Telkom University Dorong Transformasi Layanan PAUD Inklusif di Tasikmalaya Melalui Sistem Informasi Berbasis Teknologi

Bandung, 26 September 2025 – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peranan penting dalam membentuk fondasi tumbuh kembang anak. Namun, di wilayah pelosok yang terbatas pada akses teknologi, PAUD masih menghadapi beberapa tantangan, mulai dari pencatatan administrasi yang dilakukan manual, layanan inklusif yang kurang optimal, hingga kesulitan guru dalam memantau perkembangan anak secara menyeluruh. Kondisi ini juga dialami Kober Bhakti Sesama, satu-satunya PAUD di Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menjawab tantangan tersebut, Telkom University melalui tim dosen dan akademisi melaksanakan program Transformasi Layanan PAUD Inklusif melalui Sistem Informasi Manajemen Sekolah Berbasis Teknologi dan Psikologi Perkembangan Anak. Program ini mulai berjalan pada bulan Juni 2025 dan mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Program Abdimas DRTPM 2025 – DIKTISAINTEK BERDAMPAK, dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. 

Ketua program, Cahyana, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menghadirkan solusi nyata bagi PAUD pedesaan agar mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan. “Melalui sistem informasi yang kami kembangkan, guru tidak hanya lebih mudah mengelola administrasi, tetapi juga dapat memantau perkembangan anak secara komprehensif, termasuk aspek psikososial. Harapannya, teknologi ini bisa menjadi jembatan pemerataan pendidikan antara desa dan kota,” ujarnya.

Produk utama dari kegiatan ini berupa Sistem Informasi Manajemen Sekolah Berbasis Digital. Sistem ini memungkinkan guru mencatat data siswa, hingga laporan perkembangan anak secara praktis dan terstruktur. Modul observasi psikososial juga disediakan agar guru dapat memperhatikan aspek emosi dan sosial anak.

Sejak Juni 2025, tim Telkom University telah melalui tahapan penting, mulai dari pengumpulan kebutuhan mitra, analisis bersama guru dan orang tua, diskusi rancangan, hingga pelatihan serta uji coba sistem. Saat ini, guru dan kepala sekolah dapat melakukan input data serta menyusun laporan digital secara mandiri. Efisisensi meningkat, risiko kehilangan data menurun dan orang tua merasakan hasil laporan perkembangan anak yang lebih lengkap.

Ke depan, tim akan mengadakan pelatihan lanjutan serta menyiapkan publikasi ilmiah. Langkah ini diharapkan dapat mendorong replikasi sistem ke PAUD lain di wilayah Pagerageung. Inovasi ini menunjukkan peran nyata perguruan tinggi dalam pemerataan pendidikan, sekaligus memastikan setiap anak berhak atas layanan yang setara.

Penulis: Ilhammas Haidar Muhammad | Editor: Adnan | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link