dari berita hoax. Terhindar dari berita hoax merupakan manfaat yang didapat dari literasi, selain itu kita juga tidak mudah terprovokasi, dan mampu meningkatkan kemampuan memahami suatu informasi selain itu meningkatkan wawasan seputar informasi tersebut.” Ucapnya.

Genrasi masyrakat Indonesia kedepan harus melek literasi, Atalia menegaskan kalau orang tua dari anak-anak sekarang harus bisa memberikan contoh kebiasaan membaca dirumah dan jangan terlalu sering bermain gawai, karena anak akan meniru kebiasaan orangtua kedepannya, apabila orangtua senang membaca buku, menulis dan sebagainya, anak-anak akan terbiasa dan akan terbawa hingga besar nani.

“Karena kebiasaan membawa itu bukan genetic, melainkan anak-anak kita terbiasa melihat orangtuanya membaca, kalau orangtua kita senang memabaca, anak-anak kita pasti melihat kebiasaan tersebut dan akan meniru.” Ucapnya.

Untuk menghasilkan SDM yang unggul untuk Indonesia dimasa depan, banyak hal harus dipersiapkan, salahsatunya adalah mebudayakan literasi, Atalia menjelaskan manfaat dari membaca kedepan adalah dapat memberi kekuatan bagi daya ingat serta memberikan pembelajaran imajinasi dan Bahasa, selain itu membaca selama 6 menit dapat menghilangkat stress 68% (berdasarkan penelitian University of Sussex), dan dapat menjaga otak tetap aktif, sehingga kedepan mampu menangkal penyakit alzeimer.

“Mari kita jadikan generasi anak-anak kita yang cerdas dengan literasi, dan jadikan mereka pemimpin masa depan dengan banyak membaca, “today a reader tomorrow a leader”.”Jelasnya.

Selain Bunda Literasi Jawa Barat, turut hadir sebagai pembicara pada pembukaan Literacy Event 2020 kali ini, diantaranya adalah : Dedi Junaedi (Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia), Utami B.R. Hariyadi, (Ketua II Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia), Tulus Wulan Juni, (Pustakawan Berprestasi Nasional Dinas Perpustakaan Kota Makasar), dan Kusairi, (Pustakawan Berprestasi Nasional Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan).

Previous Article Next Article