Mahasiswa Telkom University Kembangkan “NeuroRehab Glove AI”, Sarung Tangan Cerdas untuk Percepat Pemulihan Pasien Pascastroke

BANDUNG — Tim mahasiswa Telkom University berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2026 untuk pengembangan NeuroRehab Glove AI, sebuah perangkat wearable berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu proses rehabilitasi motorik pasien pascastroke. Inovasi ini menggabungkan sensor gerak presisi tinggi, kecerdasan buatan (AI), gamifikasi adaptif, dan asisten virtual berbasis suara dalam satu ekosistem terpadu.

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun tim, sekitar 80% penyintas stroke mengalami hemiparesis, yaitu kelemahan pada satu sisi tubuh yang mengganggu fungsi lengan dan tangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, program rehabilitasi mandiri berbasis gamifikasi yang ada saat ini umumnya masih bersifat statis karena hanya mengikuti skenario permainan yang telah ditetapkan, sehingga kurang adaptif terhadap perkembangan kemampuan motorik masing-masing pasien. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya angka penurunan kepatuhan latihan pasien, yang berujung pada stagnasi proses pemulihan.

Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa yang terdiri dari Farhan Muamar Fawwaz, Nabiel Muhamad Irfani, Muhammad Bintang Prajudha, Denis Arsyatya (S1 Teknologi Informasi), dan Aamira Kalila Elza Hidayat (S1 Teknik Biomedis) merancang sarung tangan pintar interaktif untuk membantu percepatan pemulihan motorik pasien pascastroke.

Pengembangan inovasi ini berada di bawah bimbingan dosen Dr. Gamma Kosala, S.Si. NeuroRehab Glove AI menghadirkan sejumlah keunggulan dan fitur utama:

  • Precision Motion Tracking & AI Feedback: Menggabungkan flex sensor, force sensor, dan sensor IMU dengan algoritma machine learning untuk menganalisis sudut dan stabilitas gerak pasien secara presisi, sekaligus memberikan koreksi instan guna mencegah gerakan kompensasi yang keliru.
  • Gamifikasi Adaptif berbasis AI (Dynamic Difficulty Adjustment): Menyediakan tiga modul latihan (Point Tracking untuk bahu, Endurance Hold untuk siku, dan Sequential Memory untuk jari) yang tingkat kesulitannya menyesuaikan secara otomatis dengan kemampuan motorik pasien, sehingga terapi tetap menantang namun tetap aman.
  • Asisten Virtual Cerdas Berbasis Suara: Memungkinkan pasien dengan keterbatasan motorik tangan untuk menavigasi aplikasi, memulai sesi latihan, dan meminta ringkasan evaluasi progres cukup melalui perintah suara tanpa perlu mengetik.
  • Sinkronisasi Real-Time via Protokol MQTT: Memastikan respons antara gerakan fisik pasien dan tampilan aplikasi berjalan instan dan mulus, sehingga sesi terapi terasa alami dan imersif.
  • Pemantauan Tanda Vital: Dilengkapi sensor detak jantung dan saturasi oksigen sebagai parameter keselamatan tambahan selama sesi latihan berlangsung.

Rancangan sistem NeuroRehab Glove AI telah divalidasi bersama tenaga ahli fisioterapi dari Elevate Physiotherapy untuk memastikan kesesuaian dengan standar klinis rehabilitasi stroke, termasuk protokol keselamatan pasien dan parameter pengukuran medis seperti Manual Muscle Testing (MMT) dan Active Range of Motion (AROM).

Inovasi ini tidak hanya merealisasikan tema PKM 2026 bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat, tetapi juga selaras dengan agenda mendukung kemandirian IPTEK kesehatan nasional, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs Tujuan 3, 9, dan 10), serta upaya menekan ketergantungan pada impor alat kesehatan.

Melalui pendanaan PKM-KC 2026, tim menargetkan luaran berupa laporan kemajuan dan laporan akhir, prototipe fungsional (wearable smart glove dan aplikasi seluler), publikasi di media sosial, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta penulisan artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi atau internasional bereputasi.

Keberhasilan tim NeuroRehab Glove AI meraih pendanaan PKM-KC 2026 menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Telkom University dalam menghadirkan solusi teknologi kesehatan yang inovatif, terjangkau, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para penyintas stroke di Indonesia.

Penulis: Belinda Fransisca Bunadi | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link