Telkom University Luncurkan Board Game “BERAKSI” Berbasis AR Sebagai Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Anak

Bandung, 26 September 2025 – Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak menjadi perhatian serius yang mendorong Telkom University (Tel-U) untuk menghadirkan inovasi board game edukasi “BERAKSI” (Berani Atasi Kekerasan Seksual Sejak Dini) berbasis Augmented Reality (AR). Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Baros, Cimahi, pada Jumat (19/9), melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan dukungan pendanaan hibah dari DPPM PkM Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) 2025.

Tim pelaksana terdiri dari para dosen Tel-U, diantaranya Alila Pramiyanti, Ph.D., Anggian L.Pasaribu, M.A., Fath’ah Noor Prawita, M.T., serta sejumlah mahasiswa yang ikut serta. Mereka sekaligus memberi pelatihan dan sosialisasi pemberdayaan kepada PKK, guru, dan orang tua siswa SDN di Kelurahan Baros. Keunggulan dari board game ini adalah penggunaan teknologi AR yang dinilai mampu membuat peserta didik terbiasa dengan digitalisasi dalam pembelajaran.

“Peserta didik akan semakin terbiasa menggunakan digitalisasi dalam pembelajaran, apalagi khususnya dalam kegiatan sosialisasi mengenai kekerasan seksual, pembulian, dan lain-lain, “ ujar Lucky.

Selain edukatif, board game berbasis AR ini juga dinilai menyenangkan sekaligus relevan untuk anak-anak.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat edukatif dan bisa menambah wawasan, “ ungkap Rima Melati.

Meskipun begitu, masih diperlukan adanya masukan mengenai inovasi ini agar lebih efektif.

“Kita juga harus cepat tanggap terhadap beberapa peserta didik yang mungkin keterbatasan gadget, sehingga bisa menggunakan metode konvensional. Jadi, dari versi 1 dan 2 ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, “tegas Lucky.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, termasuk Ketua PKK Kelurahan Baros, guru, hingga orang tua siswa. Dengan adanya inovasi ini, Telkom University berharap board game “BERAKSI” dapat menjadi media edukasi yang bermanfaat, unik dan adaptif dalam mencegah kekerasan seksual sejak dini.

Penulis: Irsalina Khalidiyah | Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link