18 Feb 2021

Prioritas Riset dan Inovasi Untuk Indonesia

BANDUNG, Telkom University – Telkom University melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) menggelar webinar bertajuk Sosialisasi Prioritas Riset Nasional, yang berlangsung secara daring melalui ZOOM, pada Rabu (17/2).

Pada acara ini turut hadir sebagai pembicara Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M. Kepala Sub Direktorat Riset Dasar, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Badan Riset Nasional Republik Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, menjadikan masyarakat Indonesia harus mampu memanfaatkan anugerah tersebut sebaik mungkin.

Adhi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Rakor Kemenristek BRIN 2021, ada 3 program riset yang harus diterapkan guna meningkatkan inovasi bangsa, diantaranya adalah pertama prioritas riset nasional, kedua konsorsium riset dan inovasi COVID-19 dan vaksin, yang ketiga adalah bakti inovasi Indonesia.

“Dari ketiga program tersebut untuk menghasilkan paradigma baru penelitian, maka penelitian tersebut harus berorientasi terhadap invensi dan inovasi, kemudian penelitian harus berdampak secara akademis dan sosial ekonomi dan yang ketiga adalah peneliti harus memiliki dampak terhadap masyarakat.” Ucapnya.

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang mampu mendongkrak perekonomian bangsa, Adhi menyampaikan bahwa saat ini focus riset PRN tahun 2020-2024 diantaranya adalah pangan, energi, kesehatan, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, dan multidisiplin dan lintas sektoral.

“Dari 9 sektor tersebut yang menjadi fokus utama kita adalah bagaimana menghasilkan teknologi tepat guna, bagaimana menghasilkan riset yang mampu meningkatkan nilai tambah dan komersialisasi, yang ketiga mampu menghasilkan riset yang mensubtitusi impor artinya kita harus menghasilkan riset yang menghasilkan produk-produk yang meningkatkan local content dan mengurangi impor, dan yang keempat adalah teknologi terbarukan.” Jelasnya

Untuk menghasilkan riset-riset yang mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas, Adhi menambahkan bahwa, diperlukan yang namanya kolaborasi riset, baik itu antar bidang keilmuan, antara akademisi, praktisi maupun pemerintah.

“Melalui kolaborasi riset kita akan mampu menciptakan jaringan ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana dari kolaborasi tersebut dapat menghasilkan kinerja dan manfaat yang lebih besar.” Ucapnya.

Adhi menambahkan, dengan sumber daya yang ada saat ini, baik laboratorium ataupun dana, dengan melakukan kolaborasi riset, akan banyak produk-produk hasiil riset yang dapat dikomersialisasi kedepannya.

“Saat ini kami memberikan kesempatan kepada semua yang ingin melakukan kolaborasi riset dengan luar negeri, karena saat ini ada 2 program yang sedang berjalan dan kami berikan pendanaan riset luar negeri, kedua program tersebut adalah bilateral joint funding program yakni dengan Inggris, Belanda, Prancis, dan Belarusia, kemudian program kedua multi lateral joint funding program dengan negara negara Asia timur dan Eropa.” Ucapnya.

Rektor Telkom University, Prof. Adiwijaya saat membuka acara ini menyampaikan bahwa, dalam berkontribusi bagi bangsa, Telkom University sangat fokus terhadap penguatan riset dan inovasi yang mampu memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Dengan adanya kolaborasi antar program studi yang ada di Telkom University, kami juga selalu menjalin kolaborasi antar universitas baik dalam dan luar negeri serta kami juga melakukan kolaborasi dengan pihak industri dalam menghasilkan riset-riset yang mampu memberikan manfaat, semoga melalui acara ini kita semakin mampu produktif dalam menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.” ucapnya.

Previous Article Next Article

Tinggalkan Balasan