Telkom University (Tel-U) kembali menggelar kegiatan Market Day yang merupakan puncak dari 4 pekan periode penjualan kelompok bisnis mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kewirausahaan yang telah diselenggarakan di Auditorium Gedung Damar dan Gedung Serba Guna (GSG) pada Rabu (3/6). Dengan mengusung tema “Impactful & Sustainable Entrepreneurship”, kegiatan tahun ini tidak hanya menampilkan bazaar entrepreneur mahasiswa, tetapi juga menghadirkan beberapa program seperti project showcase, thematic community project expo, serta startup & faculty excellence showcase.
Telkom University (Tel-U) melalui Bandung Techno Park (BTP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyelenggarakan Workshop Campuspreneur 2026 bertajuk “End-to-End Export Readiness: Transforming MSME Products from Design, Financing, to Global Market Access”. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Auditorium TULT Lantai 16 Telkom University ini dihadiri oleh mahasiswa, startup, UMKM, komunitas entrepreneur, akademisi, serta pelaku industri dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Di tengah tantangan peternakan yang semakin kompleks, kebutuhan akan akses layanan kesehatan hewan yang cepat, mudah, dan terjangkau menjadi semakin penting. Vetra hadir sebagai startup di bidang layanan kesehatan hewan berbasis website yang berfokus pada pemecahan masalah keterlambatan penanganan penyakit pada hewan ternak. Kehadiran platform ini berangkat dari kondisi lapangan yang menunjukkan bahwa banyak peternak masih bingung harus berkonsultasi ke mana ketika ternaknya sakit, sementara sebagian lainnya terkendala biaya untuk mengakses layanan kesehatan hewan secara langsung.
Telkom University mengambil bagian dalam momentum Peluncuran Program Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor yang diselenggarakan pada 1–2 April 2026 di Universitas Sebelas Maret. Kehadiran ini menempatkan Telkom University sebagai bagian dari keterlibatan perguruan tinggi dalam inisiatif penguatan kewirausahaan muda yang terhubung dengan pasar global.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus membuka peluang inovasi pada berbagai sektor, termasuk industri perjalanan. Melihat kebutuhan masyarakat dalam merencanakan perjalanannya yang lebih praktis dan terintegrasi, Seorang alumni Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Rekayasa Industri (FRI), Telkom University (Tel-U), Ade Guntur Fitriddullah, menghadirkan sebuah inovasi digital bernama Ulyn AI dimana platform ini dirancang sebagai asisten perjalan pintar berbasis AI.
Perkembangan teknologi membuka peluang baru dalam menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih interaktif dan imersif. salah satu inovasi tersebut hadir melalui OverDrive, sebuah konsep wahana hiburan otomotif interaktif yang menggabungkan sensasi berkendara fisik dengan teknologi modern.
Ekosistem inovasi di Telkom University kembali melahirkan solusi cerdas bagi dunia pendidikan. Startup bernama Ekstrakurikulerku resmi dinyatakan lolos seleksi program Inkubasi Bisnis di Bandung Techno Park (BTP) Telkom University. Platform ini berfokus pada penyediaan layanan end-to-end untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, khususnya di bidang industri kreatif.
Aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang berbuka hingga persiapan Lebaran membuat berbagai peluang usaha bermunculan. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa untuk mencoba berbagai ide usaha Ramadhan untuk pelajar dan mahasiswa yang bisa dijalankan dengan modal kecil.
Belajar bahasa pemrograman atau koding seringkali dianggap mengintimidasi dan membosankan bagi sebagian pemula. Namun, sebuah inovasi brilian datang dari Logicia, startup yang dikembangkan oleh talenta digital Telkom University (Tel-U). Logicia berhasil lolos seleksi program inkubasi bisnis di Bandung Techno Park (BTP) dengan membawa pendekatan baru: menggabungkan edukasi koding dengan genre game Roguelike Deck-Builder.
Tiga mahasiswa aktif Jurusan Teknik Komputer Universitas Telkom sedang mengerjakan sesuatu yang dapat mengubah cara jutaan mahasiswa Indonesia belajar. Mereka sedang bekerja di balik kesibukan ruang kuliah universitas. StudyCompass, sebuah platform pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dibuat oleh IntuitLearn, membantu siswa memahami dan mengejar materi kuliah dengan cara yang sesuai dengan kurikulum kampus.