Mahasiswa Berprestasi Telkom University, Haddy Joof Lanjut S2 ke Italia dengan Beasiswa Penuh

Bandung, 04 Mei 2026 — Prestasi membanggakan kembali datang dari Telkom University (Tel-U). Haddy Joof, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi International Class, School of Communication and Social Sciences (SCS), berhasil melanjutkan studi magister (S2) di University of Padua, Italia, dengan raihan beasiswa penuh (full scholarship).

Mahasiswa asal Gambia tersebut membagikan kisah perjalanannya sejak memilih Tel-U hingga akhirnya diterima di salah satu universitas ternama di Italia. Haddy mengungkapkan bahwa keputusannya memilih Tel-U berawal dari rekomendasi seorang teman. Menurutnya, Tel-U dikenal sebagai salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia serta memiliki berbagai peluang beasiswa.

Selain itu, ia merasa Program Studi Ilmu Komunikasi sangat sesuai dengan minat dan potensinya. Ketertarikannya pada dunia komunikasi sudah tumbuh sejak lama, terutama karena aktif mengikuti berbagai kegiatan public speaking dan debat di negara asalnya.

“Saya merasa belajar Ilmu Komunikasi di Telkom University seperti membuka gerbang untuk berkembang lebih jauh,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa International Class, Haddy juga merasa penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik menjadi nilai tambah. Bahasa Inggris yang merupakan bahasa utamanya membuat proses belajar menjadi lebih nyaman sekaligus mendukung pengembangan akademiknya.

Selama menjalani masa perkuliahan, Haddy mengaku mendapatkan banyak pengalaman berkesan. Ia menilai lingkungan Tel-U sangat suportif dan memberikan banyak kesempatan untuk berkolaborasi serta keluar dari zona nyaman.

“Orang-orang di sini sangat menakjubkan. Teman-teman sekelas saya banyak membantu selama proses belajar,” katanya.

Meski demikian, perjalanan studinya tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan terbesar yang dihadapi adalah persoalan bahasa saat pertama kali datang ke Indonesia. Ia mengaku belum memahami Bahasa Indonesia sehingga proses adaptasi sempat terasa sulit.

Namun, Haddy memilih untuk terus belajar dan berusaha berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Ia mencoba menggunakan Bahasa Inggris sambil mempelajari Bahasa Indonesia dalam keseharian, termasuk saat berinteraksi dengan staf asrama.

Menurut Haddy, salah satu pengalaman yang paling berpengaruh terhadap perkembangan dirinya adalah saat bergabung dengan organisasi Students for Liberty. Organisasi tersebut mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, serta berbagi gagasan mengenai kebebasan dan kesempatan global.

Keberhasilannya meraih beasiswa penuh ke University of Padua juga tidak datang secara instan. Haddy mengaku sudah mulai merencanakan studi lanjut sejak semester pertama kuliah S1. Ia aktif mencari informasi berbagai universitas dan beasiswa dari sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, hingga Italia.

“Saya sudah tahu apa yang ingin saya tuju sejak awal, jadi saya memulai persiapan lebih dulu,” jelasnya.

Ia menambahkan, prestasi akademik dan aktivitas organisasi menjadi faktor penting yang mendukung proses seleksinya.

Menutup wawancara, Haddy menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa Tel-U agar tidak membatasi diri dan berani memiliki mimpi besar.

“Jangan pernah bilang saya tidak bisa melakukannya. Sebenarnya kamu bisa selama mau berusaha dan berdoa. Jangan dengarkan apa kata orang. Setiap perjalanan pasti ada tantangan, dan tantangan adalah pelajaran,” pesannya.

Keberhasilan Haddy Joof menjadi bukti bahwa lingkungan kampus yang suportif, kerja keras, dan visi yang jelas dapat membuka jalan menuju peluang global.

Penulis: Ilham Ferdian | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Narasumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link