Telkom University Bersama TIP Resmikan Laboratorium Pertama di Asia Tenggara
17 Des 2020

Telkom University Bersama TIP Resmikan Laboratorium Pertama di Asia Tenggara

BANDUNG, Telkom University – Telkom University sebagai kampus swasta terbaik di Indonesia, berkesempatan menjadi Telecom Infra Project (TIP) Community Lab pertama di Asia Tenggara dan ke 14 di dunia, di mana laboratorium yang difokuskan untuk meningkatkan konektivitas di Indonesia dan dunia ini, diresmikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, secara daring, pada Kamis (17/12).

Telecom Infra Project (TIP) adalah komunitas perusahaan global dan organisasi yang mendorong solusi infrastruktur untuk memajukan konektivitas global, seperti diketahui bahwa separuh dari populasi dunia masih belum tersambung ke internet, dan bagi mereka yang tersambung, konektivitas seringkali tidak mencukupi.

Hal ini membatasi akses ke banyak manfaat konsumen dan komersial yang disediakan oleh internet, sehingga mempengaruhi pertumbuhan PDB secara global. Namun, kurangnya fleksibilitas dalam solusi saat ini  diperburuk oleh pilihan terbatas dalam penyedia teknologi  membuat operator kesulitan untuk membangun dan meningkatkan jaringan secara efisien.

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan konektivitas secara signifikan di Indonesia, TIP Community Lab dan center of excellence diluncurkan sebagai tahap pertama dari kolaborasi antara GSMA, TIP, pemerintah Indonesia, Telkom University dan operator jaringan seluler untuk mendukung program ‘Making Indonesia 4.0’.

Kolaborasi ini akan berupaya untuk memajukan pertumbuhan digital dan ekonomi di Indonesia melalui pengujian dan validasi TIP berbasis standar teknologi jaringan terbuka dan terpilah di Lab dan di lapangan, memajukan penerapan solusi yang layak secara komersial, membangun kumpulan bakat lokal, dan membina ekosistem telekomunikasi yang kuat dan beragam, termasuk ekonomi startup.

Kedepan, laboratorium yang terdapat di Telkom University ini, akan mempertemukan seluruh operator seluler di Indonesia untuk bekerja sama dengan anggota TIP lainnya. Lab Community ini akan memungkinkan peserta untuk mengevaluasi dan mengadopsi solusi yang dikembangkan oleh Kelompok Proyek TIP, dan memberikan hasil dan persyaratan baru kembali ke komunitas TIP untuk pengembangan lebih lanjut.

Mengutip dari webisite telecominfraproject.com bahwa tujuan dari adanya TIP Community Lab di Telkom University yang pertama adalah Mengevaluasi dan memvalidasi solusi yang dikembangkan oleh komunitas TIP untuk diadopsi dan disebarkan oleh seluruh operator seluler di Indonesia. Yang kedua adalah Mempercepat transisi dari laboratorium ke lapangan, dan dengan demikian, memungkinkan operator seluler dan ekosistem yang lebih luas untuk menyadari manfaat sosial dan komersial dari penerapan solusi yang dipimpin ujung ke ujung TIP, baik pedesaan, pinggiran kota atau perkotaan padat penduduk.

Tujuan yang ketiga adalah Pelatihan untuk mendukung Integrator Sistem lokal dan tenaga kerja operator selular guna melayani ekosistem dengan lebih baik. Dan yang terakhir adalah Menyediakan lokakarya, hackathon, dan bootcamp untuk memperkenalkan teknologi dan metodologi baru, agar anggota ekosistem mendapat informasi tentang perkembangan dan ide terbaru, serta pelajaran yang dipetik dari ekosistem lain.

Rektor Telkom University Prof. Adiwijaya dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya bisa menjadi bagian dari kolaborasi dan menjadi tuan rumah bagi TIP Community lab di Indonesia khususnya community lab pertama di Asia Tenggara.

“Melalui kolaborasi ini kami bersama GSMA, Operator Seluler, pemerintah dan Industri, lab ini akan menjadi fokal poin untuk pengembangan solusi dan inovasi, dan kami berharap kerjasama ini guna mendukung terciptanya Indonesia yang lebih kuat dan lebih terhubung dalam waktu dekat melalui perluasan konektivitas digital, platform digital baru, dan layanan digital.” Jelasnya.

Menkominfo Johnny G Plate menyampaikan kolaborasi pemerintah dengan industri telekomunikasi dan akademisi, melalui TIP Community Lab yang ada di Telkom University, kedapan pemerataan digitalisasi dan konektivitas nasional akan tumbuh dengan cepat.

“Sebagai TIP Community Lab pertama di Asia Tenggara, kami berharap bisa meningkatkan konektivitas yang ada di Indonesia, sehingga kedepan tidak ada lagi blind spot di Indonesia, Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan solusi lokal untuk membantu menyelesaikan masalah infrastruktur TIK di Indonesia.” Ucapnya.

Dalam acara peresmian TIP Community Lab kali ini juga sejumlah perusahaan menghibahkan teknologi-teknologi yang dapat dimanfaatkan di TIP Community Lab Telkom University, diantaranya adalah Baicells sebagai bentuk dukungan “Making Indonesia 4.0” memberikan end to end 5G OpenRAN System kepada TIP Community Lab Telkom University, sekaligus pelatihan tentang 5G.

Selain itu ada Comba dan IBM yang turut menghibahkan research, sertifikasi dan komersialisasi serta pelatihan terkait OpenRan teknologi, dimana semua hibah yang diberikan oleh sejumlah perusahaan tersebut memiliki satu tujuan yakni, Making Indonesia 4.0.

Peresmian TIP Community Lab Telkom University ini diisi dengan webinar yang bertajuk “OpenRAN for ICT Business in Southeast Asia” yang menghadirkan 17 pembicara baik dari pemerintah, praktisi dan akademisi.

Previous Article Next Article

Tinggalkan Balasan