Bandung, 30 September 2025 – Telkom Indonesia bersama Telkom University kembali menghadirkan Innovillage 2025, program inovasi sosial digital yang kini memasuki tahun keenam. Dengan mengusung tema “Drive Innovation, Create Impact, Build a Lasting Future”, program ini lahir sebagai gerakan kolektif yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, industri, komunitas, dan pemerintah untuk melahirkan solusi teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Innovillage adalah program sosio-preneurship digital yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia bersama Telkom University sejak tahun 2020. Program ini bertujuan mendorong mahasiswa menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi bagi masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Hingga kini, Innovillage telah melibatkan ribuan mahasiswa, menghasilkan ribuan karya, dan menjadi salah satu gerakan inovasi sosial digital terbesar di Indonesia.
Pertumbuhan Signifikan dan Dampak Nyata
Sejak pertama kali digelar pada 2020, Innovillage mencatat pertumbuhan signifikan. Dari sisi partisipasi, jumlah mahasiswa terus meningkat: hampir seribu peserta pada tahun pertama, lalu bertambah menjadi ribuan pada periode berikutnya hingga menembus angka 2.800 lebih pada 2024. Secara kumulatif, lebih dari 6.000 talenta digital muda telah menjadi bagian dari gerakan ini.
Hasil karya yang lahir pun menunjukkan konsistensi positif. Pada 2020 tercatat lebih dari 300 karya inovasi, meningkat pesat di tahun-tahun berikutnya hingga mendekati 900 karya di 2024. Hingga kini, tercatat lebih dari 2.900 prototipe inovasi telah divalidasi, dengan hampir 700 proyek berhasil diimplementasikan di berbagai wilayah Indonesia.
Dampak dari karya-karya tersebut begitu nyata. Inovasi yang dihasilkan mahasiswa mencakup beragam bidang: aplikasi pendukung penyandang disabilitas, solusi pertanian untuk ketahanan pangan, teknologi ramah lingkungan untuk energi terbarukan, pengelolaan limbah berbasis zero waste, hingga aplikasi pemberdayaan UMKM dan perempuan. Bahkan di bidang kesehatan, karya mahasiswa hadir membantu penurunan angka stunting dan pemantauan kesehatan mental.
Secara keseluruhan, solusi tersebut telah memberi manfaat langsung kepada lebih dari 9.900 kepala keluarga atau sekitar 29.700 orang yang tersebar di 28 provinsi. Angka ini menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari kampus mampu menembus batas akademik, menjadi solusi yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Inovasi Berkelanjutan dan Pilar SafeAI
Partisipasi generasi muda terus meningkat tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas gagasan. Telkom Indonesia mencatat, semakin banyak karya yang mengusung pendekatan berkelanjutan, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan melibatkan kolaborasi lintas disiplin.
Di sektor kesehatan, lahir aplikasi untuk pencegahan stunting serta teknologi pengolahan air bersih untuk masyarakat desa. Di bidang lingkungan, hadir inovasi energi alternatif dan sistem karbon netral. Di ranah sosial-ekonomi, mahasiswa mengembangkan platform pemberdayaan perempuan dan UMKM agar lebih siap menghadapi era digital.
Tahun ini, Innovillage menghadirkan dua kategori utama. Dampak Sosial Berkelanjutan mendorong lahirnya inovasi yang memberi perubahan jangka panjang di masyarakat, sedangkan Creating Shared Value (CSV) mengajak mahasiswa menciptakan sinergi antara manfaat sosial dan nilai ekonomi.
Tema yang diangkat juga sangat relevan dengan isu-isu strategis nasional: kerawanan pangan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan UMKM, disabilitas, serta lingkungan. Dengan fokus ini, setiap karya dipastikan menjawab masalah riil yang dihadapi masyarakat sehari-hari, bukan sekadar latihan akademis.
“Innovillage bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi gerakan kolektif untuk menyalakan api inovasi sosial digital di kalangan generasi muda. Tahun ini, kami memperkenalkan konsep SafeAI, sebuah pendekatan yang memastikan pemanfaatan kecerdasan buatan berlangsung secara aman, etis, dan inklusif,” ujar Hery Susanto, SGM SRC PT Telkom Indonesia.
Innovillage 6th memperkenalkan empat pendekatan inovatif, yaitu:
- Personalize: menghadirkan solusi sesuai kebutuhan spesifik masyarakat
- Proud Ecosystem: membangun kolaborasi lintas sektor
- National Asset: menempatkan inovasi sosial sebagai aset bangsa yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
- SafeAl: memastikan pemanfaatan teknologi Al di tingkat komunitas berlangsung secara aman, etis, dan inklusif.
Rangkaian Innovillage 2025 diawali dengan sosialisasi ke berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Grand Launching akan digelar di Bandung sebagai penanda dimulainya perjalanan panjang hingga puncak penghargaan pada 2026. Periode pendaftaran berlangsung pada 20 Oktober hingga 10 November 2025. Selama tahap ini, tim mahasiswa bersama dosen pendamping akan melakukan observasi lapangan, menyusun proposal serta video usulan, kemudian mengunggahnya melalui kanal resmi Innovillage untuk proses seleksi awal.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap. Dari ribuan proposal yang masuk, akan dipilih ratusan tim terbaik untuk memperoleh dukungan implementasi. Peserta yang lolos tidak hanya mendapatkan pendanaan, tetapi juga difasilitasi melalui program pengembangan kapasitas yang dirancang secara khusus. Sebagai wujud komitmen PT Telkom dalam mencetak talenta digital unggul, seluruh tim terpilih akan mengikuti rangkaian pelatihan yang membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan digital terkini. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan ide secara lebih matang, sekaligus mengimplementasikannya menjadi solusi nyata yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Tahap implementasi akan berlangsung di berbagai daerah yang dipilih sesuai rancangan program masing-masing peserta, dengan melibatkan dosen pendamping serta masyarakat setempat. Proses ini menjadi ruang kolaborasi nyata antara mahasiswa dan komunitas untuk memastikan inovasi dapat diterapkan secara efektif. Hasil terbaik dari seluruh proyek kemudian akan dipresentasikan pada Awarding Program tahun 2026, yang tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga wadah replikasi dan perluasan manfaat bagi inisiatif yang terbukti memberikan dampak paling signifikan.
Lebih dari sekadar lomba, Innovillage telah membentuk generasi sosiopreneur muda: mahasiswa yang bukan hanya piawai memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan jiwa kepemimpinan. Banyak alumni program ini yang melanjutkan proyek mereka menjadi inisiatif sosial berkelanjutan, bahkan menarik dukungan industri dan pemerintah untuk memperluas jangkauan manfaat. Innovillage juga merupakan bagian dari strategi besar Telkom Indonesia dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Program ini dirancang untuk melahirkan generasi emas: anak muda yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi nyata.
Telkom Indonesia meyakini bahwa pembangunan bangsa di masa depan tidak hanya ditopang oleh infrastruktur atau teknologi semata, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Dengan Innovillage, mahasiswa diposisikan bukan hanya sebagai penerima ilmu, melainkan pencipta perubahan yang mampu melahirkan inovasi berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Penulis: DCS Tel-U | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Public Relations