Bandung, 19 Agustus 2025 – Telkom University (Tel-U) gelar Rapat Pengampuan Tel-U semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (19/8) di Gedung Panambulai (GSG) Tel-U. Rapat ini diisi dengan Laporan Direktur Akademik, laporan Direktur Pascasarjana dan Advance Learning (PSAL), hingga gelar wicara mengenai Artificial Intelligent dan Storytelling dalam pembelajaran.
Rektor Tel-U Prof. Dr. Suyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat pengampuan merupakan bagian terpenting untuk mempersiapkan awal perkuliahan semester Ganjil 2025/2026 yang pelaksanaan planningnya sudah dilaksanakan sejak 1 Maret 2025. Beliau menekankan bahwa implementasi SAFE AI akan segera dilakukan.
“Dalam waktu dekat Tel-U akan mengimplementasikan SAFE (Secure, Accurate, Fair, and Explanable) AI dan menghasilkan lulusan dengan talenta hebat melalui human AI Collaboration. Skema penting yang akan diterapkan nantinya melalui tiga basic skill yaitu reading, writing, dan storytelling”. ujar Prof. Suyanto
Pada sesi wicara yang berlangsung, kegiatan dimoderatori oleh Pradipta Dirgantara, S.IP., M.IL., M.Sc., serta kedua narasumber yaitu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sekaligus Komite AI Tel-U, Prof. Dr. Andry Alamsyah dan Dosen Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial (FKS) yang juga dikenal sebagai pakar Storytelling Tel-U, Dr. Maylanny Christin, S.S., M.Si., bertujuan untuk memberikan arahan kepada para dosen terkait best practice penggunaan AI dan model pembelajaran secara storytelling dalam memberikan pengajaran kepada mahasiswa.
Pengimplementasian AI dalam lingkungan Tel-U didasarkan dengan pedoman SAFE AI. Prof. Dr. Andry Alamsyah menegaskan bahwa AI saat ini merupakan bagian dari kehidupan, AI dapat mendukung pembelajaran dalam model membaca, menulis, maupun menghitung.
“AI dapat membantu kita dalam membuat storytelling, membaca, menulis, dan menghitung. Dalam berkomunikasi kita memerlukan effort yang kuat, maka dari itu AI dapat membantu kita dalam menyusun kerangka tersebut. AI membantu kita, khususnya bagi mahasiswa dalam memecahkan masalah dan menghadirkan solusi. Sekarang kita sudah berada di era yang berbeda, AI telah menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari kita, adaptasi perlu segera kita lakukan”. ungkap Prof. Andry
Selain itu, Dr. Maylanny Christin, SS., M.Si, dosen S1 Ilmu Komunikasi Tel-U menegaskan pentingnya penggunaan storytelling dalam kegiatan belajar mengajar. Storytelling menumbuhkan rasa empati dengan memahami realita yang terjadi dengan tidak selalu memikir teori, melalui storytelling kita dapat memahami realita dan imajinasi.
“Kita dapat membuat pengajaran itu menyenangkan melalui storytelling, dengan storytelling bisa menumbuhkan rasa empati melalui proses mendengarkan dengan baik. Dosen yang mampu bercerita itu mampu menghidupkan ilmu yang diberikan, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan.” ujarnya.
Menutup kegiatan Rapat Pengampuan Dosen, Wakil Rektor Bidang Akademik, Parman Sukarno, Ph.D, menyampaikan bahwa Tel-U terus berusaha untuk tetap relevan khususnya di dunia pendidikan dalam menghadapi perubahan dari aspek global maupun aspek lokal.
Melalui penguatan implementasi AI dan storytelling yang akan diperkuat di Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, harapannya dapat membuat lulusan Tel-U berdampak, memiliki keunggulan serta kualitas untuk menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis: Nashwa Fauziyyah | Editor: Abdullah Adnan | Foto: Public Relation