Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi menggelar Kick Off Program Bestari Saintek sekaligus Peluncuran Program Semesta APBN 2026 di Auditorium Grha Diktisaintek Lt. 2, Gedung D. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam memperkuat ekosistem riset nasional yang berorientasi pada hilirisasi, komersialisasi, serta dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian, dalam sambutannya menegaskan bahwa arah kebijakan riset nasional kini difokuskan pada transformasi luaran riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah dan prototipe semata.
“Ke depan, 122 proposal terbaik dalam Program Bestari Saintek ini tidak hanya berhenti pada publikasi dan prototipe, tetapi harus mampu menjadi produk yang dapat dikomersialisasikan dan direplikasi di berbagai wilayah. Inilah arah baru riset kita—berdampak, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi bangsa,” ujarnya.
Program Bestari Saintek tahun ini menunjukkan tingkat seleksi yang sangat kompetitif, dengan hanya 4,9% proposal terbaik yang berhasil lolos dari seluruh Indonesia. Hal ini mencerminkan kualitas tinggi serta daya saing para peneliti dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Dalam pengumuman Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek melalui surat nomor 125/DST/D.D4/AL.04.02/2026, lima peneliti dari Telkom University berhasil meraih pendanaan Program Bestari Saintek Tahun 2025–2026. Capaian ini menjadi bukti kontribusi nyata Telkom University dalam menghasilkan riset unggulan yang siap dihilirisasikan.
Adapun lima proposal dari Telkom University yang berhasil didanai meliputi:
- Dr. Heru Nugroho, S.Si., M.T. dengan riset *“Sorgum Living Lab: Sistem Data-Driven untuk Membangun Ketahanan Pangan Komunitas Berbasis Teknologi, Sains, dan Inovasi Sosial di KWT Melati”*
- Dr. Iis Kurnia N, S.S., M.Hum. dengan riset *“Living Lab Teman Disabilitas Berdaya Saing Global: Program Berkelanjutan Pembekalan Skill Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Berbasis Teknologi untuk Teman Tuli”*
- Cahyo Prihantoro, S.Kom., M.Eng. dengan riset *“EBII Green System: Developing an Intelligent Technology for Sustainable Wastewater Management and Carbon Emission Reduction in Aquaculture”*
- Yulinda Uswatun Kasanah, S.T., M.Sc. dengan riset *“Living Lab Integratif Peternakan Layer Farm Berkelanjutan melalui Optimalisasi Produksi dan Distribusi, Pengelolaan Limbah, dan Pakan Mandiri”*
- Anggun Fitrian Isnawati, S.T., M.Eng. dengan riset *“PaDE (Paguyangan Digital Enterprise): Pengembangan Digitalisasi Bumdesma Kecamatan Paguyangan Berbasis Pemrograman”*
Keterlibatan lima peneliti ini menegaskan komitmen Telkom University dalam mendorong riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri.
Dengan semangat transformasi dan kolaborasi, capaian lima peneliti Telkom University ini menjadi langkah konkret dalam mendorong riset Indonesia menuju level yang lebih berdampak, adaptif, dan berdaya saing global.
Penulis: Abdullah Adnan | Editor: Adrian | Foto: Public Relations