Bandung, 3 Desember 2025 – Telkom University (Tel-U) menggelar kegiatan Market Day sebagai acara rutin tahunan yang diselenggarakan Tel-U. Market Day 2025 kali ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG), Lapangan GSG, dan Lapangan Gedung Damar pada, Rabu (3/12). Sebanyak lebih dari 415 kelompok, 3525 mahasiswa, 22 program studi yang berkolaborasi dengan 7 Fakultas serta Bandung Techno Park memberi pengalaman seru dan lebih kreatif pada kegiatan Market Day kali ini.
Pada sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Parman Sukarno S.T., M.Sc., Ph.D menyampaikan harapan terkait kegiatan Market Day ini “Harapan saya adalah seluruh mahasiswa Tel-U dapat mengetahui seperti apa dunia kewirausahaan dan, yang lebih penting, mempersiapkan mereka menjadi wirausahawan sejati yang mampu berkontribusi pada kemajuan Indonesia,”Ujar Parman.
Kegiatan Market Day ini mengusung Tema “Creative Entrepreneur for Endowment Fund” yang menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan pendidikan melalui pembangunan dana abadi kampus. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai ruang untuk mahasiswa menerapkan peluang berbisnis, mengasah kreativitas keterampilan dan menambah pemahaman terkait dinamika pasar secara langsung.
Market Day kali ini menampilkan beragam produk kreatif dari mahasiswa yang terbagi dalam beberapa kategori, memberikan gambaran luas tentang minat dan keahlian berbisnis mereka. Terdapat 362 Booth F&B, 24 Booth Craft, 10 Booth Fashion, 9 Booth Service, serta 11 Booth Technology yang meramaikan kegiatan ini.
Salah satu produk unggulan yang hadir dalam Market Day adalah aplikasi pelatihan bahasa Inggris bernama ‘Wordwise‘, yang dikembangkan oleh Dimas dan tim, seorang mahasiswa Rekayasa Multimedia angkatan 2022 dari Fakultas Ilmu Terapan. ‘Wordwise’ telah berjalan selama 1,5 tahun dan menunjukkan ekspansi global yang signifikan, terbukti dengan peluncurannya di Korea Selatan dan Vietnam, serta rencana kompetisi besar-besaran di Singapura. Aplikasi ini bahkan telah diadopsi secara luas di Beijing, di mana seluruh kursus bahasa Inggris di sana sudah menggunakannya dan terintegrasi dalam Learning Management System (LMS) Beijing.
Menariknya, tim pengembang ‘Wordwise’ awalnya hanya berfokus sebagai game developer, yang pada akhirnya Dimas dan tim memutuskan untuk mengubah orientasi menjadi bisnis dengan menciptakan sebuah game yang sarat manfaat. Komitmen tinggi tim ini terlihat dari kesediaan mereka menghadapi tantangan, termasuk keharusan untuk merevisi aplikasi hingga empat kali demi memenuhi ekspektasi dan kemauan klien, sebuah bukti dedikasi dalam menciptakan produk yang relevan dan bernilai komersial.
Penulis: Ratu Aufa Septia| Editor: Adrian Wiranata | Foto: Public Relations