Tel-U dan NUS Resmi Berkolaborasi: Langkah Strategis dalam Mempersiapkan Ekosistem Digital Indonesia yang Berdaya Saing

Bandung, 6 Mei 2026 – Telkom University (Tel-U) menyambut kunjungan dari National University of Singapore (NUS) dalam rangka forum strategis yang bertujuan membangun fondasi kolaborasi jangka panjang antara Tel-U dan NUS, khususnya dalam pengembangan ekosistem logistik yang lebih modern dan berdaya saing global. PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk, Yayasan Pendidikan Telkom serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI juga turut hadir pada kunjungan tersebut.

Acara yang diselenggarakan di Ruang Meeting Gedung Bangkit (Rektorat) lantai 5 ini berlangsung melalui serangkaian agenda yang terstruktur. Kegiatan dibuka dengan pemutaran video profil dari Tel-U dan NUS, dilanjutkan dengan sambutan Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Senior Principal Expert Technology PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Bapak Andi Fisartedi, serta sambutan dari Sekretaris Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Bapak Puji Setio, dan Executive Director of The Logistics Institute – Asia Pacific NUS, Dr. Robert De Souza. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan cinderamata dan dokumentasi, sebelum ditutup dengan sesi diskusi.

Dalam sambutannya, Rektor Tel-U, Prof. Dr. Suyanto, menyambut hangat seluruh delegasi dan tamu undangan yang hadir. Beliau menegaskan bahwa transformasi digital di sektor logistik dan rantai pasok global menjadi landasan utama yang melatarbelakangi terjalinnya kerja sama antarlembaga ini. Lebih lanjut, Prof. Dr. Suyanto memperkenalkan program studi Teknik Logistik Tel-U sebagai wujud nyata komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika industri di masa depan. Hal ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Tel-U dan NUS, mencakup bidang pendidikan, penelitian, magang, serta pengembangan kapasitas SDM, termasuk rencana pembentukan strategic innovation hub sebagai jembatan penghubung antara Indonesia dan Singapura.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan PT. Telkom Indonesia, Bapak Andi Fisartedi selaku Senior Principal Expert Technology, memaparkan presentasi bertajuk “Telkom Group Digital Solution Strategy”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa dari keempat pilar yang dimiliki Telkom Indonesia, AI, Cloud, dan Keamanan Siber telah ditetapkan sebagai inisiatif prioritas utama yang memposisikan Telkom sebagai tulang punggung infrastruktur digital nasional dalam mewujudkan kedaulatan digital Indonesia. Kedaulatan digital itu sendiri dimaknai sebagai kemampuan suatu negara dalam memastikan bahwa data, beban kerja, operasi, serta infrastruktur digital senantiasa berada di bawah kendali dan yurisdiksi negara atau wilayah tempat keseluruhannya beroperasi.

Dalam mencapai makna kedaulatan digital tersebut, Telkom Indonesia mengidentifikasi lima pilar utama sebagai kerangka strategis yang saling menopang satu sama lain, diantaranya:

  1. Kedaulatan Data & AI (Data & AI Sovereignty)

Data dan kemampuan AI diharapkan dapat disimpan serta diproses secara lokal guna menghindari potensi spionasi dari negara lain.

  1. Kedaulatan Operasional (Operational Sovereignty)

Menekankan pentingnya sistem yang beroperasi tanpa ketergantungan krisis pada entitas asing.

  1. Kedaulatan Teknologi & Rantai Pasokan (Techhnology & Supply Chain Sovereignty)

Mengedepankan transparansi dalam pengelolaan perangkat teknologi sekaligus kemampuan untuk menghindari ketergantungan pada vendor tertentu.

  1. Kedaulatan Yurisdiksi (Juridictional Sovereignty)

Layanan digital mengharuskan beroperasi di bawah yuridiksi hukum lokal tanpa adanya intervensi regulasi asing dalam pengelolaan infrastruktur cloud.

  1. Kedaulatan Keamanan & Jaminan (Security & Assurance Sovereignty)

Memastikan seluruh operasi keamanan, pemantauan kepatuhan, penanganan insiden, dan kemampuan audit dijalankan sepenuhnya di bawah yurisdiksi nasional.

Selain itu, Telkom Indonesia berencana berkolaborasi dengan sesama BUMN sebagai mitra bisnis dalam membangun tulang punggung AI nasional, sekaligus bersama-sama menciptakan ekosistem AI yang kokoh dan berdaulat. Dalam kerangka yang sama, Telkom juga akan memimpin upaya pembentukan Sovereign Cloud Indonesia dengan mengadopsi standar global sebagai landasan, demi mewujudkan kedaulatan digital nasional yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Telkom menargetkan untuk menjadi tonggak utama keamanan siber di Indonesia, dengan mengintegrasikan lima pilar kemampuan kedaulatan menjadi satu perisai nasional yang terpadu, kelima pilar tersebut terbagi menjadi dua kategori pilar,

  1. Pilar Teknologi
  1. Indonesian Great Firewall
  2. Manajemen Identitas dan Akses Digital yang Berdaulat
  3. Perlindungan Data yang Berdaulat

        B.  Pilar Operasional

  1. Pertahanan Siber yang Berdaulat
  2. Keamanan Siber yang Berdaulat

Melalui pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa Telkom Indonesia menegaskan posisinya sebagai ujung tombak transformasi dan kedaulatan digital nasional, dengan menjadikan AI, cloud, dan keamanan siber sebagai inisiatif prioritas yang dibangun di atas lima pilar kedaulatan digital yang saling menopang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi bersama sesama BUMN, pembentukan Sovereign Cloud Indonesia, serta pengembangan ekosistem keamanan siber nasional yang terintegrasi dalam pilar teknologi dan operasional menjadikan Telkom bukan sekadar perusahaan telekomunikasi, melainkan penjaga kedaulatan digital bangsa yang siap menghadapi tantangan global.

Dalam pemaparannya, Dr. Robert De Souza selaku Executive Director of The Logistics Institute – Asia Pacific, NUS, mengusulkan pendekatan baru dalam pengembangan talenta digital melalui program kerjasama lintas sektor yang mencakup pemerintah, akademisi, dan industri. Tujuan dari inisiatif ini adalah membangun ekosistem talenta di bidang semikonduktor dengan menerapkan model quad-helix, yakni sebuah kerangka kolaborasi yang mengintegrasikan empat aktor utama  pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta masyarakat dan budaya guna mendorong terciptanya inovasi yang kreatif sekaligus berkelanjutan.

Program Indonesia-Singapore Tech:X Programme dirancang sebagai program pertukaran pelajar berdurasi satu tahun yang bertujuan memperkuat kompetensi talenta muda di antara kedua negara. Program ini mencakup berbagai bidang teknologi, di antaranya Cyber Security, IoT, App Development, UI/UX Design, dan sejumlah bidang lainnya. Dalam pelaksanaannya, program ini akan diawali dengan fase uji coba yang melibatkan 100 peserta, sebelum kemudian diperluas untuk menjangkau hingga 1.000 peserta per tahun dari masing-masing negara melalui mekanisme pasar terbuka. Selain itu, program ini juga selaras dengan kebutuhan rotasi karyawan, baik bagi mereka yang lolos proses seleksi maupun yang ditugaskan berdasarkan kebutuhan dan kepentingan perusahaan.

Kolaborasi Tel-Udan NUS membuktikan bahwa inovasi terbaik lahir dari kerja sama yang tulus antara akademisi, industri, dan pemerintah. Inilah babak baru perjalanan Indonesia menuju ekosistem digital yang mandiri dan kompetitif di panggung global.

Penulis: Maharani Wulansari | Editor: Belinda Fransisca Bunadi | Foto: Public Relations

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link