Kesehatan mental adalah hal yang banyak dibicarakan di media sosial. Dengan era informasi yang serba cepat, kamu juga perlu tips menjaga mental health untuk kelangsungan hidupmu. Saat ini, perputaran informasi sangat masif dan cepat. Tidak perlu menunggu untuk bisa mendapatkan sebuah informasi, dengan media komunikasi digital, kamu bisa mendapatkan informasi yang kamu perlu bahkan dalam hitungan detik. Hal ini membuat manusia ‘kehilangan’ ruang pribadi yang mampu menjadi pemicu masalah kesehatan mental.
Sebagian besar mahasiswa Telkom University ternyata masih banyak yang belum benar-benar mengenal apa itu CeLOE dan apa perannya, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus. Nyatanya, CeLOE memiliki kontribusi penting dalam mendukung transformasi pembelajaran digital, pengembangan konten e-learning, hingga penyediaan berbagai sistem penunjang pembelajaran daring di Telkom University.
Dosen Telkom University, Dr. Wa Ode Seprina, S.I.Kom., M.I.Kom., resmi meraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran setelah berhasil mempertahankan disertasinya pada Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi. Disertasi yang diangkat berjudul “Komunikasi Komunitas Subkultur Kreatif Urban (Skena) dalam Membangun Narasi City Branding Partisipatif Kota Bandung”.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus membuka peluang inovasi pada berbagai sektor, termasuk industri perjalanan. Melihat kebutuhan masyarakat dalam merencanakan perjalanannya yang lebih praktis dan terintegrasi, Seorang alumni Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Rekayasa Industri (FRI), Telkom University (Tel-U), Ade Guntur Fitriddullah, menghadirkan sebuah inovasi digital bernama Ulyn AI dimana platform ini dirancang sebagai asisten perjalan pintar berbasis AI.
Pada momen tersebut, Rektor Telkom University (Tel-U), Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., turut hadir sebagai pembicara bersama deretan akademisi dan pemangku kebijakan terkemuka lainnya
Direktorat kemahasiswaan, Karier, dan Alumni Telkom University (Tel-U) menyelenggarakan webinar mengenai perlindungan data pribadi yang bertajuk “Data Pribadi Mahasiswa Bukan Sekadar Data: Ayo Lindungi, Kelola, dan Amankan Identitas Digitalmu” pada Jum’at (13/03). Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga keamanan data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Bagi civitas academica Telkom University, bulan Ramadhan bukan sekadar tantangan menahan lapar di tengah padatnya jadwal kuliah atau praktikum. Sebagai TelUtizen yang inovatif dan produktif, momen suci ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan upgrade spiritual. Ramadhan adalah “madrasah” terbaik untuk melipatgandakan amalan dan memperkuat karakter bertaqwa.
Etika berkirim pesan kepada dosen merupakan bagian dari profesionalisme mahasiswa dalam lingkungan akademik. Melalui komunikasi yang sopan, terstruktur, dan menggunakan bahasa yang tepat, mahasiswa menunjukkan sikap hormat, kedewasaan, serta kesiapan berinteraksi secara profesional. Pemahaman terhadap waktu, struktur pesan, dan media komunikasi yang sesuai akan membantu menciptakan hubungan akademik yang lebih baik dan efektif.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam tidak hanya bersiap dengan pakaian terbaik dan hidangan khas Lebaran, tetapi juga menunaikan kewajiban penting yakni zakat fitrah. Ibadah ini memiliki makna spiritual sekaligus sosial. Ia menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan dan menjadi bentuk kepedulian nyata kepada sesama.
Di bulan ramadhan ini, momen buka puasa menjadi jam yang paling ditunggu bagi sebagian besar orang. Namun untuk anak kos, momen buka puasa justru kadang membuat dilema. Di satu sisi kita ingin makan enak,tapi terhalang budget. Di sisi lain mau makan sehat, tapi alat masak di kos juga seadanya. Kadang anak kos juga mau makan sehat, tapi jajanan yang ada kebanyakan gorengan, bikin niat makan sehat jadi susah.