Telkom University, 28 Juli 2025 – Di tengah derasnya arus disrupsi digital, masih banyak organisasi yang keliru memaknai transformasi digital sekadar sebagai implementasi teknologi atau peluncuran aplikasi baru. Padahal, tantangan utama justru terletak pada tata kelola, pengambilan keputusan, dan kolaborasi lintas tim. Hal ini menjadi titik tolak dari riset inovatif yang dilakukan oleh Rahmat Mulyana, M.T., M.B.A., Ph.D., dosen Telkom University, dalam karya ilmiahnya yang berjudul “IT Governance Influence on Digital Transformation.”
Melalui risetnya, Bapak Rahmat menyoroti bahwa transformasi digital yang berhasil membutuhkan keseimbangan antara kontrol (control) dan fleksibilitas (flexibility) dalam pengelolaan teknologi informasi. Keduanya menjadi elemen kunci dalam konsep IT Governance yang bersifat ambidextrous (menggabungkan pendekatan tradisional dan agile) dengan lima dimensi transformasi digital serta empat aspek capaian kinerja organisasi, seperti keunggulan operasional, pengalaman pelanggan, posisi industri, dan imbal hasil finansial.
“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dikelola. Kita butuh struktur yang kuat untuk memastikan akuntabilitas, namun juga cukup lentur untuk mendorong inovasi dan kolaborasi lintas fungsi,” ujar Rahmat Mulyana.
Model konseptual yang dikembangkan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi telah terbukti aplikatif. Hasil riset ini telah diterapkan secara langsung dalam proyek-proyek strategis bersama kementerian, lembaga negara, BUMN, serta perusahaan-perusahaan keuangan besar di Indonesia. Ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan ilmiah dapat memberikan dampak nyata bagi sektor industri dan pemerintahan.
Contoh penerapan Ambidextrous IT Governance pada kolaborasi internal dan eksternal BRI yang mendapatkan berbagai penghargaan kesuksesan Transformasi Digital di kurun tahun 2021-2022.
Penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam bentuk disertasi doktoral di Stockholm University, Swedia, dengan judul lengkap: “IT Governance Influence on Digital Transformation: A Study of the Indonesian Banking and Insurance Industry”
Baca selengkapnya: https://su.diva-portal.org/smash/record.jsf?pid=diva2:1954466
Melalui riset ini, Rahmat Mulyana menghadirkan perspektif baru bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi pada bagaimana teknologi tersebut dikelola dengan tata kelola yang tepat dan kolaboratif.
Penulis: Gayuh Nugraha | Editor: Nashwa | Foto: Gayuh Nugraha