Bandung, 26 September 2025 — Tim peneliti dari Telkom University melalui program Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Tahun 2025 berhasil mengembangkan sistem automatis untuk menghasilkan jamur tiram dengan kualitas yang lebih baik. Dengan latar belakang budidaya jamur yang memerlukan suhu dan kelembaban udara yang tinggi, sehingga kontrol manual sering tidak konsisten yang mengakibatkan produksi maupun kualitas jamur menurun. Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi kampus dalam mendukung inovasi teknologi pertanian modern.
Kegiatan ini berlangsung di PKBM Schole Fitrah Kampung Leuwihanja, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, tim melibatkan kelompok petani jamur tiram sebagai mitra utama. Dengan adanya teknologi ini, para petani dapat dengan mudah mengendalikan kondisi kumbung jamur, seperti suhu, ventilasi dan kelembapan secara otomatis dan real-time. Ketua tim pelaksana mengungkapkan keunggulan dari inovasi yang ia buat akan berperan besar dalam memberikan solusi nyata agar budidaya tetap berjalan.
“Dengan adanya otomasi rumah jamur ini, petani tidak harus terus-menerus mengecek kondisi suhu dan kelembapan secara manual. Sistem sensor akan bekerja otomatis menjaga kelembapan tetap tinggi dan suhu tetap sejuk sesuai kebutuhan jamur. Hal ini membuat pertumbuhan jamur lebih terjaga, panen lebih konsisten dan resiko gagal panen dapat ditekan. Selain itu, penggunaan tenaga surya menjadikan biaya operasional jauh lebih hemat apalagi untuk para petani yang berada di daerah dengan listrik terbatas, sistem ini memberikan solusi nyata agar usaha budidaya tetap berjalan,” tutur Ketua tim pelaksana.
Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat DPPM. Selain membangun sistem otomatis, tim juga memberikan pelatihan teknis kepada petani mitra agar mampu mengoperasikan dan memelihara teknologi tersebut secara mandiri dan berorientasi pada keberlanjutan.
Harapannya dengan adanya program hibah ini tidak hanya meningkatkan hasil panen jamur tiram, namun juga memperkuat manajemen bisnis petani. Model penerapan smart farming berbasis digital ini dapat diperluas ke sektor pertanian lainnya sehingga memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Selain itu, inovasi ini juga dapat menjadi inspirasi untuk terus menghadirkan teknologi yang ramah lingkungan, bermanfaat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Ratu Aufa Septia | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations