17 Nov 2020

FGD Konfirmasi Survei Keselarasan Kurikulum kepada IDUKA

Bandung, Telkom University – Telkom University sebagai PTS Terbaik No. 1 di Indonesia terus aktif meningkatkan kualitas dalam mencapai Research and Entrepreneurial University. Hal ini tercermin dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam mencapai visi tersebut.

Telkom University melalui Fakultas Ilmu Terapan (FIT) mengadakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) terkait dengan Program Assesment Keselarasan Kurikulum dengan IDUKA pada hari Rabu (11/11) secara daring.

FGD ini merupakan salah satu rangkaian acara dari program Hibah Keselarasan Kurikulum yang diadakan oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI (MitrasDUDI) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020 yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Terapan. Terdapat dua program studi yang terlibat dalam program Hibah ini, yaitu Prodi Diploma Sistem Informasi Akuntansi dan Teknologi Komputer.

Terdapat sepuluh sekolah vokasi lain yang dipercaya oleh MitrasDUDI untuk melaksanakan program assessmen keselarasan kurikulum dengan IDUKA ini yaitu Fakultas Ilmu Terapan Telkom University, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Lampung, Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Aceh, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Sriwijaya dan Politeknik Negeri Jember.

Acara FGD kali ini adalah tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yaitu pengisian survei kurikulum prodi oleh Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA). Dalam acara ini, pihak Fakultas akan memaparkan hasil analisis terhadap hasil survei dan meminta konfirmasi dan masukan dari pihak IDUKA.

Diharapkan dengan adanya konfirmasi melalui FGD ini, akan menjadi masukan yang tepat bagi penyusunan kurikulum dua prodi yang terlibat. Selain itu, diharapkan dapat menjadi salah satu potret model keselarasan kurikulum sekolah vokasi Indonesia yang dibutuhkan oleh pihak MitrasDUDI. Tentunya, pihak MitrasDUDI butuh untuk mendapatkan potret kondisi keselarasan kurikulum dari beberapa perwakilan sekolah vokasi Indonesia yang telah terpilih, sehingga bisa digunakan untuk menentukan arah kebijakan bagi sekolah vokasi ke depan.

Terdapat beberapa perwakilan Industri pengguna alumni D3 Sistem Informasi Akuntansi atau D3 Teknologi Komputer yaitu dari Dedy Setyawan (Direktur Operasi dan Pemasaran PT Samudera Aplikasi Indonesia), Franciska Sumadewi Megawati (CEO EduTech Solution), Widi Tri Yuwono (Kabag Infrastruktur Teknologi Informasi Telkom University), Raswyshnoe Boing Kotjoprayudi (Kabag Anggaran Telkom University), Chintya Dwi Hadiani (Finance Officer CyberArmy), M Hardi Hardian (Funding Officer BRI), Hani Widiani (RSUD Soreang), serta Ferdian (Motio Labs Indonesia). Bidang diskusi kurikulum yang dibahas kali ini adalah mengenai hard skill dan soft skill di masing-masing prodi.

Pada soft skill, kemampuan adaptasi mahasiswa baik prodi D3 SIA dan D3 TK sudah cukup baik. tetapi beberapa perbaikan diperlukan seperti manajemen waktu, public speaking, kreativitas, inisiatif, Bahasa Inggris serta keberanian mengambil resiko. Mahasiswa juga perlu diberikan bekal untuk mampu bekerja dalam lingkup pekerjaan yang bersifat agile, di mana perubahan dalam industri bisa jadi sangat cepat. Pada Prodi D3 TK yang bekerja di lapangan dan berkaitan dengan arus kuat dibutuhkan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sehingga perlu dimasukan ke dalam praktikum atau matakuliah Sistem PLC.

Sementara pada hard skill, mata kuliah dasar (inti prodi) yang dibuat oleh prodi masih relevan. Pemahaman terhadap suatu konsep logika dan algoritma dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman dirasa sudah cukup. Terkait dengan perubahan teknologi, maka hal ini tidak masalah, karena selama mahasiswa paham dengan konsep tersebut, maka mahasiswa akan cepat beradaptasi. Profil lulusan prodi D3 SIA oleh IDUKA dirasa sudah sangat baik, karena alumni mampu memahami proses bisnis akuntansi dan bagaimana mengimplementasikan ke dalam sistem informasi akuntansi. Sedangkan profil lulusan prodi D3 TK oleh IDUKA juga dirasa sudah baik dengan fokus lulusan meliputi Teknisi Jaringan Komputer dan Teknisi Hardware.

Dengan adanya FGD dua arah dari FIT dan IDUKA ini diharapkan mampu memberikan masukan yang tepat bagi pembaruan kurikulum kedua prodi, sehingga cita-cita Pernikahan Massal atau Link and Match yang dikonsepkan oleh Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dapat terwujud. 

Tinggalkan Balasan