‘Ekstrakurikulerku’, Startup Binaan Bandung Techno Park, Hadirkan Solusi Manajemen Kreatif untuk Sekolah

Telkom University – Ekosistem inovasi di Telkom University kembali melahirkan solusi cerdas bagi dunia pendidikan. Startup bernama Ekstrakurikulerku resmi dinyatakan lolos seleksi program Inkubasi Bisnis di Bandung Techno Park (BTP) Telkom University. Platform ini berfokus pada penyediaan layanan end-to-end untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, khususnya di bidang industri kreatif.

Hal yang paling menarik dari startup ini adalah komposisi tim intinya. Ekstrakurikulerku murni merupakan wujud nyata kolaborasi lintas peran antara tenaga pendidik, staf profesional, dan alumni Telkom University, tanpa adanya unsur mahasiswa di dalam tim. Tim tangguh di balik inovasi ini terdiri dari:

  • Anggar Erdhina Adi, S.Sn., M.Ds. (Dosen Fakultas Industri Kreatif/FIK Tel-U Bandung), bertindak sebagai inisiator sekaligus praktisi dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang pendidikan industri kreatif.
  • Tomi Suhendra (Staf Marketing Bandung Techno Park Tel-U Bandung).
  • Ricky Martin (Alumni DKV FIK Tel-U Bandung).
  • Teguh Akbar (Tenaga Pendidik/TPA Bidang Akademik dan Dukungan Penelitian FIK Tel-U Bandung).

Kolaborasi strategis ini menyatukan keahlian akademik, pengalaman praktis di industri, hingga keandalan manajerial operasional dan pemasaran yang solid.

Fokus pada Industri Kreatif

Berbeda dengan manajemen ekstrakurikuler konvensional seperti olahraga atau akademik, Ekstrakurikulerku memfokuskan layanannya secara spesifik pada bidang kreatif. Keputusan ini didasari oleh rekam jejak dan keahlian tim yang telah menggeluti bidang tersebut selama belasan tahun.

Melalui program ini, siswa akan didorong untuk menghasilkan target output berupa portofolio karya yang menjadi milik siswa dan sekolah. Karya-karya tersebut meliputi:

  • Karya Film dan Videografi
  • Karya Fotografi dan Ilustrasi
  • Karya Iklan Pendek dan Animasi
  • Karya Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Jurnalistik

Portofolio ini tidak hanya menjadi etalase karya sekolah, tetapi juga dipersiapkan untuk menembus ajang bergengsi seperti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang menjadi bukti pencapaian prestasi sekolah.

Solusi End-to-End bagi Sekolah

Kehadiran Ekstrakurikulerku memberikan kemudahan bagi pihak sekolah agar dapat lebih fokus pada pelajaran inti, sementara kegiatan ekstrakurikuler dikelola secara profesional sebagai pelengkap.

Layanan komprehensif yang ditawarkan meliputi:

  • Penyediaan Mentor Ahli: Mentor diseleksi melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat untuk mendapatkan tenaga berpengalaman yang memenuhi standar kebutuhan sekolah.
  • Penyusunan Kurikulum: Kurikulum disusun spesifik sesuai kebutuhan sekolah, baik untuk persiapan lomba maupun fokus minat siswa.
  • Penyediaan Peralatan Penunjang: Memberikan opsi tambahan peralatan praktik untuk fasilitas pendukung.
  • Platform Online Terintegrasi: Aplikasi berbasis web yang menghubungkan siswa, operator sekolah, dan mentor.

“Minat dan bakat siswa setiap tahun bisa saja berubah, sehingga sekolah akan kesulitan untuk menyiapkan ekstrakurikulernya… Jika tahun selanjutnya berubah, sekolah akan kerepotan untuk penempatan guru yang sudah direkrutnya,” jelas perwakilan tim mengenai pentingnya fleksibilitas yang ditawarkan Ekstrakurikulerku.

Metode Pembelajaran dan Target Ekspansi

Proses pembelajaran di Ekstrakurikulerku menerapkan metode Blended Learning dan Project Based Learning. Rencana pembelajaran yang telah disetujui oleh Kepala Sekolah akan dipublikasikan di web app agar mudah diakses oleh calon peserta.

Sebagai langkah awal, cakupan wilayah operasional Ekstrakurikulerku akan difokuskan di kota Bandung. Namun, tim telah merancang target ekspansi untuk menjangkau sekolah-sekolah secara nasional yang diperkirakan akan terwujud satu tahun setelah platform digital ini resmi dirilis.

Dalam perjalanannya, dukungan inkubasi dari BTP Telkom University sangat dibutuhkan, khususnya untuk bantuan legalisasi dan pengembangan model bisnis yang lebih matang. Dengan inovasi ini, diharapkan sekolah-sekolah dapat meningkatkan rekognisi dan akreditasi melalui pengembangan bakat siswa yang terstruktur dan profesional.

Penulis: Khairul Muflih | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Ekstrakurikulerku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *